SUARATANAHPAPUA.COM — Gubernur Papua Mathius Fakhiri resmi terpilih sebagai Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Papua dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar yang digelar di HOTEL suni abepura di kota Jayapura, Jumat (17/10). MUSDA ini dibuka secara resmi oleh KETUM Bahlil L.
Usai terpilih, Fakhiri langsung menegaskan komitmennya untuk memperkuat konsolidasi internal sekaligus membangun kerja sama lintas partai politik demi kemajuan Tanah Papua.
“Partai Golkar telah berjuang luar biasa dalam Pilgub Papua dan hasilnya baik. Kini saatnya saya mengembalikan semangat itu untuk membesarkan kembali Golkar Papua,” ujar Fakhiri penuh semangat.
Apresiasi untuk DPP dan Ahmad Doli Kurnia Tandjung
Fakhiri juga menyinggung masa kekosongan kepemimpinan Golkar Papua setelah wafatnya almarhum Wakil Gubernur Remen Tunel, serta memberikan apresiasi tinggi kepada Plt Ketua DPD Golkar Papua, Ahmad Doli Kurnia Tandjung.
“Pak Doli luar biasa. Beliau sudah bekerja keras mengembalikan marwah Golkar di Papua sehingga kita bisa bersaing sehat dan kembali meraih kursi besar di DPR Papua,” ungkapnya.
Target: Golkar Papua Tembus DPR RI
Sebagai Ketua DPD, Fakhiri mengaku salah satu tanggung jawab terbesarnya adalah memastikan Golkar Papua kembali memiliki wakil di DPR RI.
“Target kita ke depan, Golkar Papua harus punya kursi di Senayan. Itu tanggung jawab besar yang harus kita perjuangkan bersama,” tegasnya.
Ia menambahkan, fokus awal kepengurusannya adalah merapatkan barisan hingga ke akar rumput menjelang agenda politik menuju Pemilu 2029 dan 2030.
“Kalau di DPR Papua sekarang kita punya 9 kursi, ke depan target kita 12 hingga 15 kursi. Itu jadi modal kuat untuk memenangkan Pilgub berikutnya,” katanya optimistis.
“Tidak Ada Musuh Abadi, Lebih Baik Seribu Teman”
Dalam pernyataannya, Fakhiri juga menekankan pentingnya politik rekonsiliasi dan kolaborasi lintas partai. Ia menegaskan, semua pihak harus bersatu membangun Papua, tanpa melihat perbedaan pilihan politik di masa lalu.
“Saya akan merangkul semua pihak. Tidak ada musuh abadi. Lebih baik mencari seribu teman daripada satu musuh. Papua ini butuh semua orang untuk bekerja sama membangun,” ujarnya.
Fakhiri bahkan menyinggung langkah konkret untuk mempererat hubungan dengan sejumlah tokoh politik yang sebelumnya berada di kubu berbeda.
“Saya sudah minta Wakil Gubernur untuk bertemu dengan Kakak Kostan Karma. Saya pikir semuanya sudah selesai, tidak perlu lagi ada perpecahan. Saatnya bergandengan tangan untuk membangun Papua,” tegasnya.
Tinggalkan Persaingan, Saatnya Bekerja
Menutup sambutannya, Fakhiri menyerukan agar seluruh elemen pemerintahan dan politik di Papua meninggalkan rivalitas Pilkada 2024 dan mulai fokus bekerja nyata.
“Tinggalkan persaingan Pilkada. Mari DPR, bupati, wali kota — semua bersatu membangun Papua. Uangnya mungkin tidak banyak, tapi kalau kita kompak, hasilnya akan besar,” ujarnya menutup.








