SUARATANAHPAPUA.COM – Perwakilan jurnalis, Odeodata H. Julia, mengatakan aksi 1.000 lilin yang digelar di Kota Jayapura merupakan bentuk solidaritas spontan para wartawan untuk mengenang lima jurnalis yang hilang saat menjalankan tugas jurnalistik di perairan Selat Sunda.
Menurut Odeodata, aksi tersebut dipersiapkan hanya dalam waktu sekitar tiga hari. Meski waktu persiapannya singkat, antusiasme para jurnalis cukup tinggi.
Sekitar 50 hingga hampir 100 orang hadir dalam aksi tersebut. Selain para jurnalis, kegiatan juga dihadiri perwakilan Pemerintah Kota Jayapura, Polresta Jayapura Kota dan Kejaksaan Tinggi Papua.
Odeodata mengatakan peristiwa yang menimpa lima jurnalis tersebut menjadi pengingat penting bagi insan pers, khususnya jurnalis di Papua, untuk selalu mengutamakan keselamatan saat menjalankan tugas di lapangan.
Menurutnya, tidak ada nilai berita yang sebanding dengan keselamatan maupun nyawa seorang jurnalis.
Karena itu, sebelum melakukan peliputan di wilayah yang dinilai rawan, wartawan perlu mempersiapkan diri, membaca situasi dan menggunakan naluri jurnalistik dalam mengambil keputusan.
Jika kondisi di lapangan dinilai membahayakan, jurnalis diminta tidak memaksakan diri untuk tetap melakukan peliputan.
“Tidak ada harga sebuah nyawa, tidak ada harga sebuah nilai berita,” tegas Odeodata.
Ia berharap peristiwa yang menimpa lima jurnalis di Selat Sunda dapat menjadi pelajaran bersama bagi seluruh insan pers.
Menurutnya, aspek keselamatan perlu menjadi perhatian utama agar jurnalis dapat menjalankan tugas jurnalistik secara profesional tanpa mengabaikan keselamatan diri.
Aksi 1.000 lilin tersebut sekaligus menjadi bentuk solidaritas para jurnalis di Jayapura sekaligus pengingat bahwa keselamatan harus menjadi prioritas dalam setiap aktivitas peliputan di lapangan.








