Pecahkan Rekor Nasional, Kemendes PDT Gandeng Kitong Bisa Foundation Latih dan Dampingi 1.975 Rumah Tangga di 79 Desa di Papua lewat Program TEKAD PBRT untuk Kurangi Angka Kemiskinan

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:31 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Program TEKAD PBRT tidak hanya memberikan pelatihan literasi keuangan, perencanaan ekonomi rumah tangga, dan kewirausahaan, tetapi juga memberikan dukungan pengembangan usaha melalui demonstration plot (demplot) untuk mengembangkan komoditas unggulan di setiap kampung.

Program TEKAD PBRT tidak hanya memberikan pelatihan literasi keuangan, perencanaan ekonomi rumah tangga, dan kewirausahaan, tetapi juga memberikan dukungan pengembangan usaha melalui demonstration plot (demplot) untuk mengembangkan komoditas unggulan di setiap kampung.

SUARATANAHPAPUA.COM – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal melalui Direktorat Pengembangan Produk Unggulan Desa dan Daerah Tertinggal menggandeng Kitong Bisa Foundation untuk melatih 1.975 rumah tangga di 79 kampung yang tersebar di Kabupaten Jayapura, Keerom, Sarmi, dan Kepulauan Yapen, Provinsi Papua.

Program pemberdayaan berskala besar tersebut dilaksanakan melalui Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu–Perencanaan Berbasis Rumah Tangga atau TEKAD PBRT, dengan dukungan pendanaan dari International Fund for Agricultural Development (IFAD), lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa yang berfokus pada pembangunan pertanian dan masyarakat perdesaan.

Program TEKAD PBRT tidak hanya memberikan pelatihan literasi keuangan, perencanaan ekonomi rumah tangga, dan kewirausahaan, tetapi juga memberikan dukungan pengembangan usaha melalui demonstration plot (demplot) untuk mengembangkan komoditas unggulan di setiap kampung.

Melalui pendekatan tersebut, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan keluarga, tetapi juga didorong untuk mengembangkan kegiatan ekonomi produktif sesuai dengan potensi sumber daya yang tersedia di wilayah masing-masing.

Pelatihan menggunakan pendekatan Household Management System atau HMS, yang dalam pelaksanaannya diterapkan melalui metode Perencanaan Berbasis Rumah Tangga atau PBRT. Pendekatan yang didorong oleh IFAD tersebut membantu setiap keluarga memetakan kondisi ekonomi, pendapatan, pengeluaran, aset, kebutuhan pendidikan, rencana usaha, dan target keuangan keluarga.

Program ini juga menggabungkan pelatihan pengelolaan keuangan dengan penguatan kapasitas kewirausahaan, pendampingan, serta dukungan permodalan. Kombinasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga kurang mampu, menambah sumber pendapatan masyarakat, serta berkontribusi terhadap pengurangan angka kemiskinan di tingkat kampung.

Untuk menjangkau 79 kampung, para fasilitator Kitong Bisa Foundation harus menempuh perjalanan selama berjam-jam melalui medan yang tidak mudah. Sebagian kampung dijangkau menggunakan jalur darat, sementara sejumlah wilayah lainnya, khususnya di Kabupaten Kepulauan Yapen, harus ditempuh menggunakan transportasi laut.

Keterbatasan infrastruktur, jarak yang jauh, serta kondisi geografis Papua tidak mengurangi semangat para fasilitator untuk membawa pelatihan dan pendampingan ekonomi hingga ke wilayah pedalaman dan kepulauan.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari semangat Kitong Bisa Foundation untuk memastikan bahwa masyarakat yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan dan kegiatan ekonomi tetap memperoleh akses terhadap pengetahuan, pelatihan, serta peluang pengembangan usaha.

Baca Juga :  Polda Papua Sukses Gelar ops Sikat Cartenz, 37 Penjahat Diringkus

CEO Kitong Bisa Foundation, Mohamad Afif Dzulqifli, menyampaikan bahwa pelaksanaan Program TEKAD PBRT merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah, lembaga internasional, organisasi masyarakat, pemerintah kampung, dan masyarakat penerima manfaat.

“Program ini tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan. Kami ingin memastikan setiap rumah tangga memiliki kemampuan untuk menyusun rencana ekonomi keluarga, mengelola pendapatan, mengembangkan usaha, serta memanfaatkan dukungan permodalan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan,” ujar Afif.

Ia menjelaskan bahwa seluruh fasilitator telah memperoleh pembekalan sebelum diterjunkan ke kampung-kampung. Para fasilitator juga dipersiapkan untuk menyampaikan materi dengan bahasa sederhana, kontekstual, dan mudah dipahami oleh masyarakat.

Selain Mohamad Afif Dzulqifli, Adviser Kitong Bisa Foundation, Rachel Mambrasar, turut turun langsung memberikan pelatihan dan berinteraksi dengan masyarakat Papua.

Rachel menekankan pentingnya menjadikan keluarga sebagai titik awal pembangunan ekonomi kampung. Menurutnya, peningkatan kesejahteraan masyarakat harus dimulai dengan membantu setiap rumah tangga mengenali potensi, tantangan, dan prioritas ekonominya.

“Setiap keluarga memiliki kondisi, sumber daya, dan kebutuhan yang berbeda. Melalui Perencanaan Berbasis Rumah Tangga, masyarakat dibantu untuk menyusun tujuan ekonomi yang realistis, menentukan langkah usaha, mengatur pengeluaran, serta menyiapkan kebutuhan keluarga pada masa depan,” jelas Rachel.

Para fasilitator yang terpilih dalam program tersebut sebagian besar merupakan putra dan putri asli Papua yang memiliki visi dan komitmen untuk membangun Tanah Papua.

