SUARATANAHPAPUA.COM – Setetes darah mungkin terlihat sederhana bagi orang yang sehat. Namun bagi pasien yang membutuhkan transfusi, darah yang didonorkan dapat menjadi bagian penting dalam proses pengobatan dan pemulihan.
Karena itu, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jayapura kembali mengajak masyarakat untuk menjadikan donor darah sebagai bentuk kepedulian sekaligus kebiasaan rutin membantu sesama.
Ajakan tersebut disampaikan Ketua PMI Kota Jayapura, Rustan Saru, dalam peringatan HUT ke-81 PMI sekaligus Sosialisasi Aksi Donor Darah tingkat Kota Jayapura yang berlangsung di Hotel Grand Tabi Entrop, Sabtu (19/9/2026).
Rustan mengatakan, kebutuhan darah di Kota Jayapura masih menjadi tantangan yang membutuhkan partisipasi masyarakat. Ketersediaan darah yang memadai sangat bergantung pada kesediaan masyarakat untuk secara sukarela dan rutin menjadi pendonor.
“Donor darah sangat penting untuk membantu pengobatan dan pemulihan kesehatan. Setetes darah sangat berarti bagi nyawa manusia,” ujar Rustan.
Menurutnya, kebutuhan darah dapat muncul kapan saja. Ketika pasien membutuhkan transfusi, keberadaan fasilitas kesehatan perlu didukung dengan ketersediaan darah dari para pendonor.
Karena itu, PMI Kota Jayapura mendorong masyarakat agar tidak melihat donor darah hanya sebagai kegiatan sosial yang dilakukan sesekali, tetapi menjadikannya bagian dari kepedulian terhadap sesama.
Perkuat Semangat Kemanusiaan
Memasuki usia ke-81 tahun, PMI terus memperkuat perannya sebagai organisasi kemanusiaan yang memberikan pelayanan kepada masyarakat tanpa membedakan suku, agama, ras maupun golongan.
Rustan mengatakan tema HUT ke-81 PMI, “Peduli, Bergerak Bersama”, menjadi pengingat bagi seluruh jajaran PMI untuk terus hadir ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.
Menurut dia, peduli berarti mampu melihat, mendengar dan memahami kebutuhan masyarakat. Bergerak berarti tidak menunda ketika bantuan dibutuhkan, sementara bersama berarti membangun kekuatan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
Kolaborasi tersebut antara lain dengan pemerintah daerah, Dinas Sosial, BPBD, Tagana, pemerintah kelurahan serta organisasi kemasyarakatan lainnya.
“Siapa pun yang paling dekat dengan bencana atau paling membutuhkan pertolongan harus menjadi prioritas kita,” katanya.
Selain memperkuat pelayanan, Rustan juga meminta seluruh relawan PMI Kota Jayapura menjaga kekompakan dan mengedepankan sikap ramah ketika memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Ia menilai semangat kemanusiaan dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana, tetapi memiliki makna bagi masyarakat.
“Satu senyuman, satu solusi,” tegasnya.
Apresiasi Pendonor Rutin
Dalam kegiatan tersebut, PMI Kota Jayapura juga memberikan penghargaan kepada masyarakat yang secara rutin mendonorkan darahnya.
Salah satu penghargaan diberikan kepada pendonor yang telah mencapai 25 kali donor darah.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi PMI sekaligus pesan bahwa kepedulian yang dilakukan secara berulang dapat memberikan manfaat bagi orang lain.
Peringatan HUT ke-81 PMI Kota Jayapura turut dihadiri Dewan Kehormatan PMI Kota Jayapura, pengurus PMI Kota Jayapura, perwakilan relawan dan kepala markas.
Kegiatan berlangsung sederhana dengan pemotongan nasi tumpeng dan kue ulang tahun sebagai ungkapan syukur atas perjalanan panjang PMI dalam menjalankan misi kemanusiaan.
Bagi Rustan, momentum HUT ke-81 harus menjadi pengingat bahwa kekuatan PMI bukan hanya berada pada organisasi dan relawannya, tetapi juga pada kepedulian masyarakat.
Ia pun kembali mengajak warga Kota Jayapura mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan melalui donor darah maupun berbagai kegiatan sosial lainnya.
“Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau tidak sekarang, kapan lagi? PMI Kota Jayapura terus peduli, solid, bergerak bersama dan responsif,” tandasnya.








