Lembaga Resmi PBB resmi buka kantor operasional di Papua, Gandeng Kitong Bisa Foundation

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 12:01 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Program TEKAD PBRT tidak hanya memberikan pelatihan literasi keuangan, perencanaan ekonomi rumah tangga, dan kewirausahaan, tetapi juga memberikan dukungan pengembangan usaha melalui demonstration plot (demplot) untuk mengembangkan komoditas unggulan di setiap kampung.

Program TEKAD PBRT tidak hanya memberikan pelatihan literasi keuangan, perencanaan ekonomi rumah tangga, dan kewirausahaan, tetapi juga memberikan dukungan pengembangan usaha melalui demonstration plot (demplot) untuk mengembangkan komoditas unggulan di setiap kampung.

SUARATANAHPAPUA.COM , – International Fund for Agricultural Development atau IFAD, lembaga khusus di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa, bersama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal serta Kitong Bisa Foundation resmi memulai operasional program pemberdayaan masyarakat kampung di Provinsi Papua.

Dimulainya kegiatan tersebut ditandai dengan pembukaan kantor operasional Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu–Perencanaan Berbasis Rumah Tangga atau TEKAD PBRT di Waena, Kota Jayapura, pada Rabu, 29 Juli 2026.

Kantor operasional tersebut akan menjadi pusat koordinasi pelaksanaan pelatihan, pendampingan, pengembangan usaha, serta penguatan kapasitas masyarakat di kampung-kampung sasaran program.

Program TEKAD PBRT merupakan kolaborasi antara Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, IFAD, dan Kitong Bisa Foundation. Program ini diarahkan untuk membantu mengurangi kemiskinan dan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga melalui pendekatan pemberdayaan berbasis rumah tangga.

Melalui program tersebut, masyarakat akan mendapatkan pelatihan pengelolaan keuangan keluarga, perencanaan ekonomi rumah tangga, kewirausahaan, pendampingan usaha, serta dukungan permodalan untuk mengembangkan kegiatan ekonomi produktif di kampung.

Papua dipilih sebagai salah satu wilayah pelaksanaan program karena masih menghadapi tantangan kemiskinan, keterbatasan akses ekonomi, kesenjangan pembangunan, serta ketimpangan gender yang masih tinggi. Partisipasi perempuan dalam Program TEKAD juga masih relatif rendah, yakni sekitar 24 persen, terutama dalam perencanaan desa, kegiatan ekonomi produktif, dan pengambilan keputusan di tingkat rumah tangga.

Di Provinsi Papua, Program TEKAD PBRT akan dilaksanakan di empat kabupaten, 19 distrik, dan 79 kampung, dengan sasaran lebih dari 1.975 rumah tangga, terutama keluarga Orang Asli Papua.

Empat kabupaten yang menjadi wilayah pelaksanaan program adalah Kabupaten Jayapura, Keerom, Sarmi, dan Kepulauan Yapen.

Setiap rumah tangga peserta akan dibantu untuk memetakan kondisi ekonomi keluarga, mencatat sumber pendapatan dan pengeluaran, mengenali aset produktif, menyusun prioritas kebutuhan, merencanakan pendidikan anak, serta mengembangkan kegiatan usaha berdasarkan potensi yang tersedia di masing-masing kampung.

Baca Juga :  Tantangan Global, Kasdam Cenderawasih Ajak Jaga Persatuan dan Kedamaian

Kitong Bisa Foundation dipilih sebagai mitra pelaksana lokal karena memiliki pengalaman dalam menjalankan berbagai program pendidikan, kewirausahaan, dan pemberdayaan masyarakat di Papua, termasuk program-program yang memperoleh dukungan dari lembaga nasional dan internasional.

Pembukaan kantor operasional Program TEKAD PBRT dilakukan oleh perwakilan Kementerian Desa dan PDT, Ketua Tim Kerja Peningkatan Kapasitas Program TEKAD Gilar Cahya Nirmaya, S.Si., M.AP. Ketua Tim Kerja Peningkatan Kapasitas Program TEKAD, bersama Direktur Utama Kitong Bisa Foundation, Mohamad Afif Dzulqifli, serta Adviser Kitong Bisa Foundation, Rachel Mambrasar.

Gilar menyampaikan bahwa keberadaan kantor operasional di Papua diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara pemerintah, IFAD, Kitong Bisa Foundation, pemerintah daerah, pemerintah kampung, fasilitator, serta masyarakat penerima manfaat.

“Kantor ini diharapkan menjadi pusat koordinasi dan penggerak kegiatan Program TEKAD PBRT di Papua. Dari tempat ini, seluruh proses pelatihan, pendampingan, pemantauan, dan evaluasi program akan dikoordinasikan agar dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kampung,” ujar Gilar.

Direktur Utama Kitong Bisa Foundation, Mohamad Afif Dzulqifli, mengatakan bahwa kantor operasional tersebut tidak hanya akan digunakan untuk menjalankan kegiatan administratif program, tetapi juga menjadi ruang belajar dan kolaborasi bagi generasi muda Papua.

“Kami berharap kantor ini menjadi rumah bersama bagi anak-anak muda Papua yang memiliki semangat untuk membangun daerahnya. Tempat ini dapat digunakan untuk berdiskusi, belajar, mengembangkan gagasan, dan merancang berbagai kegiatan yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat Papua,” ujar Mohamad Afif Dzulqifli.

