PENGIBARAN BENDERA BINTANG KEJORA DI KAMPUS USTJ BERUJUNG RICUH, DUA POLISI TERLUKA

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 30 September 2026 - 16:48 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAYAPURA – Aksi pengibaran bendera Bintang Kejora dan pengumpulan massa di kawasan kampus Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ), Abepura, berujung kericuhan pada Rabu (30/9/2026).

Kericuhan terjadi saat aparat kepolisian berupaya melakukan penertiban dan menurunkan bendera. Massa disebut melakukan perlawanan dengan melempar batu hingga menyebabkan pengrusakan serta menutup akses Jalan Raya Abepura-Sentani.

Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol. Fredrickus Maclarimboen mengatakan, pergerakan massa terpantau di sejumlah titik, mulai dari kawasan Lingkaran Abepura, Kampwolker Perumnas, hingga sekitar Kampus USTJ Abepura.

Baca Juga :  Eskalasi Meningkat, Ops Damai Cartenz 2026 Ringkus DPO Prioritas Homi Heluka di Yahukimo

Menurut Fredrickus, polisi awalnya melakukan negosiasi agar bendera segera diturunkan. Namun, saat proses penurunan berlangsung, aparat di lokasi mendapat serangan berupa lemparan batu dari sejumlah orang yang keluar dari berbagai sudut bangunan kampus.

“Awalnya kami melakukan upaya negosiasi agar bendera segera diturunkan. Namun, saat proses penurunan bendera dilakukan, aparat di lokasi mendapat pelemparan batu dari massa yang keluar dari berbagai sudut bangunan kampus,” ujar Fredrickus.

Untuk mengendalikan situasi dan membubarkan massa, aparat kemudian menggunakan gas air mata dan unit water cannon.

Baca Juga :  Pekerja Ditemukan, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas: Kehilangan Yang Membawa Duka

Kepolisian menduga aksi pelemparan batu tersebut telah dipersiapkan sebelumnya oleh kelompok massa. Namun, dugaan tersebut merupakan keterangan dari pihak kepolisian.

Dalam kericuhan tersebut, dua orang dari massa diamankan petugas. Salah satunya disebut sebagai orang yang memanjat tiang bendera.

Sementara itu, sedikitnya dua personel kepolisian mengalami luka setelah terkena lemparan batu.

Kericuhan tersebut juga berdampak pada akses lalu lintas di Jalan Raya Abepura-Sentani yang sempat ditutup akibat situasi di sekitar kawasan kampus.

Berita Terkait

KNMP TANJUNG KASUARI PERKUAT INFRASTRUKTUR PERIKANAN, AKSES EKSPOR NELAYAN JADI PERHATIAN
*KNMP Kota Sorong Perkuat Rantai Dingin, Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal*
1.370 Kapal Fiber KNMP Diproduksi di Manokwari, Buka Peluang Kerja bagi Putra Papua
Satgas Damai Cartenz Tangkap DPO Penganiayaan Berat di Puncak jaya, Dugaan Keterkaitan Jaringan Senjata dan Amunisi Didalami
KNMP Wamargege Didorong Perkuat Ekonomi Nelayan dan Potensi Udang Banana Sorong Selatan
Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Papua, Kodam Cenderawasih Perkuat Penanganan Karhutla
Pria 58 Tahun Ditemukan Meninggal di Entrop Jayapura, Polisi Lakukan Penyelidikan
Lindungi Hak Masyarakat, Kementerian ATR/BPN Selesaikan 3.018 Kasus Pertanahan
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:28 WIT

KNMP TANJUNG KASUARI PERKUAT INFRASTRUKTUR PERIKANAN, AKSES EKSPOR NELAYAN JADI PERHATIAN

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:20 WIT

*KNMP Kota Sorong Perkuat Rantai Dingin, Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal*

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:15 WIT

1.370 Kapal Fiber KNMP Diproduksi di Manokwari, Buka Peluang Kerja bagi Putra Papua

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:56 WIT

Satgas Damai Cartenz Tangkap DPO Penganiayaan Berat di Puncak jaya, Dugaan Keterkaitan Jaringan Senjata dan Amunisi Didalami

Kamis, 22 Oktober 2026 - 05:05 WIT

Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Papua, Kodam Cenderawasih Perkuat Penanganan Karhutla

Berita Terbaru

Uncategorized

KNMP SUPRAU PERKUAT RANTAI USAHA PERIKANAN DI SORONG PAPUA BARAT DAYA

Minggu, 25 Okt 2026 - 16:42 WIT