Karantina Papua Lepasliarkan Flora dan Fauna Endemik Hasil Gagalkan Penyelundupan

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 6 Juli 2026 - 09:47 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jayapura – Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Karantina) Papua berhasil mengembalikan puluhan flora dan fauna endemik Papua ke habitat alaminya setelah sebelumnya diamankan dari upaya perdagangan ilegal.

Kegiatan reintroduksi tersebut dilaksanakan di kawasan Isyo Hill’s Bird Watching, Kampung Rhepang Muaif, Distrik Nimbokrang, Kabupaten Jayapura, Sabtu (4/7/2026).

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Karantina Papua, Krisna Dwiharniati, mengatakan pelepasliaran tersebut merupakan bagian dari upaya penyelamatan satwa dan tumbuhan dilindungi hasil penindakan karantina.

“Ini tidak hanya pelepasliaran, tetapi kita menyelamatkan satwa dan tumbuhan dari perdagangan ilegal serta mengembalikannya ke habitat alaminya,” ujar Krisna.

Flora dan fauna yang dilepasliarkan terdiri atas satu ekor Cenderawasih Mati-Kawat, lima ekor Jagal Papua, dua ekor ular sanca, serta sepuluh rumpun anggrek dilindungi. Seluruhnya merupakan hasil penahanan petugas Karantina Papua di Pelabuhan Laut Jayapura dan Bandara Sentani selama Mei hingga Juni 2026.

Baca Juga :  Syafii Efendi Ajak Pemuda Papua Manfaatkan Peluang Globalisasi untuk Berkembang

Menurut Krisna, para pelaku menggunakan berbagai modus penyelundupan, mulai dari menyembunyikan satwa di kapal penumpang hingga mengirimkannya melalui paket dan kargo.

Sementara itu, anggrek yang berhasil diamankan terdiri atas dua rumpun Anggrek Besi, lima rumpun Anggrek Dasi, satu rumpun Anggrek Kribo, dan dua rumpun Anggrek Merpati.

Ia menegaskan, pengembalian flora dan fauna endemik ke habitatnya sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem hutan hujan tropis Papua. Selain berperan dalam kelestarian lingkungan, satwa dan tumbuhan endemik juga memiliki nilai budaya bagi masyarakat adat serta mendukung pengembangan ekowisata berbasis konservasi.

Selain hasil penindakan Karantina Papua, kegiatan tersebut juga melepasliarkan satu ekor Kakatua Koki dan satu ekor Kasturi Kepala Hitam yang ditranslokasikan dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulawesi Selatan, serta satu ekor burung Paruh-Kodok Pualam yang diserahkan secara sukarela oleh masyarakat.

Baca Juga :  Lima Anak Muda Indonesia Tunjukkan Ide Gila yang Jadi Nyata di Ajang CIMB Niaga 2025!

Krisna menjelaskan, seluruh proses penindakan hingga pelepasliaran dilaksanakan sesuai Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan serta Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Kegiatan tersebut juga melibatkan BBKSDA Papua, unsur Kepolisian, dan Lembaga Masyarakat Adat (LMA) setempat sebagai bentuk sinergi dalam menjaga kelestarian keanekaragaman hayati Papua.

“Kolaborasi lintas instansi ini merupakan wujud nyata sinergi untuk menjaga benteng terakhir keanekaragaman hayati Indonesia. Karantina berperan sebagai penjaga pintu masuk dari upaya penyelundupan, sedangkan KSDA mengelola kawasan hutan dan habitat asli satwa serta tumbuhan yang dilindungi,” kata Krisna.

Berita Terkait

KNMP TANJUNG KASUARI PERKUAT INFRASTRUKTUR PERIKANAN, AKSES EKSPOR NELAYAN JADI PERHATIAN
*KNMP Kota Sorong Perkuat Rantai Dingin, Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal*
1.370 Kapal Fiber KNMP Diproduksi di Manokwari, Buka Peluang Kerja bagi Putra Papua
Satgas Damai Cartenz Tangkap DPO Penganiayaan Berat di Puncak jaya, Dugaan Keterkaitan Jaringan Senjata dan Amunisi Didalami
KNMP Wamargege Didorong Perkuat Ekonomi Nelayan dan Potensi Udang Banana Sorong Selatan
Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Papua, Kodam Cenderawasih Perkuat Penanganan Karhutla
Pria 58 Tahun Ditemukan Meninggal di Entrop Jayapura, Polisi Lakukan Penyelidikan
Lindungi Hak Masyarakat, Kementerian ATR/BPN Selesaikan 3.018 Kasus Pertanahan
Berita ini 80 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:28 WIT

KNMP TANJUNG KASUARI PERKUAT INFRASTRUKTUR PERIKANAN, AKSES EKSPOR NELAYAN JADI PERHATIAN

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:20 WIT

*KNMP Kota Sorong Perkuat Rantai Dingin, Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal*

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:15 WIT

1.370 Kapal Fiber KNMP Diproduksi di Manokwari, Buka Peluang Kerja bagi Putra Papua

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:56 WIT

Satgas Damai Cartenz Tangkap DPO Penganiayaan Berat di Puncak jaya, Dugaan Keterkaitan Jaringan Senjata dan Amunisi Didalami

Kamis, 22 Oktober 2026 - 05:05 WIT

Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Papua, Kodam Cenderawasih Perkuat Penanganan Karhutla

Berita Terbaru

Uncategorized

KNMP SUPRAU PERKUAT RANTAI USAHA PERIKANAN DI SORONG PAPUA BARAT DAYA

Minggu, 25 Okt 2026 - 16:42 WIT