Barnabas Suebu Apresiasi COLO SAGU, Karena Sagu Adalah Kunci Sehat, Harus Terus Dijaga Kelestariannya

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 22 Juni 2026 - 08:22 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARATANAHPAPUA.COM – Mantan Gubernur Irian Jaya dan Papua, Barnabas Suebu, mengungkapkan salah satu rahasia yang membuat dirinya tetap sehat dan kuat hingga usia 80 tahun. Menurutnya, kebiasaan mengonsumsi sagu menjadi bagian penting dalam menjaga kebugaran tubuhnya.

Hal tersebut disampaikan Barnabas Suebu saat menghadiri Seminar Sagu Papua 2026 yang diselenggarakan oleh Yayasan Colo Sagu Nusantara bersama Polresta Jayapura Kota di Universitas Cenderawasih Jayapura.

Barnabas Suebu yang pernah memimpin Irian Jaya periode 1988–1993 dan Papua periode 2006–2011 mengatakan, sagu bukan hanya sekadar makanan, tetapi merupakan sumber kehidupan yang telah diwariskan oleh leluhur masyarakat Papua.

Menurutnya, hampir seluruh bagian dari pohon sagu memiliki manfaat bagi manusia. Mulai dari daun yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, batang yang menjadi tempat tumbuhnya berbagai organisme, hingga sari pati sagu sebagai sumber pangan utama.

“Semua yang ada pada pohon sagu itu bermanfaat. Dari daun, batang sampai sari patinya, semuanya memberikan manfaat bagi kehidupan manusia,” ujarnya.

Barnabas juga menjelaskan bahwa manfaat pohon sagu tidak berhenti ketika pohon tersebut sudah membusuk. Menurutnya, batang sagu yang membusuk dapat menjadi tempat tumbuhnya jamur yang memiliki nilai kesehatan bagi masyarakat.

Baca Juga :  Horison Ultima Entrop Papua Hadirkan Promo Kamar Dan Makanan Khusus Agustus

“Kalau pohon sagu sudah membusuk, pasti ada jamurnya. Jamur itu punya manfaat yang sangat baik untuk kesehatan karena mengandung antibiotik alami,” katanya.

Sebagai putra kelahiran Sentani, Barnabas mengaku mengetahui bagaimana masyarakat Papua sejak dahulu memanfaatkan hasil dari pohon sagu secara turun-temurun. Salah satunya adalah penggunaan jamur sagu dalam proses pemulihan ibu setelah melahirkan secara tradisional.

“Dulu kalau ada ibu yang selesai melahirkan, orang tua mengambil jamur itu dan diberikan kepada ibu tersebut dengan tujuan membantu mempercepat penyembuhan,” jelasnya.

Ia mengatakan, tradisi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Papua telah memiliki pengetahuan lokal tentang pemanfaatan alam jauh sebelum perkembangan ilmu kesehatan modern.

Selain jamur sagu, Barnabas juga menyoroti manfaat ulat sagu yang menurutnya memiliki kandungan protein tinggi. Ia menyebut, pangan lokal tersebut sangat baik untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, terutama ibu hamil dan menyusui.

Menurutnya, konsumsi ulat sagu dapat membantu memenuhi kebutuhan protein sehingga ibu dan anak mendapatkan asupan gizi yang cukup.

“Kalau ibu hamil mengonsumsi ulat sagu, protein dan gizinya tercukupi. Anak yang dilahirkan akan tumbuh sehat dan kuat. Saat menyusui pun kebutuhan gizi anak bisa terpenuhi,” ungkapnya.

Baca Juga :  Program Utama Maximus-Peggi, Subsidi Pupuk dan Penyediaan Sarana Prasarana Bagi Petani di Mimika

Barnabas bahkan menceritakan pengalamannya saat menjalankan tugas sebagai Duta Besar di Meksiko. Kecintaannya terhadap sagu membuatnya rela melakukan perjalanan panjang hingga dua hari hanya untuk mendapatkan sagu di Amerika.

Baginya, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa sagu memiliki nilai yang jauh lebih besar dari sekadar pangan. Sagu adalah bagian dari identitas dan kebanggaan masyarakat Papua.

Ia mengajak masyarakat Papua untuk terus mengonsumsi sagu dan tidak meninggalkan pangan lokal yang telah menjadi warisan leluhur.

“Saya berpesan, kalau ingin hidup sehat, konsumsilah sagu,” tegasnya.

Barnabas juga mengingatkan pentingnya menjaga dan melestarikan dusun sagu yang tersebar di berbagai wilayah Papua. Sebab, dusun sagu bukan hanya sumber pangan, tetapi juga bagian dari sejarah, budaya, dan jati diri orang Papua.

Menurutnya, menjaga dusun sagu berarti menjaga warisan leluhur agar tetap hidup dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

“Melestarikan dusun sagu berarti menjaga identitas Papua. Sagu adalah warisan yang harus kita rawat bersama,” tutup Barnabas Suebu. (*)

 

Berita Terkait

KNMP TANJUNG KASUARI PERKUAT INFRASTRUKTUR PERIKANAN, AKSES EKSPOR NELAYAN JADI PERHATIAN
*KNMP Kota Sorong Perkuat Rantai Dingin, Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal*
1.370 Kapal Fiber KNMP Diproduksi di Manokwari, Buka Peluang Kerja bagi Putra Papua
Satgas Damai Cartenz Tangkap DPO Penganiayaan Berat di Puncak jaya, Dugaan Keterkaitan Jaringan Senjata dan Amunisi Didalami
KNMP Wamargege Didorong Perkuat Ekonomi Nelayan dan Potensi Udang Banana Sorong Selatan
Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Papua, Kodam Cenderawasih Perkuat Penanganan Karhutla
Pria 58 Tahun Ditemukan Meninggal di Entrop Jayapura, Polisi Lakukan Penyelidikan
Lindungi Hak Masyarakat, Kementerian ATR/BPN Selesaikan 3.018 Kasus Pertanahan
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:28 WIT

KNMP TANJUNG KASUARI PERKUAT INFRASTRUKTUR PERIKANAN, AKSES EKSPOR NELAYAN JADI PERHATIAN

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:20 WIT

*KNMP Kota Sorong Perkuat Rantai Dingin, Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal*

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:15 WIT

1.370 Kapal Fiber KNMP Diproduksi di Manokwari, Buka Peluang Kerja bagi Putra Papua

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:56 WIT

Satgas Damai Cartenz Tangkap DPO Penganiayaan Berat di Puncak jaya, Dugaan Keterkaitan Jaringan Senjata dan Amunisi Didalami

Kamis, 22 Oktober 2026 - 05:05 WIT

Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Papua, Kodam Cenderawasih Perkuat Penanganan Karhutla

Berita Terbaru

Uncategorized

KNMP SUPRAU PERKUAT RANTAI USAHA PERIKANAN DI SORONG PAPUA BARAT DAYA

Minggu, 25 Okt 2026 - 16:42 WIT