GM Baru Bawa Grand Allison Hotel Sentani Masuki Fase Revitalisasi dan Hadapi Market Shifting

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 19 September 2026 - 08:49 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Muhammad Ambang, S.Par,

Muhammad Ambang, S.Par,

SUARATANAHPAPUA.COM – Grand Allison Hotel Sentani memasuki fase pengembangan baru setelah beroperasi sejak 2012. Di bawah kepemimpinan General Manager Muhammad Ambang, S.Par, manajemen hotel mulai memperkuat langkah revitalisasi, meningkatkan kualitas pelayanan, sekaligus menyiapkan strategi bisnis menghadapi perubahan pola dan karakter pasar.

Muhammad Ambang mengatakan, Grand Allison Hotel memiliki sejarah, pengalaman, dan potensi untuk terus berkembang sebagai salah satu pilihan akomodasi di Sentani.

Menurut dia, hotel yang telah menjadi bagian dari perkembangan kawasan Sentani selama lebih dari satu dekade tersebut perlu mendapatkan penyegaran secara bertahap, baik dari sisi fasilitas, pelayanan maupun pengalaman pelanggan atau customer experience.

“Grand Allison Hotel bukan hanya sebuah bangunan atau tempat menginap. Hotel ini telah menjadi bagian dari perjalanan masyarakat dan perkembangan kawasan Sentani sejak tahun 2012. Karena itu, yang kami lakukan ke depan adalah memberikan penyegaran dan improvement secara bertahap, baik dari sisi fasilitas, pelayanan, maupun customer experience,” ujar pria kelahiran Sorong itu, Sabtu (19/9/2026).

Baca Juga :  Polri Melalui Rasaka Cartenz 2026 Bantu Tingkatkan Kesehatan dan Pendidikan Masyarakat Nduga

Ia menjelaskan, industri perhotelan saat ini menghadapi perubahan pola kebutuhan, karakter, dan preferensi konsumen atau yang dikenal dengan istilah market shifting. Perubahan tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pelaku industri untuk beradaptasi dengan kondisi pasar.

Grand Allison Hotel, kata Ambang, tidak dapat hanya mengandalkan satu segmen pasar. Manajemen perlu membaca dinamika pasar dan mengembangkan berbagai potensi untuk menjaga keberlangsungan bisnis.

“Kita harus lebih fleksibel dalam membaca market. Customer behavior terus berubah, sehingga strategi bisnis juga harus ikut berkembang. Kami tidak ingin hanya bergantung pada satu segment, tetapi membuka peluang dari berbagai segment agar Grand Allison tetap relevan, kompetitif, dan mampu survive secara sustainable,” jelasnya.

Sejalan dengan strategi pengembangan pasar, manajemen juga memprioritaskan revitalisasi dan pembenahan sejumlah fasilitas hotel secara bertahap.

Pembenahan tersebut mencakup area publik, kamar, fasilitas pendukung, serta berbagai aspek operasional yang berkaitan langsung dengan kenyamanan tamu.

Baca Juga :  Indosat, Wadhwani, dan Kemnaker Teken MoU Cetak 1 Juta Talenta Digital Indonesia melalui AI

Ambang menegaskan, revitalisasi tidak ditujukan untuk menghilangkan karakter Grand Allison Hotel yang telah dibangun selama bertahun-tahun. Sebaliknya, pembenahan dilakukan untuk memberikan penyegaran sekaligus menyesuaikan fasilitas dan pelayanan dengan ekspektasi tamu serta perkembangan standar industri perhotelan.

Menurutnya, revitalisasi tidak hanya berkaitan dengan perubahan tampilan fisik hotel. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun kembali standar pelayanan, memperkuat posisi hotel di tengah persaingan, serta menghadirkan pengalaman menginap yang lebih baik bagi pelanggan.

Dengan dukungan pemilik hotel, manajemen, seluruh karyawan, dan masyarakat, Grand Allison Hotel Sentani optimistis dapat terus beradaptasi menghadapi perubahan pasar dan mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.

“Kami tidak hanya ingin bertahan, tetapi terus beradaptasi dan berkembang. Karena bagi kami, survive bukan sekadar bagaimana hotel tetap berjalan, melainkan bagaimana Grand Allison mampu memberikan pelayanan dan customer experience yang semakin baik bagi masyarakat,” pungkasnya.

Berita Terkait

KNMP TANJUNG KASUARI PERKUAT INFRASTRUKTUR PERIKANAN, AKSES EKSPOR NELAYAN JADI PERHATIAN
*KNMP Kota Sorong Perkuat Rantai Dingin, Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal*
1.370 Kapal Fiber KNMP Diproduksi di Manokwari, Buka Peluang Kerja bagi Putra Papua
Satgas Damai Cartenz Tangkap DPO Penganiayaan Berat di Puncak jaya, Dugaan Keterkaitan Jaringan Senjata dan Amunisi Didalami
KNMP Wamargege Didorong Perkuat Ekonomi Nelayan dan Potensi Udang Banana Sorong Selatan
Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Papua, Kodam Cenderawasih Perkuat Penanganan Karhutla
Pria 58 Tahun Ditemukan Meninggal di Entrop Jayapura, Polisi Lakukan Penyelidikan
Lindungi Hak Masyarakat, Kementerian ATR/BPN Selesaikan 3.018 Kasus Pertanahan
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:28 WIT

KNMP TANJUNG KASUARI PERKUAT INFRASTRUKTUR PERIKANAN, AKSES EKSPOR NELAYAN JADI PERHATIAN

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:20 WIT

*KNMP Kota Sorong Perkuat Rantai Dingin, Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal*

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:15 WIT

1.370 Kapal Fiber KNMP Diproduksi di Manokwari, Buka Peluang Kerja bagi Putra Papua

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:56 WIT

Satgas Damai Cartenz Tangkap DPO Penganiayaan Berat di Puncak jaya, Dugaan Keterkaitan Jaringan Senjata dan Amunisi Didalami

Kamis, 22 Oktober 2026 - 05:05 WIT

Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Papua, Kodam Cenderawasih Perkuat Penanganan Karhutla

Berita Terbaru

Uncategorized

KNMP SUPRAU PERKUAT RANTAI USAHA PERIKANAN DI SORONG PAPUA BARAT DAYA

Minggu, 25 Okt 2026 - 16:42 WIT