SUARATANAHPAPUA.COM – Suasana di Meeting Room Hotel Parkside Star, Waena, terasa hangat meski pagi itu hujan sempat turun cukup deras. Ratusan anak muda dari berbagai kampus dan komunitas di Kota Jayapura tetap datang, sebagian masih basah kuyup, namun semangat mereka tak ikut surut. Mereka hadir untuk satu tujuan: belajar bagaimana tampil percaya diri dan berani bicara di depan umum.
Kegiatan bertajuk “Peak Performance Training for Future Leader: Bagaimana Tampil Percaya Diri di Depan Umum dan Berpengaruh” ini diselenggarakan oleh DPD PERHAKHI Papua & Papua Barat, sebuah organisasi advokat yang tak hanya bergerak di bidang hukum, tapi juga aktif mendorong tumbuhnya generasi muda yang siap memimpin.
Sri Wahyuni, Ketua Panitia Pelaksana, menyampaikan bahwa pelatihan ini adalah bentuk kepedulian terhadap masa depan anak muda Papua.
“Di era sekarang, kemampuan berbicara di depan umum itu sangat penting. Bukan cuma untuk tampil, tapi juga untuk menyampaikan ide, memperjuangkan pendapat, bahkan membuka pintu masa depan,” ujarnya dengan senyum bangga melihat antusias peserta.
Kegiatan ini menghadirkan pemateri dari berbagai latar belakang, salah satunya dari komunitas Teacher Preneur Nusantara. Lewat sesi-sesi yang dikemas santai dan penuh interaksi, peserta diajak bukan hanya belajar teknik berbicara, tapi juga memahami kekuatan dari menjadi diri sendiri yang percaya diri.
Tak sedikit peserta yang awalnya gugup, namun di akhir sesi mulai berani maju, memperkenalkan diri, bahkan menyampaikan pandangannya dengan lantang. Bagi mereka, ini bukan sekadar pelatihan. Ini adalah momen pertama untuk percaya bahwa suara mereka layak didengar.

Kegiatan ini didukung langsung oleh Advokat Yuliyanto, S.H., M.H., sosok pengacara asal Papua yang dikenal peduli pada pendidikan dan pemberdayaan anak muda.
“Public speaking itu lebih dari sekadar berdiri di atas panggung. Ia tentang membangun percaya diri, kemampuan menyampaikan pikiran dengan jernih, dan menjadi pribadi yang berani membawa perubahan,” tutur Yuliyanto dalam sambutannya.
Ia berharap pelatihan seperti ini dapat terus digelar secara rutin, agar semakin banyak anak muda Papua yang berani tampil, menyuarakan ide, dan menjadi pemimpin yang punya pengaruh positif di tengah masyarakat.
Di akhir acara, pelukan hangat, tawa lepas, dan saling tukar kontak menjadi penutup yang manis. Pelatihan ini bukan hanya membekali ilmu, tapi juga membangun komunitas baru—anak-anak muda yang siap melangkah, tak lagi takut bicara, dan tahu bahwa masa depan ada di tangan mereka.








