Jajaran Direksi dan Dewan Komisaris Bank Papua melakukan kunjungan silaturahmi ke ruang kerja Gubernur Papua, Mathius Fakhiri, Senin (03/11/2025). Kunjungan ini bertujuan untuk melaporkan secara langsung kondisi terkini Bank Papua kepada Gubernur sebagai Pemegang Saham Pengendali dan Pemegang Saham Mayoritas, meskipun kini telah terbentuk enam provinsi baru di Tanah Papua.
Rombongan yang terdiri dari Komisaris Utama, Dewan Komisaris, Direktur Utama, dan jajaran Direksi Bank Papua menegaskan bahwa Provinsi Papua tetap menjadi pemegang saham pengendali utama Bank Papua, sekalipun telah terjadi pemekaran wilayah.
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Mathius Fakhiri mendorong agar Bank Papua semakin memperkuat perannya dalam membangun perekonomian rakyat, terutama melalui dukungan nyata bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Tadi arahan beliau lebih kepada keberpihakan kita sebagai bank daerah kepada para pelaku UMKM,” ujar Direktur Operasional Bank Papua, Isak S. Wopari.
Ia menambahkan, Bank Papua siap terus mendukung pengembangan UMKM lokal. Saat ini, program pembinaan dan pendampingan UMKM telah berjalan di sejumlah wilayah, seperti di kawasan GOR Waringin, Imbi, dan Pasar Mama-Mama Papua.
“Hingga kini Bank Papua telah membina sekitar seribu UMKM yang tersebar di Kota Jayapura, Abepura, dan daerah lainnya tempat Bank Papua membuka kantor cabang. Para pelaku UMKM ini merupakan nasabah yang mendapatkan pendampingan langsung dari Bank Papua,” jelas Wopari.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa meskipun secara administratif wilayah Papua telah terbagi menjadi enam provinsi, pengendalian operasional dan keputusan strategis Bank Papua tetap berada di bawah otoritas Gubernur Provinsi Papua sebagai pemegang saham mayoritas.
Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara Pemerintah Provinsi Papua dan Bank Papua dalam mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di seluruh Tanah Papua.