Menurutnya, keberhasilan Program TEKAD PBRT sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat lokal. Karena itu, program tersebut melibatkan putra-putri asli Papua sebagai fasilitator yang akan mendampingi rumah tangga peserta di setiap kampung.

Baca Juga :  GREAT Institute: Perang Tarif Trump Momentum Membangun Tanpa Ciptakan Ketergantungan

Para fasilitator terpilih akan mendapatkan pelatihan secara berkala di kantor operasional tersebut sebelum diterjunkan ke wilayah penugasan masing-masing.

Pelatihan fasilitator mencakup metode Perencanaan Berbasis Rumah Tangga, literasi keuangan, kewirausahaan, komunikasi masyarakat, pengumpulan data, pendampingan usaha, kesetaraan gender, serta pemetaan potensi ekonomi kampung.

Adviser Kitong Bisa Foundation, Rachel Mambrasar, menjelaskan bahwa para fasilitator dipersiapkan agar mampu menyampaikan konsep ekonomi dan pengelolaan keuangan dengan bahasa yang sederhana, kontekstual, dan mudah dipahami oleh masyarakat.

“Fasilitator bukan hanya datang untuk memberikan materi. Mereka akan berjalan bersama masyarakat, mendengarkan persoalan yang dihadapi setiap keluarga, membantu menyusun rencana ekonomi, dan memastikan pengetahuan yang diberikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Rachel Mambrasar.

Pelibatan pemuda dan pemudi asli Papua sebagai fasilitator juga diharapkan dapat memperkuat rasa kepemilikan masyarakat terhadap program. Para fasilitator lokal dinilai memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai bahasa, budaya, karakteristik sosial, serta kondisi geografis masyarakat di wilayah penugasan.

Setelah menyelesaikan pelatihan, para fasilitator akan dikirim ke 79 kampung untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kepada lebih dari 1.700 rumah tangga penerima manfaat.

Sebagian wilayah dapat dijangkau melalui perjalanan darat, sedangkan sejumlah kampung di wilayah kepulauan harus ditempuh menggunakan transportasi laut. Meskipun menghadapi medan yang berat, para fasilitator diharapkan tetap menjalankan tugas dengan semangat dan tanggung jawab.

Program TEKAD PBRT diharapkan tidak hanya menghasilkan peningkatan pengetahuan masyarakat, tetapi juga menciptakan perubahan jangka panjang dalam pengelolaan ekonomi keluarga, peningkatan pendapatan, pengembangan usaha produktif, dan pengurangan kemiskinan.

Keberadaan kantor operasional Program TEKAD PBRT di Waena juga menjadi simbol dimulainya kolaborasi jangka panjang antara pemerintah, lembaga internasional, organisasi lokal Papua, pemerintah kampung, dan masyarakat.

Berita Terkait

Pecahkan Rekor Nasional, Kemendes PDT Gandeng Kitong Bisa Foundation Latih dan Dampingi 1.975 Rumah Tangga di 79 Desa di Papua lewat Program TEKAD PBRT untuk Kurangi Angka Kemiskinan
Koops TNI Habema Salurkan Lebih dari Dua Ton Bantuan untuk Warga Terdampak El Nino di Kabupaten Puncak
TNI Habema Evakuasi Jenazah Korban Penembakan OPM di Yahukimo
Empat Pemain Persipura Dipanggil Bela Indonesia All-Star Lawan Aston Villa, PT NCK: Kebanggaan bagi Papua
Horison Kotaraja Rayakan HUT Ke-7 Bertema “Koboi”, Usung Semangat Tangguh Hadapi Persaingan
Rakor Pencegahan Korupsi, Ketua KPK bersama Empat Kapolda se-Tanah Papua akan awasi Ketat Penggunaan Dana otsus
Polda Papua Sukses Gelar ops Sikat Cartenz, 37 Penjahat Diringkus
Bawa Ganja 16,97 Gram, Dua Pemuda di Merauke Diserahkan ke Jaksa
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 12:01 WIT

Lembaga Resmi PBB resmi buka kantor operasional di Papua, Gandeng Kitong Bisa Foundation

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:31 WIT

Pecahkan Rekor Nasional, Kemendes PDT Gandeng Kitong Bisa Foundation Latih dan Dampingi 1.975 Rumah Tangga di 79 Desa di Papua lewat Program TEKAD PBRT untuk Kurangi Angka Kemiskinan

Jumat, 31 Juli 2026 - 19:36 WIT

Koops TNI Habema Salurkan Lebih dari Dua Ton Bantuan untuk Warga Terdampak El Nino di Kabupaten Puncak

Jumat, 31 Juli 2026 - 19:25 WIT

TNI Habema Evakuasi Jenazah Korban Penembakan OPM di Yahukimo

Jumat, 31 Juli 2026 - 19:22 WIT

Empat Pemain Persipura Dipanggil Bela Indonesia All-Star Lawan Aston Villa, PT NCK: Kebanggaan bagi Papua

Berita Terbaru

Uncategorized

TNI Habema Evakuasi Jenazah Korban Penembakan OPM di Yahukimo

Jumat, 31 Jul 2026 - 19:25 WIT