Bupati Mimika Bentuk Tim Penegasan Tapal Batas dan Hentikan Sementara Aktivitas di Kapiraya

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 17 Februari 2026 - 09:33 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARATANAHPAPUA.COM – Bupati Mimika, Johannes Rettob, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menyelesaikan persoalan tapal batas wilayah yang belakangan memicu ketegangan di wilayah perbatasan. Hal itu disampaikan pada Senin (16/2/2026) di Timika, Papua Tengah.

Bupati menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Mimika telah membentuk tim khusus untuk melakukan penegasan tapal batas yang berkaitan dengan hak ulayat masyarakat adat. Tim ini akan turun langsung ke lapangan untuk berdialog dengan masyarakat di masing-masing wilayah guna memastikan batas-batas adat ditunjukkan secara langsung oleh pemilik hak ulayat.

“Kita minta masyarakat tunjuk sendiri batasnya sampai di mana. Begitu juga masyarakat di Dogiyai dan Deiyai. Nanti kita cocokkan bersama di tingkat provinsi. Kalau sudah sepakat, baru kita bawa ke Kementerian Dalam Negeri untuk penetapan tapal batas pemerintahan,” tegasnya.

Baca Juga :  15 Korban Tewas, Tim Tanggap Darurat Nduga Diterjunkan ke Distrik Dal, Serahkan Bantuan Rp1 Miliar untuk Korban Bencana

Ia juga mengungkapkan telah berkoordinasi dengan Bupati Biak agar mengirim tim melalui jalur yang memungkinkan, mengingat keterbatasan akses dari wilayah tertentu. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat proses harmonisasi dan mencegah kesalahpahaman antarwilayah.

Dalam rapat koordinasi yang digelar sebelumnya, terdapat sejumlah keputusan penting. Pertama, pembentukan tim resmi pemerintah yang akan bekerja menyelesaikan persoalan ini, dengan Surat Keputusan (SK) yang segera ditandatangani.

Kedua, selama proses penegasan tapal batas berlangsung, tidak diperbolehkan adanya aktivitas tambahan dari pihak mana pun. Masyarakat diminta tidak melakukan gerakan atau kegiatan apa pun yang berpotensi memicu konflik.

Bupati menegaskan bahwa persoalan utama yang memicu ketegangan bukan semata-mata tapal batas, melainkan aktivitas tambang emas ilegal yang kemudian diarahkan seolah-olah sebagai konflik batas wilayah.

“Ini yang harus kita lihat bersama. Karena itu tidak boleh ada aktivitas apa pun di lokasi,” ujarnya.

Baca Juga :  Wakapolda Papua Barat Pimpin Sosialisasi Penyusunan Manajemen Risiko Polri

Ketiga, untuk sementara waktu tidak diperbolehkan adanya penerbangan ke wilayah Kapiraya. Gubernur Papua Tengah akan menyurati seluruh operator penerbangan di Papua agar menghentikan penerbangan ke wilayah tersebut demi menjaga stabilitas keamanan.

Saat ini, sebanyak 89 personel aparat keamanan telah dikerahkan untuk menjaga situasi kamtibmas agar tidak terjadi bentrokan antarwarga. Pemerintah daerah juga mengimbau seluruh masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi.

“Kita semua harus menjaga diri, jangan buat gerakan tambahan. Aparat sudah ada di sana untuk memastikan keamanan,” tutup Bupati.

Langkah ini diharapkan menjadi titik awal penyelesaian konflik secara damai dan bermartabat, dengan mengedepankan dialog, kesepakatan adat, dan mekanisme hukum yang berlaku.(Junio)

Berita Terkait

Rakor Pencegahan Korupsi, Ketua KPK bersama Empat Kapolda se-Tanah Papua akan awasi Ketat Penggunaan Dana otsus
SMP Negeri 9 Merauke Gelar Sosialisasi Anti-Bullying, Psikolog Ajak Siswa Berani Melapor
Puluhan Profesor dan Dosen Universitas Negeri Jakarta bersama Billy Mambrasar, turun ke pedalaman Papua, latih 1,000 guru di daerah terpencil
Gelar Rapat Pleno, Eveerth Joumilena Dipercayakan Pimpin Sekber Wartawan Indonesia di Papua
LSM Gempur Papua Soroti Kinerja Pemkab Mamberamo Raya, Soroti Penggunaan Dana Otsus dan Krisis Listrik
Lembaga PBB gandeng Kemendes, bersama Komunitas Lokal Papua, Latih Kewirausahaan ke Ratusan Keluarga di Perkampungan
Karantina Papua Lepasliarkan Flora dan Fauna Endemik Hasil Gagalkan Penyelundupan
Kunjungi Lima Kampung di Okaba, TP PKK Merauke Perkuat Pengasuhan Anak dan Kesehatan Warga
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 15:53 WIT

Rakor Pencegahan Korupsi, Ketua KPK bersama Empat Kapolda se-Tanah Papua akan awasi Ketat Penggunaan Dana otsus

Kamis, 16 Juli 2026 - 07:05 WIT

SMP Negeri 9 Merauke Gelar Sosialisasi Anti-Bullying, Psikolog Ajak Siswa Berani Melapor

Kamis, 9 Juli 2026 - 19:09 WIT

Gelar Rapat Pleno, Eveerth Joumilena Dipercayakan Pimpin Sekber Wartawan Indonesia di Papua

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:59 WIT

LSM Gempur Papua Soroti Kinerja Pemkab Mamberamo Raya, Soroti Penggunaan Dana Otsus dan Krisis Listrik

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:43 WIT

Lembaga PBB gandeng Kemendes, bersama Komunitas Lokal Papua, Latih Kewirausahaan ke Ratusan Keluarga di Perkampungan

Berita Terbaru