MRP Sesalkan Aksi Brutal Mahasiswa: Aspirasi Bisa Disampaikan, Tapi Jangan Dengan Batu dan Api”

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 15 Oktober 2025 - 17:57 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARATANAHPAPUA.COM – Wakil Ketua I Majelis Rakyat Papua (MRP), Pdt. Robert Josias Horik, M.A., M.H., menyesalkan aksi unjuk rasa anarkis yang dilakukan oleh kelompok yang menamakan diri Aliansi Mahasiswa Pemuda Peduli Tanah Adat Papua di kawasan Abepura, Kota Jayapura, yang berujung pada perusakan fasilitas umum dan melukai aparat kepolisian.

Dalam keterangan resminya di Kantor MRP, Pendeta Robert menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden yang mengganggu ketertiban umum dan merugikan masyarakat.

“Kita semua tahu bahwa tadi di lingkaran Abepura terjadi rusuh, banyak fasilitas yang rusak, bahkan kendaraan dibakar. Sebagai pimpinan MRP sekaligus tokoh gereja, saya sangat menyesal hal ini bisa terjadi,” ujar Pendeta Robert.

Ia menegaskan bahwa penyampaian aspirasi di ruang publik diatur oleh undang-undang dan memiliki tata cara yang jelas. Pihak MRP, kata dia, selama ini selalu membuka ruang dialog dan telah berulang kali menerima aspirasi masyarakat secara tertib.

“Kami di MRP selalu menerima setiap aspirasi dengan baik. Biasanya ada surat pemberitahuan terlebih dahulu agar lembaga bisa menyiapkan waktu dan kehadiran semua pimpinan serta anggota untuk mendengar langsung,” jelasnya.

Namun dalam kasus aksi kali ini, Pdt. Robert mengaku tidak ada surat pemberitahuan resmi yang masuk ke MRP, meski sasaran aksi disebut mengarah ke lembaganya.

Baca Juga :  Demo KNPB Berlangsung Aman

Sebagai tokoh agama, ia juga mengingatkan bahwa ajaran kitab suci tidak membenarkan tindakan kekerasan atau anarkis dalam menyampaikan pendapat.

“Kita orang beragama. Baik yang Kristen maupun Muslim, semua diajarkan untuk menyampaikan pendapat dengan cara yang santun. Alkitab juga mengingatkan bahwa pemerintah adalah wakil Allah untuk mendengar aspirasi rakyat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Pdt. Robert berharap para mahasiswa dan pemuda Papua dapat belajar menyampaikan aspirasi dengan cara damai, tertib, dan sesuai aturan hukum yang berlaku.

“Mari kita sampaikan aspirasi dengan baik dan benar. Jangan sampai tindakan anarkis justru mencoreng perjuangan dan merugikan banyak pihak,” pungkasnya.

Berita Terkait

Rakor Pencegahan Korupsi, Ketua KPK bersama Empat Kapolda se-Tanah Papua akan awasi Ketat Penggunaan Dana otsus
SMP Negeri 9 Merauke Gelar Sosialisasi Anti-Bullying, Psikolog Ajak Siswa Berani Melapor
Puluhan Profesor dan Dosen Universitas Negeri Jakarta bersama Billy Mambrasar, turun ke pedalaman Papua, latih 1,000 guru di daerah terpencil
Gelar Rapat Pleno, Eveerth Joumilena Dipercayakan Pimpin Sekber Wartawan Indonesia di Papua
LSM Gempur Papua Soroti Kinerja Pemkab Mamberamo Raya, Soroti Penggunaan Dana Otsus dan Krisis Listrik
Lembaga PBB gandeng Kemendes, bersama Komunitas Lokal Papua, Latih Kewirausahaan ke Ratusan Keluarga di Perkampungan
Karantina Papua Lepasliarkan Flora dan Fauna Endemik Hasil Gagalkan Penyelundupan
Kunjungi Lima Kampung di Okaba, TP PKK Merauke Perkuat Pengasuhan Anak dan Kesehatan Warga
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 15:53 WIT

Rakor Pencegahan Korupsi, Ketua KPK bersama Empat Kapolda se-Tanah Papua akan awasi Ketat Penggunaan Dana otsus

Kamis, 16 Juli 2026 - 07:05 WIT

SMP Negeri 9 Merauke Gelar Sosialisasi Anti-Bullying, Psikolog Ajak Siswa Berani Melapor

Kamis, 9 Juli 2026 - 19:09 WIT

Gelar Rapat Pleno, Eveerth Joumilena Dipercayakan Pimpin Sekber Wartawan Indonesia di Papua

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:59 WIT

LSM Gempur Papua Soroti Kinerja Pemkab Mamberamo Raya, Soroti Penggunaan Dana Otsus dan Krisis Listrik

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:43 WIT

Lembaga PBB gandeng Kemendes, bersama Komunitas Lokal Papua, Latih Kewirausahaan ke Ratusan Keluarga di Perkampungan

Berita Terbaru