Pangkoops: Keberanian Juga Saat Meletakkan Senjata : Empat Anggota OPM Puncak Jaya Serahkan Senjata, Pilih Kembali ke Masyarakat

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 26 September 2026 - 18:26 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARATANAHPAPUA.COM – PUNCAK JAYA, PAPUA TENGAH – Empat anggota kelompok bersenjata OPM di Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, memilih meninggalkan jalan kekerasan dan kembali menjalani kehidupan bersama keluarga serta masyarakat.

Keputusan tersebut ditandai dengan penyerahan empat pucuk senjata api kepada Pangkoops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto, S.I.P., M.M., M.T., dalam Upacara Reintegrasi Nasional yang digelar di halaman Makodim 1714/Puncak Jaya, Sabtu (26/9/2026).

Keempat anggota tersebut yakni Bongkar Tabuni dan Lipar Tabuni dari OPM Kodap X/Tolikara, serta Bejo Tabuni dan Kopitua Tabuni dari OPM Kodap XXVIII/Yambi.

Kopitua Tabuni diketahui menjabat sebagai Koordinator Lapangan atau Danops Wil OPM Kodap XXVIII/Yambi.

Dalam prosesi reintegrasi, keempatnya menyatakan komitmen untuk kembali hidup bersama keluarga dan masyarakat. Komitmen itu disampaikan melalui pembacaan ikrar dan penciuman Bendera Merah Putih.

Setelah itu, mereka menyerahkan empat pucuk senjata api kepada Pangkoops TNI Habema sebagai bagian dari proses reintegrasi dan komitmen meninggalkan kekerasan.

Empat senjata yang diserahkan terdiri atas satu pucuk AR-15 kaliber 5,56 milimeter, satu pistol revolver kaliber 9 milimeter, satu pistol Trailside Sig Arms kaliber .22 LR yang diserahkan Bejo Tabuni, serta satu pistol Combat kaliber 9 milimeter yang diserahkan Lipar Tabuni.

Baca Juga :  MARAK PESTA BABI: “Jika Sekali Belum Berhasil, Bicara Lagi,” Filosofi Dialog Paulus Waterpauw untuk Papua

Seluruh senjata tersebut selanjutnya diamankan dan ditangani sesuai ketentuan yang berlaku.

Pangkoops: Keberanian Juga Saat Meletakkan Senjata

Pangkoops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto menyampaikan penghargaan atas keberanian keempat anggota tersebut mengambil keputusan untuk kembali ke tengah masyarakat.

Menurut Riyanto, keberanian tidak hanya ditunjukkan ketika seseorang mampu mengangkat senjata, tetapi juga ketika berani meletakkannya dan memilih kehidupan yang lebih baik.

“Keberanian bukan hanya ketika seseorang mampu mengangkat senjata, tetapi juga ketika berani meletakkannya dan memilih kehidupan yang lebih baik. Hari ini bukan tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah. Hari ini adalah tentang memilih masa depan,” ujar Riyanto.

Ia menegaskan, penyerahan senjata bukan menjadi akhir dari proses reintegrasi. Tahapan berikutnya adalah memastikan mereka dapat kembali menjalani kehidupan bersama keluarga dan masyarakat secara normal dan bermartabat.

Menurutnya, proses tersebut membutuhkan dukungan bersama dari pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, aparat keamanan, dan terutama keluarga.

Baca Juga :  Satgas Pertamina Patra Niaga Siap Jamin Penyaluran Energi di Papua Maluku pada Masa Libur Natal & Tahun Baru

“Senjata yang diserahkan hari ini menjadi tanda bahwa satu jalan lama telah ditinggalkan. Setelah ini mari kembali kepada keluarga, membangun kampung, berkebun, bekerja, beribadah, dan bersama-sama menjaga masa depan anak-anak Papua. Jalan damai selalu terbuka bagi saudara-saudara kita yang ingin kembali,” tegasnya.

Reintegrasi Membutuhkan Dukungan Bersama

Koops TNI Habema menegaskan, proses reintegrasi tidak berhenti pada penyerahan senjata. Kehidupan sosial yang kembali normal, pelayanan masyarakat yang berjalan, serta tumbuhnya kepercayaan di tengah masyarakat menjadi bagian penting dalam proses tersebut.

Upacara reintegrasi di Puncak Jaya turut dihadiri unsur pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, aparat keamanan, serta berbagai pihak yang mendukung proses reintegrasi.

Penyerahan empat pucuk senjata tersebut menjadi bagian dari keputusan empat anggota OPM untuk meninggalkan kekerasan dan membuka lembaran kehidupan baru bersama keluarga dan masyarakat.

Dari Puncak Jaya, proses tersebut menegaskan bahwa keputusan untuk kembali kepada keluarga dan masyarakat membutuhkan dukungan bersama agar kehidupan sosial dapat kembali berjalan secara normal.

Berita Terkait

KNMP TANJUNG KASUARI PERKUAT INFRASTRUKTUR PERIKANAN, AKSES EKSPOR NELAYAN JADI PERHATIAN
*KNMP Kota Sorong Perkuat Rantai Dingin, Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal*
1.370 Kapal Fiber KNMP Diproduksi di Manokwari, Buka Peluang Kerja bagi Putra Papua
Satgas Damai Cartenz Tangkap DPO Penganiayaan Berat di Puncak jaya, Dugaan Keterkaitan Jaringan Senjata dan Amunisi Didalami
KNMP Wamargege Didorong Perkuat Ekonomi Nelayan dan Potensi Udang Banana Sorong Selatan
Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Papua, Kodam Cenderawasih Perkuat Penanganan Karhutla
Pria 58 Tahun Ditemukan Meninggal di Entrop Jayapura, Polisi Lakukan Penyelidikan
Lindungi Hak Masyarakat, Kementerian ATR/BPN Selesaikan 3.018 Kasus Pertanahan
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:28 WIT

KNMP TANJUNG KASUARI PERKUAT INFRASTRUKTUR PERIKANAN, AKSES EKSPOR NELAYAN JADI PERHATIAN

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:20 WIT

*KNMP Kota Sorong Perkuat Rantai Dingin, Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal*

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:15 WIT

1.370 Kapal Fiber KNMP Diproduksi di Manokwari, Buka Peluang Kerja bagi Putra Papua

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:56 WIT

Satgas Damai Cartenz Tangkap DPO Penganiayaan Berat di Puncak jaya, Dugaan Keterkaitan Jaringan Senjata dan Amunisi Didalami

Kamis, 22 Oktober 2026 - 05:05 WIT

Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Papua, Kodam Cenderawasih Perkuat Penanganan Karhutla

Berita Terbaru

Uncategorized

KNMP SUPRAU PERKUAT RANTAI USAHA PERIKANAN DI SORONG PAPUA BARAT DAYA

Minggu, 25 Okt 2026 - 16:42 WIT