Kampung Nelayan Merah Putih Waryesi: Warga dan Pemerintah Bangun Masa Depan Ekonomi Pesisir

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 16 September 2026 - 13:45 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARATANAHPAPUA.COM – Kampung Waryesi, Distrik Supiori Timur, Kabupaten Supiori, Papua, tengah dipersiapkan menjadi bagian dari pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kawasan pesisir melalui pembangunan sarana pendukung perikanan, sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekonomi lokal.

Dukungan terhadap program KNMP terlihat dari keterlibatan pemerintah kampung dan masyarakat Waryesi. Pada Juni 2026, warga menyambut kunjungan Bupati dan Wakil Bupati Supiori bersama jajaran Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Satgas, serta Tim Pelaksana Percepatan Pembangunan KNMP.

Bagi masyarakat Waryesi, pembangunan kawasan nelayan tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fasilitas fisik. Program tersebut diharapkan dapat memperkuat aktivitas nelayan sekaligus membuka akses terhadap berbagai fasilitas yang menunjang kegiatan perikanan, mulai dari produksi hingga pemasaran.

Waryesi Disiapkan Menjadi Kawasan Nelayan Produktif

Konsep KNMP yang dikembangkan pemerintah mencakup pembangunan kawasan yang terintegrasi dengan aktivitas ekonomi masyarakat nelayan.

KKP menyebut penentuan lokasi KNMP mempertimbangkan sejumlah aspek, antara lain kesiapan lahan, kondisi sosial ekonomi masyarakat, keberadaan nelayan aktif, aktivitas perikanan, hingga komitmen pemerintah daerah.

Dalam survei pembangunan KNMP di wilayah Indonesia Timur, KKP menerjunkan 87 surveyor untuk menilai calon lokasi di lima provinsi di Pulau Papua.

Asesmen meliputi kondisi sosial ekonomi masyarakat, kelembagaan, partisipasi warga, usaha perikanan, infrastruktur pendukung, utilitas, serta potensi risiko bencana.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP Lotharia Latif menegaskan, pembangunan KNMP harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing lokasi.

“Setiap usulan tetap diseleksi secara menyeluruh mulai dari kesiapan lahan, keberadaan nelayan aktif, aktivitas perikanan tangkapnya benar-benar berjalan, sampai komitmen pemerintah daerahnya,” kata Lotharia, seperti dikutip dari laman Ditjen Perikanan Tangkap KKP.

Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting karena fasilitas yang dibangun nantinya membutuhkan pengelolaan dan pemanfaatan secara berkelanjutan.

Gotong Royong Warga dalam Pembangunan

Semangat gotong royong turut terlihat dalam proses pembangunan fasilitas KNMP di Waryesi.

Pada pertengahan September 2026, prajurit Yonif TP 859/RBK dilaporkan bergabung bersama masyarakat dalam pembangunan fasilitas di kawasan tersebut.

Baca Juga :  50,25 Kg ganja Ditemukan Tentara di Keerom

Laporan Sinergi Bangsa menyebut kegiatan itu merupakan bagian dari Program BERSEMI yang berfokus pada kebersihan dan kesehatan lingkungan.

Selain membantu pekerjaan fisik, personel yang terlibat juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga fasilitas publik agar dapat digunakan dalam jangka panjang.

Keterlibatan warga menjadi penting karena masyarakat setempat merupakan pihak yang nantinya akan beraktivitas sekaligus memanfaatkan fasilitas kawasan nelayan tersebut.

Sebelumnya, Pemerintah Kampung Waryesi bersama masyarakat juga menyatakan kesiapan mendukung pembangunan KNMP.

Dalam laporan Suara Negeri News, masyarakat berharap program tersebut dapat memperluas peluang usaha, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan pelayanan dan aktivitas ekonomi warga.

KNMP Tak Hanya Berorientasi pada Penangkapan Ikan

Salah satu tantangan masyarakat nelayan adalah meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan setelah ikan didaratkan.

Karena itu, konsep KNMP dikembangkan dengan pendekatan yang menghubungkan aktivitas perikanan dari hulu hingga hilir.

KKP menjelaskan, model KNMP 2026 dikembangkan dalam bentuk kluster yang saling terhubung secara ekonomi.

KNMP hub dirancang sebagai pusat konsolidasi dan pengolahan hasil perikanan dengan fasilitas seperti cold storage. Sementara KNMP penyangga menjadi lokasi pengumpulan hasil tangkapan dengan fasilitas pendaratan dan rantai dingin awal.

Hasil perikanan selanjutnya diarahkan terhubung dengan sentra logistik, termasuk pelabuhan perikanan maupun pelabuhan umum, sebelum didistribusikan ke pasar regional, nasional hingga pasar ekspor.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono sebelumnya menjelaskan, model tersebut diharapkan dapat memperkuat rantai pasok, meningkatkan efisiensi distribusi, sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan nelayan.

Dengan demikian, aktivitas ekonomi nelayan tidak berhenti pada proses melaut dan menjual hasil tangkapan. Fasilitas penyimpanan, pengolahan, logistik, dan pemasaran menjadi bagian dari ekosistem ekonomi pesisir.