Pelibatan fasilitator lokal menjadi bagian penting dari strategi pelaksanaan program karena mereka memiliki pemahaman mengenai budaya, bahasa, kondisi geografis, serta karakteristik sosial dan ekonomi masyarakat di masing-masing wilayah.

Para fasilitator tidak hanya bertugas menyampaikan materi pelatihan, tetapi juga menjadi penghubung antara program, pemerintah kampung, dan masyarakat. Mereka mendampingi peserta dalam menyusun rencana ekonomi keluarga, mengenali potensi usaha, dan memahami prinsip dasar pengelolaan keuangan.

Masyarakat menyambut baik pelaksanaan Program TEKAD PBRT dan berpartisipasi aktif selama pelatihan berlangsung. Para peserta mengikuti diskusi, simulasi pengelolaan keuangan, penyusunan rencana usaha, serta identifikasi komoditas unggulan yang dapat dikembangkan di kampung masing-masing.

Baca Juga :  Praktisi Hukum Anthon Raharusun Serukan Penegakan Hukum Judi TOGEL di Jayapura

Kepala kampung dan tokoh masyarakat di Kabupaten Sarmi juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Desa dan PDT, IFAD, serta Kitong Bisa Foundation. Menurut mereka, program tersebut tidak hanya memberikan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga menghadirkan dukungan pengembangan usaha bagi masyarakat melalui demonstration plot (demplot).

Dukungan dalam bentuk demplot diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran langsung bagi masyarakat untuk mengembangkan komoditas unggulan, meningkatkan produktivitas, memperkuat kerja sama kelompok, dan membuka peluang pemasaran produk lokal.

Melalui program tersebut, setiap kampung didorong untuk mengidentifikasi komoditas yang paling potensial berdasarkan kondisi alam, kemampuan masyarakat, peluang pasar, serta keberlanjutan usaha.

Program TEKAD PBRT juga diharapkan dapat memperkuat keterhubungan antara perencanaan ekonomi rumah tangga dan pembangunan kampung. Informasi mengenai kebutuhan, potensi, dan rencana usaha masyarakat dapat menjadi masukan bagi pemerintah kampung dalam menyusun program pembangunan yang lebih tepat sasaran.

Kitong Bisa Foundation menyampaikan terima kasih kepada Direktorat Pengembangan Produk Unggulan Desa dan Daerah Tertinggal Kementerian Desa dan PDT, IFAD, pemerintah kabupaten, pemerintah kampung, para fasilitator, serta seluruh masyarakat yang telah terlibat dalam pelaksanaan program tersebut.

“Terima kasih kepada Direktorat Pengembangan Produk Unggulan Desa dan Daerah Tertinggal Kementerian Desa dan PDT, IFAD, seluruh pemerintah daerah dan pemerintah kampung, serta para fasilitator yang telah bekerja hingga ke wilayah pedalaman. Semoga pelatihan dan dukungan permodalan ini membangun kekuatan ekonomi masyarakat Papua dan memberikan dampak yang dapat dirasakan secara berkelanjutan,” ujar Mohamad Afif Dzulqifli.

Melalui kolaborasi tersebut, Program TEKAD PBRT diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan literasi keuangan, perencanaan ekonomi keluarga, kewirausahaan, pengembangan komoditas unggulan, dan dukungan permodalan usaha.

Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas rumah tangga penerima manfaat, tetapi juga mendorong pertumbuhan kegiatan ekonomi kampung, menciptakan sumber pendapatan baru, memperkuat ketahanan keluarga, serta berkontribusi terhadap pengurangan kemiskinan di Papua.

Berita Terkait

Lembaga Resmi PBB resmi buka kantor operasional di Papua, Gandeng Kitong Bisa Foundation
Koops TNI Habema Salurkan Lebih dari Dua Ton Bantuan untuk Warga Terdampak El Nino di Kabupaten Puncak
TNI Habema Evakuasi Jenazah Korban Penembakan OPM di Yahukimo
Empat Pemain Persipura Dipanggil Bela Indonesia All-Star Lawan Aston Villa, PT NCK: Kebanggaan bagi Papua
Horison Kotaraja Rayakan HUT Ke-7 Bertema “Koboi”, Usung Semangat Tangguh Hadapi Persaingan
Rakor Pencegahan Korupsi, Ketua KPK bersama Empat Kapolda se-Tanah Papua akan awasi Ketat Penggunaan Dana otsus
Polda Papua Sukses Gelar ops Sikat Cartenz, 37 Penjahat Diringkus
Bawa Ganja 16,97 Gram, Dua Pemuda di Merauke Diserahkan ke Jaksa
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 12:01 WIT

Lembaga Resmi PBB resmi buka kantor operasional di Papua, Gandeng Kitong Bisa Foundation

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:31 WIT

Pecahkan Rekor Nasional, Kemendes PDT Gandeng Kitong Bisa Foundation Latih dan Dampingi 1.975 Rumah Tangga di 79 Desa di Papua lewat Program TEKAD PBRT untuk Kurangi Angka Kemiskinan

Jumat, 31 Juli 2026 - 19:36 WIT

Koops TNI Habema Salurkan Lebih dari Dua Ton Bantuan untuk Warga Terdampak El Nino di Kabupaten Puncak

Jumat, 31 Juli 2026 - 19:25 WIT

TNI Habema Evakuasi Jenazah Korban Penembakan OPM di Yahukimo

Jumat, 31 Juli 2026 - 19:22 WIT

Empat Pemain Persipura Dipanggil Bela Indonesia All-Star Lawan Aston Villa, PT NCK: Kebanggaan bagi Papua

Berita Terbaru

Uncategorized

TNI Habema Evakuasi Jenazah Korban Penembakan OPM di Yahukimo

Jumat, 31 Jul 2026 - 19:25 WIT