Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Papua, Kodam Cenderawasih Perkuat Penanganan Karhutla

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 05:05 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAYAPURA – Kodam XVII/Cenderawasih memperkuat koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Papua untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran dan dampak kabut asap terhadap aktivitas penerbangan.

Langkah tersebut dilakukan menyusul munculnya sejumlah titik api di beberapa wilayah Papua. Kabut asap yang mengganggu jarak pandang menjadi perhatian serius karena berpotensi menghambat operasional penerbangan di sejumlah bandara, terutama di wilayah pegunungan.

Penguatan strategi penanganan karhutla dibahas dalam rapat koordinasi melalui konferensi video atau video conference (vicon) bersama Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan), Rabu (21/10/2026). Rapat tersebut bertujuan memetakan kesiapsiagaan satuan kewilayahan dan menyelaraskan langkah penanganan sesuai kondisi di lapangan.

Kebakaran Terjadi di Jayapura dan Jayawijaya

Salah satu kebakaran terjadi di kawasan Bukit Alang-Alang, tepat di belakang Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Jayapura dan dekat akses menuju RS Yowari, pada Minggu (11/10/2026).

Dalam kejadian tersebut, dua Babinsa Koramil 1701-01/Sentani, Serma Samudin dan Serka Alpius Sanggana, bersama warga berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Upaya tersebut dilakukan karena keterbatasan akses bagi armada pemadam kebakaran menuju lokasi.

Kebakaran juga terjadi di Kampung Wesakin, Distrik Wouma, Kabupaten Jayawijaya, pada Jumat (16/10/2026). Peristiwa tersebut menghanguskan lahan seluas kurang lebih tiga hektare. Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan aparat terkait.

Baca Juga :  Tampil Bombastis Dalam Debat Ketiga, MARI-YO: Saatnya Kita Untai Karya Nyata, Bukan Karya Cerita !

Kabut Asap Berdampak pada Penerbangan

Dampak karhutla menjadi perhatian karena kabut asap dapat menurunkan jarak pandang dan mengganggu keselamatan penerbangan, terutama di wilayah pegunungan Papua yang memiliki tantangan geografis dan kondisi cuaca yang dinamis.

Berdasarkan informasi BMKG yang disampaikan dalam keterangan tersebut, kabut asap di wilayah Papua dipengaruhi sejumlah titik panas (hotspot) di Papua Nugini dan Provinsi Papua Selatan.

Kondisi ini berdampak pada operasional sejumlah bandara, di antaranya Bandara Sentani, Wamena, Oksibil, dan Dekai. Sejumlah penerbangan dilaporkan sempat mengalami penundaan hingga pembatalan demi mengutamakan keselamatan penumpang.

Kodam Siagakan Personel dan Peralatan

Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, S.I.P., menegaskan bahwa Kodam terus memperkuat kesiapsiagaan personel di wilayah, khususnya Babinsa yang berperan langsung dalam membantu masyarakat mengantisipasi dan menangani kebakaran sejak dini.

“Penanganan sejak dini sangat krusial agar dampak kebakaran terhadap lingkungan, transportasi, dan aktivitas ekonomi masyarakat dapat ditekan sekecil mungkin,” ujar Tri Purwanto.

Baca Juga :  Wali Wonda ST: Halal Bihalal Demokrat, Ajang Kebersamaan dan Komitmen Pembangunan

Selain mengerahkan personel, sejumlah Komando Distrik Militer (Kodim) di jajaran Kodam XVII/Cenderawasih juga menyiagakan sarana dan prasarana pendukung penanganan karhutla.

Peralatan tersebut meliputi mobil pemadam kebakaran, truk tangki air, ambulans, serta kendaraan operasional yang dapat digunakan untuk menjangkau medan sulit.

Kesiapan personel dan dukungan peralatan diharapkan mempercepat respons apabila ditemukan titik api baru, terutama di wilayah yang sulit dijangkau kendaraan pemadam kebakaran.

Masyarakat Diminta Tidak Membakar Lahan

Kodam XVII/Cenderawasih mengimbau masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan pertanian dengan cara membakar. Warga juga diminta memastikan tidak ada sisa api yang ditinggalkan tanpa pengawasan karena dapat memicu kebakaran yang lebih luas.

Masyarakat yang menemukan indikasi kebakaran hutan dan lahan diminta segera melaporkannya kepada Babinsa, Koramil, atau petugas terkait.

Kecepatan penyampaian informasi dinilai penting untuk mendukung penanganan awal, khususnya di kawasan pedalaman dengan akses terbatas.

Kodam XVII/Cenderawasih menegaskan bahwa sinergi antara masyarakat, TNI, pemerintah daerah, dan instansi penanggulangan bencana menjadi faktor penting dalam mencegah meluasnya karhutla serta mengurangi dampak kabut asap terhadap lingkungan dan aktivitas masyarakat di Papua.

Berita Terkait

KNMP TANJUNG KASUARI PERKUAT INFRASTRUKTUR PERIKANAN, AKSES EKSPOR NELAYAN JADI PERHATIAN
*KNMP Kota Sorong Perkuat Rantai Dingin, Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal*
1.370 Kapal Fiber KNMP Diproduksi di Manokwari, Buka Peluang Kerja bagi Putra Papua
Satgas Damai Cartenz Tangkap DPO Penganiayaan Berat di Puncak jaya, Dugaan Keterkaitan Jaringan Senjata dan Amunisi Didalami
KNMP Wamargege Didorong Perkuat Ekonomi Nelayan dan Potensi Udang Banana Sorong Selatan
Pria 58 Tahun Ditemukan Meninggal di Entrop Jayapura, Polisi Lakukan Penyelidikan
Lindungi Hak Masyarakat, Kementerian ATR/BPN Selesaikan 3.018 Kasus Pertanahan
KNMP Kampung Sima dan Dusun Wawu Papua Tengah, Infrastruktur Perikanan Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:28 WIT

KNMP TANJUNG KASUARI PERKUAT INFRASTRUKTUR PERIKANAN, AKSES EKSPOR NELAYAN JADI PERHATIAN

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:20 WIT

*KNMP Kota Sorong Perkuat Rantai Dingin, Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal*

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:15 WIT

1.370 Kapal Fiber KNMP Diproduksi di Manokwari, Buka Peluang Kerja bagi Putra Papua

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:56 WIT

Satgas Damai Cartenz Tangkap DPO Penganiayaan Berat di Puncak jaya, Dugaan Keterkaitan Jaringan Senjata dan Amunisi Didalami

Kamis, 22 Oktober 2026 - 05:05 WIT

Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Papua, Kodam Cenderawasih Perkuat Penanganan Karhutla

Berita Terbaru

Uncategorized

KNMP SUPRAU PERKUAT RANTAI USAHA PERIKANAN DI SORONG PAPUA BARAT DAYA

Minggu, 25 Okt 2026 - 16:42 WIT