PTFI dan Keuskupan Timika Latih Mama-Mama Kamoro Olah Pangan Lokal Bernilai Ekonomi

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 20 Juni 2026 - 21:03 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARATANAHPAPUA.COM – Sebanyak 40 mama-mama Kamoro dari delapan kampung pesisir di Kabupaten Mimika mengikuti pelatihan pengolahan makanan berbahan pangan lokal yang diselenggarakan oleh Keuskupan Timika melalui Koperasi Maria Bintang Laut dengan dukungan PT Freeport Indonesia (PTFI). Kegiatan berlangsung di Rumah Sagu, Kompleks Keuskupan Timika, Papua Tengah, pada 11–12 Juni 2026.

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya perempuan Kamoro, dalam mengembangkan ekonomi keluarga berbasis potensi pangan lokal yang tersedia di lingkungan sekitar. Ketua Koperasi Maria Bintang Laut, Benyamin Meo, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan keterampilan baru bagi para peserta sekaligus meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam mengolah bahan pangan lokal yang bernilai gizi dan ekonomi. “Melalui kolaborasi ini, mama-mama Kamoro mendapat keterampilan dan pengetahuan baru, serta lebih percaya diri dalam mengolah bahan pangan lokal bergizi yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka,” ujar Benyamin. Menurutnya, pelatihan tersebut merupakan bagian dari kelanjutan Program Ekonomi (PRONOMI) IV yang dijalankan PT Freeport Indonesia sejak 2017 di delapan kampung binaan, yakni Nawaripi, Koperapoka, Ayuka, Tipuka, Nayaro, Vanamo, Omawita, dan Ohotya.
Baca Juga :  Paslon MARIYO Juga Unggul di TPS 21 Koya Muara Tami
Program ini diharapkan mampu mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lokal, meningkatkan kualitas gizi keluarga, sekaligus memperkuat peran perempuan dalam pembangunan ekonomi berbasis komunitas di wilayah pesisir Mimika. Selama dua hari pelatihan, para peserta dibekali pengetahuan dan praktik langsung mengolah berbagai bahan pangan lokal seperti ikan, tambelo, singkong, ubi, kelapa, dan pisang menjadi produk makanan bernilai tambah. Beberapa produk yang diajarkan antara lain lemet, kerupuk ikan, kerupuk tambelo, pisang molen, nagasari, hingga bolu pisang. Salah satu peserta asal Kampung Otakwa, Erfina Aypapenaei (29), mengaku senang mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan tersebut. Ia mengaku memperoleh wawasan baru mengenai pemanfaatan bahan pangan yang mudah ditemukan di kampungnya. “Saya jadi tahu bahan-bahan makanan yang biasa kami dapatkan dengan mudah di kampung seperti pisang dan singkong bisa diolah menjadi makanan yang enak dan bergizi untuk suami dan anak-anak di rumah,” katanya. Senior Vice President Sustainable Development PT Freeport Indonesia, Nathan Kum, mengatakan pelatihan ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pemanfaatan dan pengembangan pangan lokal yang memiliki nilai gizi sekaligus nilai ekonomi bagi masyarakat.
Baca Juga :  Pengacara Kawakan Sebut Hukum Membenarkan Penangkapan HAN
“Melalui pelatihan ini, kami berharap para peserta dapat menerapkan keterampilan yang diperoleh di rumah, membagikannya kepada masyarakat di kampung, serta mendorong semakin banyak warga memanfaatkan bahan pangan lokal secara kreatif dan produktif,” ujar Nathan saat membuka kegiatan. Apresiasi juga disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Mimika, Yohana Arwam. Ia menilai kolaborasi antara PT Freeport Indonesia, Keuskupan Timika, dan Pemerintah Kabupaten Mimika menjadi langkah positif dalam meningkatkan kapasitas perempuan lokal. “Manfaatkan kesempatan baik ini untuk meningkatkan keterampilan mengolah pangan bergizi dari bahan lokal yang mudah diperoleh. Pelatihan seperti ini menjadi langkah konkret dalam meningkatkan keterampilan sekaligus membuka peluang usaha berbasis potensi lokal,” ujarnya. Melalui kegiatan ini, para mama-mama Kamoro diharapkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan gizi keluarga, tetapi juga mengembangkan produk olahan pangan lokal yang berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat pesisir Mimika.

Berita Terkait

KNMP TANJUNG KASUARI PERKUAT INFRASTRUKTUR PERIKANAN, AKSES EKSPOR NELAYAN JADI PERHATIAN
*KNMP Kota Sorong Perkuat Rantai Dingin, Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal*
1.370 Kapal Fiber KNMP Diproduksi di Manokwari, Buka Peluang Kerja bagi Putra Papua
Satgas Damai Cartenz Tangkap DPO Penganiayaan Berat di Puncak jaya, Dugaan Keterkaitan Jaringan Senjata dan Amunisi Didalami
KNMP Wamargege Didorong Perkuat Ekonomi Nelayan dan Potensi Udang Banana Sorong Selatan
Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Papua, Kodam Cenderawasih Perkuat Penanganan Karhutla
Pria 58 Tahun Ditemukan Meninggal di Entrop Jayapura, Polisi Lakukan Penyelidikan
Lindungi Hak Masyarakat, Kementerian ATR/BPN Selesaikan 3.018 Kasus Pertanahan
Berita ini 69 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:28 WIT

KNMP TANJUNG KASUARI PERKUAT INFRASTRUKTUR PERIKANAN, AKSES EKSPOR NELAYAN JADI PERHATIAN

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:20 WIT

*KNMP Kota Sorong Perkuat Rantai Dingin, Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal*

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:15 WIT

1.370 Kapal Fiber KNMP Diproduksi di Manokwari, Buka Peluang Kerja bagi Putra Papua

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:56 WIT

Satgas Damai Cartenz Tangkap DPO Penganiayaan Berat di Puncak jaya, Dugaan Keterkaitan Jaringan Senjata dan Amunisi Didalami

Kamis, 22 Oktober 2026 - 05:05 WIT

Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Papua, Kodam Cenderawasih Perkuat Penanganan Karhutla

Berita Terbaru

Uncategorized

KNMP SUPRAU PERKUAT RANTAI USAHA PERIKANAN DI SORONG PAPUA BARAT DAYA

Minggu, 25 Okt 2026 - 16:42 WIT