Harapan Nelayan Waryesi: Hasil Laut Tak Lagi Sulit Dipasarkan

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 18 September 2026 - 11:54 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARATANAHPAPUA.COM — Kehadiran program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kampung Waryesi, Distrik Supiori Timur, Kabupaten Supiori, Papua, mulai membuka harapan baru bagi masyarakat pesisir.

Program ini tidak hanya diarahkan untuk menyediakan sarana pendukung aktivitas perikanan, tetapi juga diharapkan dapat memperkuat pengelolaan hasil tangkapan sekaligus mendorong perekonomian masyarakat.

Potensi laut selama ini menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Kampung Waryesi. Namun, aktivitas nelayan masih menghadapi sejumlah kendala, salah satunya keterbatasan akses terhadap pasar.

Kondisi tersebut membuat hasil tangkapan nelayan belum selalu dapat dipasarkan dengan mudah setelah mereka kembali dari laut.

Nelayan Kampung Waryesi, Matias Mansoben, mengatakan persoalan tersebut masih dirasakan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari. Salah satu kendala yang dihadapi adalah belum tersedianya tempat penjualan ikan yang layak.

“Tempat untuk jual ikan sendiri belum ada, tempat yang layak untuk kami jual hasil tangkapan dari laut. Sehingga banyak yang kami bawa datang, kadang jual tidak laku, akhirnya bisa dimakan saja,” kata Matias.

Menurut Matias, persoalan nelayan tidak hanya berhenti pada aktivitas menangkap ikan. Setelah hasil laut diperoleh, masyarakat juga membutuhkan dukungan untuk mendaratkan, menyimpan, mengelola, mendistribusikan, hingga memasarkan hasil tangkapan.

Baca Juga :  Baru Dikukuhkan, Ketua DPP APINDO Papua Moses Morin Langsung ‘Sikat’ Masalah OSS, Pinjaman Bank, dan Ekonomi Papua

Sebagian hasil tangkapan memang dapat dijual untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Namun, masih terdapat hasil laut yang belum memiliki tujuan pemasaran yang jelas.

“Kami jual satu dua ekor untuk mungkin kebutuhan keluarga di rumah, sedangkan sebagian besar kami mau jual ke mana,” ujar Matias.

KNMP dan Harapan Baru Masyarakat Waryesi

Pembangunan KNMP Waryesi diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi masyarakat pesisir.

Dukungan terhadap kebutuhan nelayan, mulai dari aktivitas melaut hingga penanganan hasil tangkapan, dinilai penting agar kegiatan perikanan tidak berhenti pada proses menangkap ikan.

Kebutuhan seperti BBM, es, tempat pendaratan, perahu, alat tangkap, transportasi, hingga pemasaran menjadi bagian yang berkaitan dengan keberlangsungan usaha nelayan.

Dengan dukungan sarana yang memadai, masyarakat diharapkan memiliki ruang lebih besar untuk mengembangkan aktivitas perikanan secara produktif.

Bagi masyarakat Waryesi, kehadiran KNMP juga membuka wawasan mengenai peluang pengembangan ekonomi berbasis potensi laut.

Pembangunan fasilitas tersebut memberikan gambaran bahwa hasil tangkapan dapat dikelola lebih baik apabila didukung sarana dan akses pasar yang memadai.

Namun, manfaat ekonomi KNMP tidak semata-mata bergantung pada pembangunan fisik. Keberlanjutan manfaatnya juga membutuhkan pengelolaan fasilitas, keterlibatan masyarakat, serta dukungan terhadap rantai pemasaran hasil perikanan.

Baca Juga :  Jenazah Korban Pembunuhan KKB Yahukimo Dimakamkan Massal

Menjaga KNMP untuk Jangka Panjang

Karena itu, keberadaan KNMP di Waryesi juga membutuhkan rasa memiliki dari masyarakat.

Fasilitas yang tersedia perlu dimanfaatkan dan dirawat bersama agar dapat terus mendukung aktivitas nelayan dalam jangka panjang.

Harapan tersebut sejalan dengan pandangan Matias agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga ikut menjaga dan mengelola fasilitas KNMP.

Dengan pengelolaan bersama, fasilitas yang dibangun diharapkan dapat terus dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas perikanan dan perekonomian masyarakat pesisir.

Bagi masyarakat Waryesi, penguatan sektor perikanan bukan hanya tentang meningkatkan hasil tangkapan. Tantangan berikutnya adalah memastikan hasil laut tersebut memiliki akses menuju pasar dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga nelayan.

Dengan demikian, KNMP diharapkan dapat berkembang menjadi ruang bersama yang menghubungkan aktivitas nelayan dengan pengelolaan hasil tangkapan dan peluang ekonomi lokal.

Keberlanjutan pengelolaan fasilitas serta keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting agar harapan terhadap masa depan ekonomi pesisir Waryesi dapat terus dijaga.

Berita Terkait

SKKK Jayapura Buka PMB 2027/2028, Ada Promo Super Early Bird hingga 11 November
Indografika Jayapura Hadirkan Kalender Custom 2027, Bikin Brand Dikenang Sepanjang Tahun
Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz dan Polres Puncak Selidiki Penikaman ASN di Ilaga, Dugaan Motif Balas Dendam Didalami
1.000 Anak Muda Sorong Bergemuruh! Pesan Presiden BRICS Youth Forum Ini Jadi Sorotan
SENTUH SISI KEMANUSIAAN, SATGAS DAMAI CARTENZ BERBAGI DENGAN ANAK PANTI ASUHAN DI JAYAPURA
PAPEDA DI KEEROM TEKANKAN DUKUNGAN KELUARGA BAGI MAMA MENYUSUI: “KETIKA BIKINNYA BERDUA, MAKA URUSNYA BERDUA”
RAWAT KEBERAGAMAN DI TANAH PAPUA, IKAWANGI PERKUAT SOLIDARITAS DAN PELESTARIAN BUDAYA
EKONOMI LESU, KAPMI TETAP OPTIMISTIS KAWAL TARGET PERTUMBUHAN 8 PERSEN
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 09:24 WIT

SKKK Jayapura Buka PMB 2027/2028, Ada Promo Super Early Bird hingga 11 November

Selasa, 3 November 2026 - 10:50 WIT

Indografika Jayapura Hadirkan Kalender Custom 2027, Bikin Brand Dikenang Sepanjang Tahun

Senin, 2 November 2026 - 11:58 WIT

Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz dan Polres Puncak Selidiki Penikaman ASN di Ilaga, Dugaan Motif Balas Dendam Didalami

Senin, 2 November 2026 - 11:41 WIT

1.000 Anak Muda Sorong Bergemuruh! Pesan Presiden BRICS Youth Forum Ini Jadi Sorotan

Minggu, 1 November 2026 - 15:35 WIT

SENTUH SISI KEMANUSIAAN, SATGAS DAMAI CARTENZ BERBAGI DENGAN ANAK PANTI ASUHAN DI JAYAPURA

Berita Terbaru