Lembaga PBB gandeng Kemendes, bersama Komunitas Lokal Papua, Latih Kewirausahaan ke Ratusan Keluarga di Perkampungan

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:43 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lembaga PBB gandeng Kemendes, bersama Komunitas Lokal Papua, Latih Kewirausahaan ke Ratusan Keluarga di Perkampungan

Lembaga PBB gandeng Kemendes, bersama Komunitas Lokal Papua, Latih Kewirausahaan ke Ratusan Keluarga di Perkampungan

SUARATANAHPAPUA.COM – Sentani, 9 Juli 2026 — Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT),  bersama International Fund for Agricultural Development (IFAD), lembaga di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Kitong Bisa Foundation (KBF) resmi memulai implementasi Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) di Papua. Program ini menargetkan ratusan keluarga di empat kabupaten untuk meningkatkan kapasitas ekonomi rumah tangga melalui pelatihan kewirausahaan, pendampingan intensif, dan pengembangan potensi lokal.

Peluncuran program berlangsung di Hotel Suni Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (9/7), sebagai langkah strategis memperkuat kapasitas fasilitator dan mitra pelaksana sebelum pendampingan masyarakat dimulai pada pertengahan Juli hingga September 2026.

Program kolaborasi ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui penguatan kapasitas keluarga, pemberdayaan ekonomi, serta pengembangan potensi lokal secara inklusif dan berkelanjutan.

Melalui pendekatan Pendekatan Berbasis Rumah Tangga (PBRT), masyarakat didorong menjadi pelaku utama pembangunan desa. Setiap keluarga akan memperoleh pendampingan untuk menyusun perencanaan ekonomi rumah tangga, meningkatkan keterampilan, serta mengembangkan usaha yang sesuai dengan potensi daerah. Implementasi program akan dilaksanakan di Kabupaten Jayapura, Keerom, Sarmi, dan Kepulauan Yapen.

Pelatihan fasilitator berlangsung pada 8–11 Juli 2026 sebagai tahap awal implementasi TEKAD. Setelah pelatihan selesai, para fasilitator akan melakukan sosialisasi dan pendampingan langsung kepada rumah tangga sasaran selama tiga bulan.

Pembukaan kegiatan dihadiri oleh Dr. H. Tabrani, M.Pd., Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa dan Daerah Tertinggal, Dra. Dewi Yuliani, M.P., Direktur Pengembangan Produk Unggulan Desa dan Daerah Tertinggal sekaligus Project Manager Program TEKAD; Dr. Abdul Rahman Basri, S.Sos., M.KP, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Jayapura; Dr. (Cand.) Billy Mambrasar, S.T., B.Sc., Ed.M., MBA, Brigjen TNI (Purn.) Dr. Yusuf, S.Sos., M.M., Project Management Advisor Program TEKAD; Teben Gurik, S.Sos., Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Jayapura; serta Mohamad Afif Dzulqifli, CEO Kitong Bisa Foundation.

Baca Juga :  Satgas Ops Damai Cartenz Tangkap Anggota KKB Konara Enumbi di Puncak Jaya

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa dan Daerah Tertinggal, Dr. H. Tabrani, M.Pd., membuka kegiatan secara daring sekaligus menegaskan dukungan pemerintah terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam implementasi Program TEKAD.

Direktur Pengembangan Produk Unggulan Desa dan Daerah Tertinggal sekaligus Project Manager Program TEKAD, Dra. Dewi Yuliani, M.P., menegaskan bahwa pelatihan ini menjadi fondasi penting agar seluruh pendamping memiliki pemahaman yang sama dalam menerapkan Pendekatan Berbasis Rumah Tangga di lapangan.

“Kami berharap pelibatan perempuan dalam setiap tahapan pembangunan semakin kuat dan didukung budaya yang memberikan ruang bagi perempuan untuk berperan dalam pengambilan keputusan di desa maupun masyarakat.”

PBRT disusun sebagai pedoman pemberdayaan rumah tangga miskin melalui penguatan kapasitas keluarga, penyusunan perencanaan ekonomi rumah tangga, dan integrasi dengan pembangunan kampung. Pendekatan ini juga memperkuat kapasitas fasilitator, kelembagaan desa, pembelajaran sosial antarkeluarga, hingga sistem pemantauan partisipatif agar perubahan yang dihasilkan dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan yang sama, Dr. (Cand.) Billy Mambrasar, S.T., B.Sc., Ed.M., MBA menekankan pentingnya peningkatan kualitas pendidikan perempuan sebagai salah satu kunci mempercepat kesejahteraan keluarga.

