SUARATANAHPAPUA.COM – Majelis Rakyat Papua (MRP) mengeluarkan seruan resmi terkait posisi dan peran MRP dalam dinamika demokrasi, khususnya menyikapi proses pemilihan serta penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua periode 2025–2030 yang saat ini sedang Viral dan menjadi perbincangan Hangat di Media Daring dan Media Sosial.
Dalam pernyataannya, Ketua MRP Nerlince Wamuar Rollo menegaskan bahwa tugas utama lembaga kultural ini adalah melindungi serta memperjuangkan hak-hak Orang Asli Papua (OAP).
Hal itu diwujudkan melalui fungsi pemberian pertimbangan atas calon kepala daerah, pembahasan rancangan Peraturan Daerah Khusus (Perdasus), penyaluran aspirasi masyarakat, hingga pembinaan adat dan kerukunan antarumat beragama.
Adapun sejumlah kewenangan MRP di antaranya:
• Memberikan pertimbangan dan persetujuan atas bakal calon Gubernur-Wakil Gubernur yang diusulkan DPR Papua.
• Membahas rancangan Perdasus yang diajukan DPRP bersama Gubernur.
• Menilai rencana kerja sama pemerintah dengan pihak ketiga yang menyangkut kepentingan OAP.
• Menyalurkan aspirasi masyarakat adat, perempuan, serta umat beragama terkait hak-hak OAP.
• Membina kelestarian adat, budaya, pemberdayaan perempuan, serta menjaga kerukunan beragama.
Selain itu, MRP juga menegaskan komitmennya untuk tetap mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), mengamalkan Pancasila dan UUD 1945, serta menaati seluruh peraturan perundang-undangan.
“Seruan ini disebut sebagai bentuk penegasan sikap MRP agar demokrasi di Tanah Papua berjalan sesuai koridor hukum, adat, serta menjunjung tinggi perlindungan terhadap hak-hak dasar Orang Asli Papua,” tegas Nerlince Wamuar Rollo Yang didampingi oleh ketua pokja perempuan dan Pokja adat, di kantor MRP Papua pada hari Jumat sore.

Ketua MRP Nerlince Wamuar Rollo Mengajak semua pihak bahwa kita semua harus menjaga tanah ini, dan sebagai kandidat wajib menjaga kedamaian dan keamanan di tanah papua.
“Harapan besar kami adalah, mari menjaga tanah ini. Menjaga dengan hati yang baik. Semua hati damai, kumpul hati damai, kitong pu hati semua damai Sehingga yang ada di atas tanah ini adalah cinta kasih yang diturunkan oleh buah-buah roh kudus itu yang ada di dalam hati kita,” ucapnya.
“Harapan saya sebagai ketua MRP kepada saudara-saudara sebagai anak Port Numbay, mari menjaga negeri Port Numbay ini. Berikan rasa aman, nyaman untuk orang-orang yang ada di Jayapura Port Numbay ini. Ini adalah negeri kita , ini adalah tanah kita. Mari. Bilang ke dorang yang ada di atas tanah Port Numbay ini. Ini sudah baik-baik saja. Sebagai handidat, saya mau kasih tahu bahwa sebagai penatua juga saya sampaikan bahwa manusia merencanakan, tetapi Tuhan yang menentuhkan,” Tutupnya.








