
SUARATANAHPAPUA. KEEROM — Komunitas Papua Peduli ASI (PAPEDA) mengedukasi 71 peserta mengenai pentingnya gizi seimbang, kesehatan ibu dan anak, serta pemanfaatan pangan lokal dalam kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Gizi Seimbang di Kampung Kuwimi, Distrik Arso Kota, Kabupaten Keerom, Sabtu (17/10/2026).
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pangan Nasional tersebut diikuti ibu hamil, ibu menyusui, bapak-bapak, serta tete dan nene. Sejumlah anak juga hadir bersama keluarga mereka.
Mengusung tema “Pangan Lokal, Gizi Seimbang untuk Mendukung Kesehatan Ibu dan Tumbuh Kembang Anak”, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya kesehatan ibu, pemberian ASI, makanan pendamping ASI (MPASI), serta pemanfaatan bahan pangan lokal untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga.
Dua narasumber dihadirkan dalam kegiatan tersebut, yakni Sanya Andalusiana, relawan PAPEDA sekaligus konselor menyusui dan dosen gizi di Poltekkes Kemenkes Jayapura, serta Ema Kristiana, konselor menyusui yang juga menjabat Ketua PAPEDA.
Dalam materi bertajuk “Mama Sehat, Anak Kuat: Dari Kehamilan, ASI, hingga Anak Tumbuh Sehat”, Sanya menjelaskan pentingnya menjaga kesehatan selama kehamilan, melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin, serta memberikan dukungan kepada ibu selama masa menyusui.
Peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi dan melanjutkan pemberian ASI hingga anak berusia dua tahun atau lebih. Materi lainnya meliputi posisi dan pelekatan menyusui, tanda kecukupan ASI, serta pemberian MPASI sejak bayi berusia enam bulan dengan memperhatikan tekstur, variasi makanan, dan kecukupan zat gizi, termasuk protein hewani.
Selain itu, pemantauan pertumbuhan anak secara rutin melalui posyandu turut ditekankan sebagai bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak.
PAPEDA menegaskan bahwa keberhasilan menyusui dan perawatan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab ibu. Dukungan pasangan, keluarga, dan lingkungan sekitar juga diperlukan agar ibu dapat menjalani masa menyusui dan merawat anak dengan baik.
Pangan Lokal sebagai Sumber Gizi Keluarga
Pada sesi berikutnya, Ema Kristiana membawakan materi “Pangan Lokal, Gizi Seimbang: Sehat Dimulai dari Dapur Mama”. Dalam sesi ini, peserta diajak mengenali prinsip gizi seimbang sekaligus memanfaatkan bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar.
Berbagai bahan pangan lokal, seperti sagu, ubi jalar, keladi, singkong, jagung, ikan, telur, sayuran, dan buah-buahan, diperkenalkan sebagai pilihan untuk menyusun menu keluarga yang beragam dan bergizi.
Ema menekankan bahwa makanan bergizi tidak selalu harus mahal. Dengan mengombinasikan makanan pokok, sumber protein, sayuran, dan buah-buahan sesuai ketersediaan bahan pangan serta kondisi keluarga, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari secara lebih baik.
Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak secara berlebihan, serta menjaga kebersihan dan keamanan pangan selama proses pengolahan maupun penyimpanan makanan.
Ema mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya PAPEDA meningkatkan pemahaman masyarakat tentang manfaat pangan lokal untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga.
“Sosialisasi ini merupakan bagian dari rangkaian Hari Pangan Nasional. Kami berharap melalui kegiatan ini masyarakat bisa lebih memahami manfaat pangan lokal. Makanan bergizi itu bukan berarti harus mahal. Apa yang ada di sekitar kita bisa dimanfaatkan menjadi makanan yang bergizi lengkap untuk anak-anak dan keluarga,” ujar Ema.
IPAK Dukung Edukasi Kesehatan Ibu dan Anak
Kegiatan ini turut mendapat dukungan Ikatan Perempuan Asal Keerom (IPAK), yang membantu memfasilitasi pelaksanaan kegiatan melalui penyediaan tempat, fasilitas, dan keterlibatan peserta.
Ketua IPAK, Ross Muyasin, berharap edukasi yang diberikan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak dan keluarga.
“Saya berharap dengan adanya sosialisasi dari Papua Peduli ASI ini, masyarakat bisa lebih memahami pentingnya menyiapkan makanan bergizi untuk anak-anak dan keluarga,” kata Ross.
Kolaborasi PAPEDA dan IPAK tersebut menjadi ruang bagi masyarakat Kampung Kuwimi untuk memperoleh informasi mengenai kesehatan ibu dan anak, dukungan menyusui, serta pemenuhan gizi keluarga berbasis pangan lokal.
Melalui kegiatan ini, PAPEDA berharap pengetahuan yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari memberikan dukungan kepada ibu menyusui, menyediakan MPASI sesuai kebutuhan anak, memantau pertumbuhan melalui posyandu, hingga memanfaatkan bahan pangan lokal untuk menyusun menu keluarga yang bergizi.
Keterlibatan 71 peserta dari berbagai kelompok usia juga menegaskan pentingnya peran keluarga dan masyarakat dalam mendukung kesehatan ibu serta tumbuh kembang anak.
PAPEDA merupakan komunitas yang berfokus pada edukasi dan dukungan menyusui bagi ibu di Papua. Komunitas ini mendorong edukasi menyusui, dukungan keluarga, pemanfaatan pangan lokal bergizi, perlindungan hak menyusui, serta peningkatan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan ibu dan anak.
Laporan: Priyadi








