Konsolidasi Pendidikan se-Tanah Papua 2025, 5 UPT Papua Satukan Visi dan Strategi

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 7 Juli 2025 - 11:38 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARATANAHPAPUA.COM – Lima UPT Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah se-Tanah Papua terdiri dari atas Balai Penjamin Mutu Pendidikan Provinsi Papua (BPMP), Balai Penjamin Mutu Pendidikan Provinsi Papua Barat, Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Papua, Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Papua Barat, dan Balai Bahasa Provinsi Papua Menggelar Konsolidasi Regional Pendidikan Dasar dan Menengah se-Tanah Papua 2025 yang berlangsung di Hotel Horison Ultima Entrop, Jayapura. Kegiatan strategis ini dihadiri oleh para perwakilan Dinas Pendidikan dari seluruh wilayah Tanah Papua.

Acara dibuka secara adat dengan penampilan tarian penyambutan khas Papua dari Sanggar SMA Negeri 4 Jayapura, sebagai bentuk penghormatan kepada para pejabat yang hadir.

Menyatukan Visi Pendidikan di Tanah Papua

Kepala BPMP Provinsi Papua, Dr. Junus Simangunsong, S.Si., M.T., menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menyatukan visi, strategi, serta langkah konkret dari seluruh pemangku kepentingan dalam bidang pendidikan dasar dan menengah.

“Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, mitra pembangunan, sektor swasta, dan masyarakat. Sinergi yang kuat dibutuhkan untuk mempercepat kemajuan pendidikan di seluruh Tanah Papua,” ujar Dr. Junus.

Apresiasi dari Pemerintah Provinsi Papua

Mewakili Penjabat Gubernur Papua, Matias Mano selaku Staf Ahli Bidang Pengembangan Budaya, menyampaikan bahwa kegiatan konsolidasi ini sangat penting dalam menentukan arah pembangunan pendidikan dasar dan menengah di wilayah Papua yang kini telah mengalami pemekaran menjadi beberapa provinsi.

“Saya memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya rapat ini. Ini adalah langkah strategis untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi lintas wilayah. Pemekaran wilayah adalah peluang untuk mempercepat pembangunan, namun juga tantangan, khususnya dalam sektor pendidikan yang harus menjangkau wilayah luas dengan keterbatasan tenaga pendidik dan perbedaan sosial budaya,” ungkap Matias Mano.

Ia menegaskan bahwa pembangunan pendidikan harus dilakukan secara kolaboratif, terintegrasi, dan menjunjung tinggi kearifan lokal.

“Jangan sampai ada satu anak Papua pun yang tertinggal. Pendidikan harus merata dan berkeadilan di seluruh penjuru Tanah Papua,” tegasnya.

Pesan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah 

Perwakilan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Dr Abdul Kahar selaku widya prada ahli utama kemendikdasmen yang hadir menggantikan Menteri Pendidikan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari forum-forum strategis nasional, termasuk hasil Postur Pendidikan Nasional yang telah dilaksanakan sebelumnya.

“Kementerian sangat mengapresiasi inisiatif dari seluruh UPT di Tanah Papua dalam menyelenggarakan forum ini. Ini menjadi bukti nyata bahwa transformasi pendidikan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, tapi harus melibatkan semua elemen—pemerintah, masyarakat, orang tua, bahkan media sebagai kekuatan keempat dalam ekosistem pendidikan,” ungkap perwakilan Kementerian.

Ia juga menyampaikan amanah Menteri Pendidikan bahwa pendidikan adalah fondasi peradaban, dan tidak ada negara yang bisa maju tanpa pendidikan yang kuat dan berkarakter.

Baca Juga :  Lembaga PBB gandeng Kemendes, bersama Komunitas Lokal Papua, Latih Kewirausahaan ke Ratusan Keluarga di Perkampungan

Kegiatan Konsolidasi Regional ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan pendidikan dasar dan menengah di Tanah Papua secara merata, inklusif, dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Pulihkan Wilayah Terdampak, Pemerintah Fokus Perbaikan Infrastruktur dan Fasilitas Dasar

Berita Terkait

Harapan Nelayan Waryesi: Hasil Laut Tak Lagi Sulit Dipasarkan
AHY Bahas Konektivitas Papua, Dorong Penguatan Infrastruktur Darat, Laut dan Udara
TNI Bantu Evakuasi Ibu Sinta dari Mbua, Tempuh Jalur Udara ke Wamena
Putusan Pengadilan Dieksekusi, Dua Bidang Tanah 5.000 Meter Persegi Dikosongkan
Nelayan Waryesi Sambut Positif Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih
Konsinyering RUU Pengaturan Reforma Agraria, Wamen Ossy Harapkan Kebijakan yang Adil dan Mampu Selesaikan Persoalan Agraria
Satgas Operasi Damai Cartenz Bantah informasi yang menyebut Sopir Lajuran Wamena Anggota
Koops TNI Habema Ungkap Insiden Pengemudi Lajuran Tewas di Jalur Wamena-Mbua
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 11:54 WIT

Harapan Nelayan Waryesi: Hasil Laut Tak Lagi Sulit Dipasarkan

Kamis, 17 September 2026 - 16:26 WIT

AHY Bahas Konektivitas Papua, Dorong Penguatan Infrastruktur Darat, Laut dan Udara

Kamis, 17 September 2026 - 16:14 WIT

TNI Bantu Evakuasi Ibu Sinta dari Mbua, Tempuh Jalur Udara ke Wamena

Kamis, 17 September 2026 - 16:09 WIT

Putusan Pengadilan Dieksekusi, Dua Bidang Tanah 5.000 Meter Persegi Dikosongkan

Kamis, 17 September 2026 - 11:33 WIT

Nelayan Waryesi Sambut Positif Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Berita Terbaru