SMP Negeri 9 Merauke Gelar Sosialisasi Anti-Bullying, Psikolog Ajak Siswa Berani Melapor

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 16 Juli 2026 - 07:05 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SMP Negeri 9 Merauke menggelar sosialisasi anti-bullying pada MPLS 2026. Ketua IPK Indonesia Wilayah Papua mengajak siswa berani melapor dan menjadi pelopor sekolah bebas perundungan.

SMP Negeri 9 Merauke menggelar sosialisasi anti-bullying pada MPLS 2026. Ketua IPK Indonesia Wilayah Papua mengajak siswa berani melapor dan menjadi pelopor sekolah bebas perundungan.

SUARATANAHPAPUA.COM – Kasus perundungan (bullying) di lingkungan sekolah masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian serius. Selain menimbulkan luka fisik, tindakan bullying juga dapat memberikan dampak psikologis yang berkepanjangan terhadap korban. Karena itu, peningkatan pemahaman dan kesadaran peserta didik dinilai menjadi salah satu upaya penting dalam mencegah terjadinya perundungan di lingkungan pendidikan.

Hal tersebut disampaikan Ketua Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia Wilayah Papua, Devita Marthin, S.Psi., M.Psi., Psikolog, saat menjadi narasumber dalam sosialisasi anti-bullying pada kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru SMP Negeri 9 Merauke, Selasa (14/7/2026).

Menurut Devita, bullying tidak boleh dianggap sebagai persoalan sepele. Dampak yang ditimbulkan tidak hanya berupa cedera fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan mental korban dalam jangka panjang.

“Dampak dari tindakan perundungan atau bullying tidak hanya berupa luka fisik, tetapi juga dampak psikis yang sangat besar pengaruhnya pada kehidupan individu yang menjadi korban bullying. Jika hal ini tidak mendapatkan penanganan yang memadai, maka dapat sangat mempengaruhi kehidupan korbannya karena mereka rentan mengalami masalah kesehatan mental seperti kurang percaya diri, penurunan prestasi belajar, kecemasan hingga depresi,” ujarnya.

Baca Juga :  Paulus Waterpauw Kritik Musrenbang Kampung yang Tak Sentuh Aspirasi Rakyat

Ia menjelaskan, masih banyak kasus bullying di sekolah yang terlambat terungkap karena korban tidak menyadari bahwa dirinya sedang mengalami perundungan. Di sisi lain, tindakan tersebut kerap dibungkus dengan alasan bercanda sehingga tidak dianggap sebagai pelanggaran.

“Banyak kasus bullying di lingkungan sekolah terlambat dilaporkan karena korban masih kurang menyadari bahwa mereka adalah korban. Sering kali perilaku bullying tersembunyi di balik label bercanda, dan tidak sedikit yang melihat tindakan tersebut tetapi memilih diam,” katanya.

Dalam sosialisasi tersebut, para siswa baru tidak hanya memperoleh materi mengenai pengertian, bentuk, dan dampak bullying, tetapi juga diberi kesempatan untuk berbagi pengalaman mengenai kasus perundungan yang pernah mereka alami maupun saksikan.

Beberapa peserta mengungkapkan bahwa mereka pernah melaporkan tindakan bullying, namun laporan tersebut tidak mendapat tindak lanjut. Bahkan, ada yang mengaku justru dimarahi karena dianggap membesar-besarkan persoalan yang dinilai sepele.

Baca Juga :  Johni Jonatan Numberi Sampaikan Ucapan Terima Kasih Usai Ditetapkan sebagai Anggota DEN RI 2026–2030

Melalui kegiatan ini, SMP Negeri 9 Merauke berharap para peserta didik memiliki keberanian untuk melaporkan setiap tindakan perundungan yang terjadi di lingkungan sekolah. Selain itu, para siswa juga diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari bullying.

Menutup sesi sosialisasi, Devita mengajak seluruh siswa baru untuk menjadi pelopor budaya anti-bullying dan saling menghormati satu sama lain.

“Semoga anak-anak siswa baru SMP Negeri 9 dapat menjadi duta anti-bullying yang bersama pihak sekolah menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman dan bebas bullying. Jangan takut melapor ketika melihat ada tindakan bullying di sekitar kalian. Ingat, sesuatu yang menurut kita bercanda belum tentu dianggap bercanda oleh orang lain. Karena itu, bersikaplah baik kepada teman-teman di sekitar kalian. Jika ingin diperlakukan baik oleh orang lain, maka kita juga harus memperlakukan orang lain dengan baik,” tutupnya.

Berita Terkait

Rakor Pencegahan Korupsi, Ketua KPK bersama Empat Kapolda se-Tanah Papua akan awasi Ketat Penggunaan Dana otsus
Puluhan Profesor dan Dosen Universitas Negeri Jakarta bersama Billy Mambrasar, turun ke pedalaman Papua, latih 1,000 guru di daerah terpencil
Gelar Rapat Pleno, Eveerth Joumilena Dipercayakan Pimpin Sekber Wartawan Indonesia di Papua
LSM Gempur Papua Soroti Kinerja Pemkab Mamberamo Raya, Soroti Penggunaan Dana Otsus dan Krisis Listrik
Lembaga PBB gandeng Kemendes, bersama Komunitas Lokal Papua, Latih Kewirausahaan ke Ratusan Keluarga di Perkampungan
Karantina Papua Lepasliarkan Flora dan Fauna Endemik Hasil Gagalkan Penyelundupan
Kunjungi Lima Kampung di Okaba, TP PKK Merauke Perkuat Pengasuhan Anak dan Kesehatan Warga
Pembunuhan Pilot Nicolas Gosselin, AMA Tegaskan Tetap Berkomitmen Layani Pedalaman Papua
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 15:53 WIT

Rakor Pencegahan Korupsi, Ketua KPK bersama Empat Kapolda se-Tanah Papua akan awasi Ketat Penggunaan Dana otsus

Kamis, 16 Juli 2026 - 07:05 WIT

SMP Negeri 9 Merauke Gelar Sosialisasi Anti-Bullying, Psikolog Ajak Siswa Berani Melapor

Kamis, 9 Juli 2026 - 19:09 WIT

Gelar Rapat Pleno, Eveerth Joumilena Dipercayakan Pimpin Sekber Wartawan Indonesia di Papua

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:59 WIT

LSM Gempur Papua Soroti Kinerja Pemkab Mamberamo Raya, Soroti Penggunaan Dana Otsus dan Krisis Listrik

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:43 WIT

Lembaga PBB gandeng Kemendes, bersama Komunitas Lokal Papua, Latih Kewirausahaan ke Ratusan Keluarga di Perkampungan

Berita Terbaru