Membuka Peluang Ekonomi Baru

Pembangunan KNMP di Waryesi juga membuka peluang bagi tumbuhnya kegiatan ekonomi pendukung.

Ketika fasilitas perikanan tersedia dan dikelola dengan baik, masyarakat dapat memiliki akses yang lebih dekat terhadap sarana produksi, penyimpanan, pengolahan, hingga perdagangan hasil perikanan.

Namun, pembangunan fasilitas fisik tidak dengan sendirinya menjamin peningkatan ekonomi masyarakat.

Baca Juga :  Kuasa Hukum Minta Gubernur Papua Tengah Tindak Lanjuti PAW Anggota DPR

Diperlukan kesiapan sumber daya manusia, kelembagaan, tata kelola, serta pemanfaatan fasilitas secara optimal agar manfaat program dapat berlangsung dalam jangka panjang.

Karena itu, keterlibatan masyarakat sejak proses pembangunan menjadi modal sosial penting. Warga tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga memiliki peran dalam memastikan fasilitas yang dibangun sesuai kebutuhan dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Pengawasan untuk Menjaga Akuntabilitas

Keberlanjutan pembangunan KNMP juga berkaitan dengan aspek pengawasan.

Inspektorat Jenderal KKP menyebut pengawasan pembangunan KNMP dilakukan untuk menilai capaian fisik, kesesuaian kondisi lapangan dengan laporan, serta mendeteksi potensi persoalan, seperti keterlambatan maupun ketidaksesuaian teknis.

Pengawasan lapangan juga disebut berfungsi menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam pemanfaatan dana serta sumber daya pembangunan.

Secara nasional, KKP menyebut sejumlah fasilitas KNMP antara lain pabrik es, gudang beku, sentra kuliner, bengkel kapal, dan kios perbekalan nelayan. Fasilitas tersebut diarahkan untuk mendukung produktivitas masyarakat nelayan.

Bagi Waryesi, kesinambungan antara pembangunan fisik, kesiapan masyarakat, dan pengelolaan kawasan akan menjadi bagian penting dalam perjalanan KNMP ke depan.

Membangun Bersama Masyarakat

Dukungan masyarakat Waryesi terhadap pembangunan KNMP menjadi salah satu modal penting dalam proses pengembangan kawasan tersebut.

Pemerintah kampung dan warga telah menyatakan kesiapan mendukung pembangunan kawasan pesisir yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi nelayan dan pelaku usaha perikanan.

Semangat gotong royong dalam proses pembangunan menunjukkan bahwa keberadaan fasilitas KNMP nantinya tidak terlepas dari peran masyarakat sebagai pengguna sekaligus bagian dari pengelolaan kawasan.

Keberhasilan KNMP Waryesi pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh berdirinya fasilitas fisik. Keberlanjutan program juga akan bergantung pada bagaimana fasilitas tersebut dimanfaatkan, dirawat, dikelola, dan dikembangkan bersama masyarakat.

Dengan potensi perikanan yang dimiliki Kabupaten Supiori, pembangunan kawasan nelayan di Waryesi dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi masyarakat pesisir.

Namun, manfaat tersebut membutuhkan kesinambungan antara pembangunan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, penguatan kelembagaan, serta tata kelola yang berjalan dalam jangka panjang.

Berita Terkait

Koops TNI Habema Ungkap Insiden Pengemudi Lajuran Tewas di Jalur Wamena-Mbua
KNMP Warmasen Jadi Langkah Penguatan Ekonomi Nelayan Raja Ampat
Satgas Kepolisian Ops Damai Cartenz Ungkap Perkembangan Kasus Penembakan Tiga Warga Sipil di Jayawijaya, Polisi Kantongi Ciri-ciri Pelaku
Angka Bunuh Diri Meningkat, Psikolog: Pencegahan Bukan Hanya Tanggung Jawab Tenaga Kesehatan
BMP RI Imbau Warga Tak Terprovokasi Usai Penembakan Pilot di Yahukimo
Staf Khusus Presiden RI Dorong Batam Bangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) UMKM untuk Tujuan Ekspor
Persekutuan Wanita GKI Didorong Jadi Pilar Kesehatan Mental Keluarga
Program SESAMA Pertamina Hadir dan Dukung Semangat Belajar Anak-anak di Doromena Papua
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 14:06 WIT

Koops TNI Habema Ungkap Insiden Pengemudi Lajuran Tewas di Jalur Wamena-Mbua

Rabu, 16 September 2026 - 13:45 WIT

Kampung Nelayan Merah Putih Waryesi: Warga dan Pemerintah Bangun Masa Depan Ekonomi Pesisir

Selasa, 15 September 2026 - 11:57 WIT

KNMP Warmasen Jadi Langkah Penguatan Ekonomi Nelayan Raja Ampat

Jumat, 11 September 2026 - 16:29 WIT

Satgas Kepolisian Ops Damai Cartenz Ungkap Perkembangan Kasus Penembakan Tiga Warga Sipil di Jayawijaya, Polisi Kantongi Ciri-ciri Pelaku

Jumat, 11 September 2026 - 07:53 WIT

Angka Bunuh Diri Meningkat, Psikolog: Pencegahan Bukan Hanya Tanggung Jawab Tenaga Kesehatan

Berita Terbaru