1.370 Kapal Fiber KNMP Diproduksi di Manokwari, Buka Peluang Kerja bagi Putra Papua

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:15 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARATANAHPAPUA.COM – *MANOKWARI, PAPUA BARAT* – Produksi 1.370 unit kapal nelayan berbahan fiber berkapasitas 5 gross tonnage (GT) di galangan PT Satya Merah Putih dan Layar Bulaeng Maritim, Manokwari, Papua Barat, ditargetkan memperkuat armada nelayan dalam program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Kegiatan ini juga membuka kesempatan kerja dan pembelajaran keterampilan pembuatan kapal bagi tenaga kerja lokal.

Pimpinan galangan, Yehezkel Wororomi, menyampaikan bahwa pengerjaan kapal telah berlangsung sekitar satu minggu saat wawancara dilakukan.

Sebanyak 20 unit disebut telah siap, sementara target pengerjaan berikutnya mencapai 25 unit. Penyelesaian seluruh pesanan ditargetkan dalam waktu efektif sekitar 50–59 hari, dengan tenggat akhir November 2026.

Target tersebut menjadi tahapan penting dalam penyiapan armada sebelum kapal disalurkan ke lokasi penerima.

Namun, jumlah kapal yang selesai diproduksi, siap dikirim, dan telah diterima nelayan merupakan tahapan berbeda yang perlu dipantau secara terpisah.

Dari sisi spesifikasi, kapal fiber tersebut dirancang dengan panjang keseluruhan 11 meter, lebar 1,25 meter, dan tinggi 80 sentimeter.

Kapal dilengkapi dua mesin dengan daya masing-masing 15 PK serta cool box untuk menyimpan ikan dan es selama kegiatan penangkapan.

Menurut keterangan Yehezkel, material kapal yang digunakan telah bersertifikasi Biro Klasifikasi Indonesia (BKI).

Ia juga menyebut estimasi masa pakai kapal dapat melebihi 20 tahun dengan garansi selama satu tahun. Informasi tersebut merupakan keterangan pihak galangan yang tetap perlu dibaca bersama dokumen sertifikasi, spesifikasi teknis, ketentuan garansi, dan hasil pemeriksaan kelayakan kapal.

Kapal dengan dua mesin dan fasilitas penyimpanan ikan berpotensi mendukung kebutuhan operasional nelayan.

Baca Juga :  Kolaborasi Nokia dan Indosat Perkuat Infrastruktur Digital Indonesia

Meski demikian, kemampuan menjangkau lokasi penangkapan yang lebih jauh tidak hanya ditentukan ukuran kapal dan daya mesin, tetapi juga kondisi perairan, cuaca, kapasitas muatan, kompetensi awak, serta kelengkapan keselamatan.

 

 

Libatkan tenaga kerja dari berbagai daerah

Selain menyiapkan armada, produksi kapal di Manokwari melibatkan tenaga kerja dari sejumlah daerah.

Berdasarkan keterangan Yehezkel, sekitar 140 tenaga kerja dari luar Papua, termasuk dari Bau-Bau dan Ambon, terlibat dalam kegiatan produksi bersama pekerja lokal.

Kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi putra Papua untuk mempelajari pembuatan kapal berbahan fiber.

Sebagian pekerja lokal yang sebelumnya belum mengenal pengolahan material tersebut mendapatkan pembinaan langsung selama proses pengerjaan kapal.

Pengalaman ini berpotensi menjadi bekal keterampilan untuk bekerja di industri perkapalan, meskipun penguasaan kompetensi tetap membutuhkan pelatihan dan pengalaman lanjutan.

Penguatan keterampilan tenaga kerja sejalan dengan perhatian pemerintah terhadap kebutuhan sumber daya manusia di sektor perikanan.

Dalam siaran pers pada 12 Mei 2026, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjelaskan bahwa modernisasi armada diarahkan tidak hanya untuk membangun kapal, tetapi juga memperkuat industri galangan dan menyiapkan awak yang mampu mengoperasikannya.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP Lotharia Latif menekankan pentingnya pemenuhan aspek teknis dalam pembangunan kapal.

Dalam pemberitaan resmi KKP, ia menyatakan, “Membangun kapal harus benar benar memenuhi aspek teknis dan pelaksanaan yang profesional dan memenuhi standar pembangunan yang baik dan tersertifikasi.”

