BMP RI Imbau Warga Tak Terprovokasi Usai Penembakan Pilot di Yahukimo

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:41 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARATANAHPAPUA.COM — Dewan Pimpinan Pusat Barisan Merah Putih Republik Indonesia (BMP RI) menegaskan penolakannya terhadap segala bentuk kekerasan bersenjata di Tanah Papua. Sikap tersebut disampaikan menyusul meninggalnya Nicholas F. Goselin, seorang pilot asing, dalam peristiwa penembakan di Kabupaten Yahukimo.

Ketua DPP BMP RI, Max Abner Ohee, mengatakan peristiwa tersebut harus menjadi perhatian serius karena mengakibatkan hilangnya nyawa manusia.

BMP RI menyampaikan duka cita kepada korban dan mendorong aparat penegak hukum mengungkap kasus tersebut secara menyeluruh berdasarkan fakta dan bukti yang ada.

“Kami menyampaikan duka cita atas meninggalnya Nicholas F. Goselin. Apa pun latar belakang dan motifnya, tindakan kekerasan yang mengakibatkan hilangnya nyawa manusia tidak dapat dibenarkan. Kasus ini harus diusut secara tuntas dan pihak yang terbukti bertanggung jawab harus diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegas Max dalam keterangannya di Jayapura, Jumat (28/8/2026).

Menurut Max, peristiwa penembakan tersebut dalam sejumlah pemberitaan dan pernyataan dikaitkan dengan kelompok bersenjata yang disebut Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau TPNPB-OPM Kodap XVI Yahukimo.

Namun, ia menekankan pentingnya proses penyelidikan yang profesional untuk memastikan fakta kejadian serta pihak yang benar-benar bertanggung jawab.

Baca Juga :  Anggota KKB Wilayah Puncak Bernama Lupa Waker Diringkus Satgas Cartens

“Kami menyerahkan proses pengungkapan kasus ini kepada aparat penegak hukum. Jangan sampai masyarakat mengambil kesimpulan sendiri sebelum seluruh fakta dan bukti terungkap. Yang terpenting adalah memastikan siapa yang bertanggung jawab dapat diproses secara hukum,” ujarnya.

Max menilai masyarakat Papua tidak boleh terus menjadi korban konflik dan kekerasan bersenjata. Ia menegaskan berbagai persoalan di Papua semestinya diselesaikan melalui dialog, mekanisme hukum dan jalur konstitusional.

“Kekerasan bersenjata bukan solusi bagi persoalan Papua. Jangan sampai masyarakat sipil terus menjadi korban. Setiap perbedaan pandangan harus disampaikan melalui cara-cara damai dan konstitusional, bukan dengan mengorbankan nyawa manusia,” katanya.

BMP RI juga mengimbau masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi terkait penembakan tersebut. Masyarakat diminta memberikan ruang kepada aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan secara profesional dan transparan.

“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Berikan kesempatan kepada aparat penegak hukum untuk bekerja secara profesional berdasarkan fakta dan bukti,” ucap Max.

Baca Juga :  Sekretaris Partai Demokrat Papua Pegunungan, Wali Wonda ST: Membangun Partai di Wilayah Baru dengan Semangat dan Dedikasi

Lebih lanjut, BMP RI mendukung langkah aparat keamanan dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Yahukimo maupun wilayah Papua secara umum.

Menurut Max, penanganan kasus tidak hanya penting untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab, tetapi juga sebagai langkah mencegah terulangnya aksi kekerasan serupa.

“Penegakan hukum harus berjalan, tetapi pada saat yang sama keamanan masyarakat juga harus menjadi prioritas. Kita tidak ingin peristiwa seperti ini kembali terjadi dan menimbulkan korban berikutnya,” ujarnya.

Max turut mengajak tokoh agama, tokoh adat, pemuda, mahasiswa, pemerintah serta seluruh elemen masyarakat Papua untuk bersama-sama menjaga perdamaian dan mencegah berkembangnya konflik maupun provokasi.

“Papua membutuhkan kedamaian dan rasa aman. Karena itu, mari kita bersama-sama menjaga persatuan, menolak kekerasan dan tidak memberikan ruang bagi tindakan yang dapat merusak kehidupan masyarakat. Bersatu menjaga Indonesia yang aman dan damai,” pungkasnya.

BMP RI menegaskan bahwa penolakan terhadap kekerasan menjadi bagian dari komitmen untuk menjaga kehidupan masyarakat Papua sekaligus menciptakan kondisi Tanah Papua yang aman, damai dan kondusif.

Berita Terkait

KNMP TANJUNG KASUARI PERKUAT INFRASTRUKTUR PERIKANAN, AKSES EKSPOR NELAYAN JADI PERHATIAN
*KNMP Kota Sorong Perkuat Rantai Dingin, Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal*
1.370 Kapal Fiber KNMP Diproduksi di Manokwari, Buka Peluang Kerja bagi Putra Papua
Satgas Damai Cartenz Tangkap DPO Penganiayaan Berat di Puncak jaya, Dugaan Keterkaitan Jaringan Senjata dan Amunisi Didalami
KNMP Wamargege Didorong Perkuat Ekonomi Nelayan dan Potensi Udang Banana Sorong Selatan
Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Papua, Kodam Cenderawasih Perkuat Penanganan Karhutla
Pria 58 Tahun Ditemukan Meninggal di Entrop Jayapura, Polisi Lakukan Penyelidikan
Lindungi Hak Masyarakat, Kementerian ATR/BPN Selesaikan 3.018 Kasus Pertanahan
Berita ini 47 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:28 WIT

KNMP TANJUNG KASUARI PERKUAT INFRASTRUKTUR PERIKANAN, AKSES EKSPOR NELAYAN JADI PERHATIAN

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:20 WIT

*KNMP Kota Sorong Perkuat Rantai Dingin, Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal*

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:15 WIT

1.370 Kapal Fiber KNMP Diproduksi di Manokwari, Buka Peluang Kerja bagi Putra Papua

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:56 WIT

Satgas Damai Cartenz Tangkap DPO Penganiayaan Berat di Puncak jaya, Dugaan Keterkaitan Jaringan Senjata dan Amunisi Didalami

Kamis, 22 Oktober 2026 - 05:05 WIT

Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Papua, Kodam Cenderawasih Perkuat Penanganan Karhutla

Berita Terbaru

Uncategorized

KNMP SUPRAU PERKUAT RANTAI USAHA PERIKANAN DI SORONG PAPUA BARAT DAYA

Minggu, 25 Okt 2026 - 16:42 WIT