Persekutuan Wanita GKI Didorong Jadi Pilar Kesehatan Mental Keluarga

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:32 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peran Perempuan sebagai Pilar Kesehatan Mental Keluarga

Peran perempuan dalam kehidupan sehari-hari tidak hanya penting bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya. Berbagai tanggung jawab yang dijalankan secara bersamaan kerap membuat perempuan dituntut untuk selalu kuat dan mampu melakukan segala sesuatu dengan sempurna.

Kondisi tersebut, menurut Ketua Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia Wilayah Papua, Devita Marthin, S.Psi., M.Psi., Psikolog, tidak jarang membuat banyak perempuan mengabaikan kebutuhan diri sendiri, termasuk dalam menjaga kesehatan mental.

Hal itu disampaikan Devita saat membawakan materi bertema “Wanita Kristen sebagai Pilar Kesehatan Mental Keluarga” dalam rangkaian wisata rohani Persekutuan Wanita (PW) Jemaat GKI Pengharapan Merauke ke PW Jemaat GKI Sion Tanah Merah, Boven Digoel, Sabtu (22/8/2026).

Menurutnya, pembahasan mengenai kesehatan mental hingga kini masih kerap dikaitkan dengan gangguan kejiwaan yang berat. Kondisi tersebut kemudian memunculkan stigma negatif terhadap orang-orang yang sedang berjuang menghadapi persoalan kesehatan mental.

Baca Juga :  Paslon MARIYO Juga Unggul di TPS 21 Koya Muara Tami

Padahal, kata Devita, menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik.

“Kesehatan mental bukan sekadar tidak adanya gangguan atau penyakit, tetapi juga bagaimana seseorang mampu mengenal kelebihan dan kekurangan dirinya, mengatasi berbagai masalah atau tekanan dalam kehidupan sehari-hari, serta memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sebagai wanita Kristen, kaum ibu memiliki sejumlah peran penting dalam keluarga. Selain sebagai pelayan kasih dan tiang doa bagi keluarga, seorang ibu juga berperan dalam membentuk karakter anak-anak sesuai ajaran iman Kristiani serta menjadi salah satu pilar dalam menjaga kesehatan mental keluarga.

Karena itu, kesadaran menjaga kesehatan mental perlu dimulai dari diri sendiri. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui pemeriksaan atau skrining kesehatan mental secara berkala, membangun relasi yang sehat, menyediakan waktu untuk beristirahat dari rutinitas, melakukan kegiatan penyegaran, hingga aktif dalam kelompok-kelompok positif seperti Persekutuan Wanita Gereja.

Baca Juga :  Satgas Damai Cartenz Temukan 559 Selongsong Peluru di Honai Tersembunyi di Hutan Intan Jaya

Dalam kegiatan itu, Devita juga melakukan skrining kesehatan mental bagi anggota PW yang hadir. Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk memberikan pemahaman bahwa menjaga kesehatan mental tidak harus menunggu hingga seseorang mengalami gejala yang berat.

Para peserta juga diberi kesempatan untuk berbagi pengalaman sehari-hari serta saling memberikan dukungan dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

Devita berharap Persekutuan Wanita di gereja dapat menjadi wadah yang positif dan aman bagi kaum ibu untuk saling mendukung dalam menjaga kesehatan mental.

Ia juga mengingatkan agar mereka yang mengalami persoalan kesehatan mental tidak takut mencari bantuan, baik kepada pendeta atau pimpinan jemaat, rekan sepelayanan, maupun tenaga profesional.

“Dengan mendapatkan bantuan dan penanganan yang tepat, setiap ibu diharapkan tetap dapat menjaga kesehatan dirinya dan menjalankan perannya dalam keluarga secara optimal,” katanya.

Berita Terkait

KNMP TANJUNG KASUARI PERKUAT INFRASTRUKTUR PERIKANAN, AKSES EKSPOR NELAYAN JADI PERHATIAN
*KNMP Kota Sorong Perkuat Rantai Dingin, Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal*
1.370 Kapal Fiber KNMP Diproduksi di Manokwari, Buka Peluang Kerja bagi Putra Papua
Satgas Damai Cartenz Tangkap DPO Penganiayaan Berat di Puncak jaya, Dugaan Keterkaitan Jaringan Senjata dan Amunisi Didalami
KNMP Wamargege Didorong Perkuat Ekonomi Nelayan dan Potensi Udang Banana Sorong Selatan
Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Papua, Kodam Cenderawasih Perkuat Penanganan Karhutla
Pria 58 Tahun Ditemukan Meninggal di Entrop Jayapura, Polisi Lakukan Penyelidikan
Lindungi Hak Masyarakat, Kementerian ATR/BPN Selesaikan 3.018 Kasus Pertanahan
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:28 WIT

KNMP TANJUNG KASUARI PERKUAT INFRASTRUKTUR PERIKANAN, AKSES EKSPOR NELAYAN JADI PERHATIAN

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:20 WIT

*KNMP Kota Sorong Perkuat Rantai Dingin, Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal*

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:15 WIT

1.370 Kapal Fiber KNMP Diproduksi di Manokwari, Buka Peluang Kerja bagi Putra Papua

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:56 WIT

Satgas Damai Cartenz Tangkap DPO Penganiayaan Berat di Puncak jaya, Dugaan Keterkaitan Jaringan Senjata dan Amunisi Didalami

Kamis, 22 Oktober 2026 - 05:05 WIT

Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Papua, Kodam Cenderawasih Perkuat Penanganan Karhutla

Berita Terbaru

Uncategorized

KNMP SUPRAU PERKUAT RANTAI USAHA PERIKANAN DI SORONG PAPUA BARAT DAYA

Minggu, 25 Okt 2026 - 16:42 WIT