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya memastikan kualitas konstruksi dan kelengkapan kapal sebelum digunakan.

Baca Juga :  Kemenhut Akui Kekeliruan, Siap Dialog dengan Tokoh Adat Papua soal Mahkota Cenderawasih

Dalam pelaksanaannya, pemeriksaan teknis, pemenuhan persyaratan keselamatan, serta perawatan mesin dan badan kapal perlu menjadi bagian dari kesiapan armada.

 

Distribusi menunggu instruksi resmi

Yehezkel menjelaskan bahwa kapal yang telah selesai diproduksi akan ditampung terlebih dahulu di galangan Manokwari.

Penyaluran ke titik-titik KNMP baru dilakukan setelah terdapat instruksi pembagian resmi.

Mekanisme tersebut membuat koordinasi antara penyelesaian produksi, penentuan lokasi penerima, dan kesiapan nelayan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program.

Data mengenai jumlah kapal yang selesai, hasil pemeriksaan teknis, jadwal pengiriman, dan penerimaan di lokasi akan diperlukan untuk memantau realisasi secara transparan.

Bagi Yehezkel, yang disebut telah memiliki pengalaman sebagai nelayan sejak 2000, penggunaan kapal berukuran lebih besar dengan dua mesin berpotensi membantu nelayan menjangkau wilayah penangkapan yang lebih jauh dibandingkan perahu kecil.

Namun, pemanfaatan kapal tetap harus disesuaikan dengan karakteristik perairan dan kemampuan awak agar peningkatan jangkauan tidak mengabaikan keselamatan.

Kesiapan armada juga perlu disertai kemampuan mengoperasikan mesin, menjaga kualitas hasil tangkapan melalui penyimpanan yang tepat, serta menjalankan perawatan berkala.

Dengan demikian, penyediaan kapal tidak berhenti pada penyelesaian konstruksi, tetapi perlu terhubung dengan kesiapan nelayan dan tata kelola pemanfaatannya.

Produksi 1.370 kapal fiber di Manokwari diharapkan menjadi bagian dari penguatan sarana usaha perikanan di kawasan KNMP.

Capaian akhirnya akan ditentukan oleh ketepatan penyelesaian produksi, kualitas dan kelayakan kapal, distribusi sesuai peruntukan, serta kemampuan nelayan memanfaatkan armada secara aman dan berkelanjutan.***

Berita Terkait

KNMP TANJUNG KASUARI PERKUAT INFRASTRUKTUR PERIKANAN, AKSES EKSPOR NELAYAN JADI PERHATIAN
*KNMP Kota Sorong Perkuat Rantai Dingin, Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal*
Satgas Damai Cartenz Tangkap DPO Penganiayaan Berat di Puncak jaya, Dugaan Keterkaitan Jaringan Senjata dan Amunisi Didalami
KNMP Wamargege Didorong Perkuat Ekonomi Nelayan dan Potensi Udang Banana Sorong Selatan
Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Papua, Kodam Cenderawasih Perkuat Penanganan Karhutla
Pria 58 Tahun Ditemukan Meninggal di Entrop Jayapura, Polisi Lakukan Penyelidikan
Lindungi Hak Masyarakat, Kementerian ATR/BPN Selesaikan 3.018 Kasus Pertanahan
KNMP Kampung Sima dan Dusun Wawu Papua Tengah, Infrastruktur Perikanan Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:28 WIT

KNMP TANJUNG KASUARI PERKUAT INFRASTRUKTUR PERIKANAN, AKSES EKSPOR NELAYAN JADI PERHATIAN

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:20 WIT

*KNMP Kota Sorong Perkuat Rantai Dingin, Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal*

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:15 WIT

1.370 Kapal Fiber KNMP Diproduksi di Manokwari, Buka Peluang Kerja bagi Putra Papua

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:56 WIT

Satgas Damai Cartenz Tangkap DPO Penganiayaan Berat di Puncak jaya, Dugaan Keterkaitan Jaringan Senjata dan Amunisi Didalami

Kamis, 22 Oktober 2026 - 05:05 WIT

Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Papua, Kodam Cenderawasih Perkuat Penanganan Karhutla

Berita Terbaru

Uncategorized

KNMP SUPRAU PERKUAT RANTAI USAHA PERIKANAN DI SORONG PAPUA BARAT DAYA

Minggu, 25 Okt 2026 - 16:42 WIT