Jayapura – Program edukasi “Polisi Pi Ajar” yang dijalankan Subsatgas Si-Ipar Operasi Rasaka Cartenz kembali menyentuh hati masyarakat. Tidak hanya menjaga keamanan, para personel kepolisian di Jayapura turun langsung menjadi guru bagi anak-anak kurang mampu dan putus sekolah di Kelurahan Waena, Distrik Heram, Senin (17/11).
Kegiatan ini dipimpin Kasatgas Humas Operasi Rasaka Cartenz Kompol Nurjanah, S.Sos., M.M., bersama Kasubsatgas Si-Ipar Polresta Jayapura Kota AKP Jhon P. Lerech, dan jajarannya. Mereka mengubah halaman rumah warga menjadi ruang belajar sederhana bernama Rumah Belajar Waena, yang kini menjadi tempat belajar gratis bagi 20 anak.
“Polisi bukan hanya penegak hukum. Kami ingin menjadi penggerak perubahan bagi anak-anak yang kurang tersentuh dunia pendidikan,” kata Kompol Nurjanah usai kegiatan.
Di Rumah Belajar Waena, anak-anak diajarkan membaca, menulis, berhitung, hingga wawasan kebangsaan. Semua dilakukan untuk menumbuhkan disiplin, kepercayaan diri, dan semangat bermimpi. Salah satu siswi, Lea Lokbere (8), kini kembali bisa belajar meski sebelumnya terkendala biaya sekolah.
Upaya ini juga menghasilkan dampak nyata. Menurut Kompol Nurjanah, sebanyak 8 anak telah berhasil masuk sekolah formal berkat pendampingan intensif dari personel kepolisian.
Dukungan dari warga pun mengalir. Desmade Gwijangge, pemilik rumah yang halamannya digunakan sebagai ruang belajar, merasa bangga dengan langkah humanis polisi.
“Ini bukan hanya soal belajar, tapi soal menghidupkan kembali mimpi anak-anak di sini,” ujarnya.
Program “Polisi Pi Ajar” menjadi bukti pendekatan humanis Polresta Jayapura Kota melalui Operasi Rasaka Cartenz. Hadir bukan hanya sebagai pengaman masyarakat, tetapi juga sebagai penjembatan masa depan anak-anak Papua untuk kembali bermimpi dan mewujudkannya.








