Anggota Komisi I DPR RI, Ruth Naomi Rumkabu Sebut BKSDA Papua Keliru dan Menyinggung Simbol Budaya Masyarakat

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 22 Oktober 2025 - 17:14 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi I DPR RI, Ruth Naomi Rumkabu

Anggota Komisi I DPR RI, Ruth Naomi Rumkabu

SUARATANAHPAPUA.COM – Anggota Komisi I DPR RI, Ruth Naomi Rumkabu, menyesalkan tindakan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Papua yang memusnahkan barang sitaan berupa mahkota burung cenderawasih pada Senin lalu. Aksi pembakaran tersebut, menurutnya, merupakan langkah yang tidak tepat, tidak solutif, dan menyinggung simbol budaya masyarakat Papua.

“Sebagai wakil rakyat dan bagian dari masyarakat Papua, saya menilai tindakan BKSDA dengan melibatkan TNI dan Polisi dalam memusnahkan mahkota burung cenderawasih adalah langkah yang keliru dan tidak profesional dalam menyelesaikan persoalan,” tegas politikus PDIP asal Papua itu dalam keterangannya kepada wartawan.

Ruth menilai, dari perspektif penegakan hukum, semestinya barang bukti tersebut tidak dimusnahkan, melainkan disita dan diserahkan ke museum atau ke Pemerintah Provinsi Papua untuk ditempatkan di Anjungan Papua Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta.
Menurutnya, burung cenderawasih bukan hanya satwa dilindungi, tetapi juga simbol kehormatan, harga diri, karakter, dan marwah orang Papua.

Baca Juga :  Polri Terus Selidiki Penembakan yang Gugurkan Anggota Polri Saat Patroli di Yalimo

“Tindakan membakar mahkota cenderawasih tentu menimbulkan reaksi beragam, bahkan kekecewaan dan kemarahan di kalangan masyarakat Papua,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ruth menegaskan bahwa sebelum melakukan tindakan seperti pembakaran, BKSDA seharusnya melakukan kajian dan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Papua, Dinas Kehutanan, serta lembaga adat setempat agar ada pertimbangan yang matang dan tidak menimbulkan gejolak di masyarakat.

“Sebagai wakil rakyat, saya akan menyampaikan kepada Pemerintah Pusat, khususnya Menteri Lingkungan Hidup, untuk memberikan sanksi dan teguran keras kepada BKSDA Papua. Saya juga yakin para gubernur di wilayah Papua akan mengambil langkah strategis agar tindakan serupa tidak terulang,” tegasnya.

Baca Juga :  14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

Ruth juga mengimbau seluruh instansi vertikal di wilayah Papua untuk selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah sebelum mengambil kebijakan yang bersifat khusus dan berdampak sosial.

Di sisi lain, legislator asal Papua itu meminta masyarakat tetap menjaga kondusivitas dan keamanan di seluruh Tanah Papua, meski insiden ini tengah menjadi viral dan memicu keresahan.

“Mari, rakyat Papua, kita jaga dan lestarikan burung cenderawasih. Kalau bukan kita yang menjaga dan melestarikan, maka jangan harap orang lain akan melakukannya. Cenderawasih adalah simbol kehormatan, harga diri, dan marwah orang Papua. Kalau kau bunuh cenderawasih, berarti kau bunuh kehormatan dan harga diri orang Papua,” pungkasnya.

Berita Terkait

Menteri ATR/Kepala BPN Hormati Proses Hukum KPK dan Pastikan Pelayanan Pertanahan Tetap Berjalan
Harapan Nelayan Waryesi: Hasil Laut Tak Lagi Sulit Dipasarkan
AHY Bahas Konektivitas Papua, Dorong Penguatan Infrastruktur Darat, Laut dan Udara
TNI Bantu Evakuasi Ibu Sinta dari Mbua, Tempuh Jalur Udara ke Wamena
Putusan Pengadilan Dieksekusi, Dua Bidang Tanah 5.000 Meter Persegi Dikosongkan
Nelayan Waryesi Sambut Positif Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih
Konsinyering RUU Pengaturan Reforma Agraria, Wamen Ossy Harapkan Kebijakan yang Adil dan Mampu Selesaikan Persoalan Agraria
Satgas Operasi Damai Cartenz Bantah informasi yang menyebut Sopir Lajuran Wamena Anggota
Berita ini 393 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 14:56 WIT

Menteri ATR/Kepala BPN Hormati Proses Hukum KPK dan Pastikan Pelayanan Pertanahan Tetap Berjalan

Jumat, 18 September 2026 - 11:54 WIT

Harapan Nelayan Waryesi: Hasil Laut Tak Lagi Sulit Dipasarkan

Kamis, 17 September 2026 - 16:26 WIT

AHY Bahas Konektivitas Papua, Dorong Penguatan Infrastruktur Darat, Laut dan Udara

Kamis, 17 September 2026 - 16:14 WIT

TNI Bantu Evakuasi Ibu Sinta dari Mbua, Tempuh Jalur Udara ke Wamena

Kamis, 17 September 2026 - 16:09 WIT

Putusan Pengadilan Dieksekusi, Dua Bidang Tanah 5.000 Meter Persegi Dikosongkan

Berita Terbaru