“Rumah tangga akan lebih maju apabila perempuan memperoleh pendidikan yang lebih tinggi. Temuan-temuan di lapangan seperti ini menjadi masukan penting bagi pemerintah pusat maupun daerah dalam menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran.”

Baca Juga :  1 Desember, Ini Harapan Damai Tokoh Agama Pastor Yohanes Jonga Pr

Program TEKAD hadir di tengah tantangan kemiskinan yang masih tinggi di Tanah Papua. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kemiskinan pada Maret 2025 mencapai 19,16% di Provinsi Papua, 19,71% di Papua Selatan, 28,90% di Papua Tengah, dan 30,03% di Papua Pegunungan, jauh di atas rata-rata nasional yang berada di angka 8,47%.

Kondisi tersebut menjadi alasan utama TEKAD memfokuskan pendampingan kepada keluarga miskin dan rentan yang masih memiliki potensi berkembang. Program ini melibatkan seluruh anggota keluarga—ayah, ibu, hingga anak—agar transformasi ekonomi dimulai dari tingkat rumah tangga.

Program TEKAD menggandeng Kitong Bisa Foundation sebagai mitra pelaksana. Sebanyak 19 fasilitator lapangan akan mendampingi implementasi PBRT di Kabupaten Jayapura, Keerom, Sarmi, dan Kepulauan Yapen.

CEO Kitong Bisa Foundation, Mohamad Afif Dzulqifli, berharap seluruh fasilitator mampu membangun hubungan yang kuat dengan masyarakat sehingga tujuan program dapat tercapai secara optimal.

“Kami berharap para fasilitator mampu memberikan manfaat nyata, membangun pendekatan yang baik kepada masyarakat, dan mendampingi setiap rumah tangga sasaran agar tujuan bersama dapat diwujudkan.”

Selama empat hari pelatihan, peserta memperoleh materi mengenai metodologi PBRT, penyusunan rencana aksi keluarga, penguatan kapasitas pendamping, simulasi sosialisasi kepada masyarakat desa, hingga monitoring dan evaluasi implementasi.

Melalui Program TEKAD, Kemendes PDT bersama IFAD dan Kitong Bisa Foundation menegaskan komitmennya mempercepat transformasi ekonomi desa melalui penguatan keluarga sebagai fondasi pembangunan. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan masyarakat desa yang lebih mandiri, tangguh, dan sejahtera, sekaligus memperkuat pembangunan ekonomi di Tanah Papua.

Berita Terkait

Satgas Kepolisian Ops Damai Cartenz Ungkap Perkembangan Kasus Penembakan Tiga Warga Sipil di Jayawijaya, Polisi Kantongi Ciri-ciri Pelaku
Angka Bunuh Diri Meningkat, Psikolog: Pencegahan Bukan Hanya Tanggung Jawab Tenaga Kesehatan
BMP RI Imbau Warga Tak Terprovokasi Usai Penembakan Pilot di Yahukimo
Staf Khusus Presiden RI Dorong Batam Bangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) UMKM untuk Tujuan Ekspor
Persekutuan Wanita GKI Didorong Jadi Pilar Kesehatan Mental Keluarga
Program SESAMA Pertamina Hadir dan Dukung Semangat Belajar Anak-anak di Doromena Papua
BM Coffee bersama Standup Indo Jayapura Akan Gelar Mini Show Bale-Bale Sumerdeka ! BURUAN GUYS
Barisan Merah Putih Papua Desak Pembebasan Sembilan Warga yang Disandera di Jila
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 16:29 WIT

Satgas Kepolisian Ops Damai Cartenz Ungkap Perkembangan Kasus Penembakan Tiga Warga Sipil di Jayawijaya, Polisi Kantongi Ciri-ciri Pelaku

Jumat, 11 September 2026 - 07:53 WIT

Angka Bunuh Diri Meningkat, Psikolog: Pencegahan Bukan Hanya Tanggung Jawab Tenaga Kesehatan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:41 WIT

BMP RI Imbau Warga Tak Terprovokasi Usai Penembakan Pilot di Yahukimo

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:26 WIT

Staf Khusus Presiden RI Dorong Batam Bangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) UMKM untuk Tujuan Ekspor

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:32 WIT

Persekutuan Wanita GKI Didorong Jadi Pilar Kesehatan Mental Keluarga

Berita Terbaru