Brutalnya Pilkada Papua Tengah, Keterlambatan Rekapitulasi, Suap, dan Dugaan Pelanggaran TSM

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 18 Januari 2025 - 23:27 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARATANAHPAPUA.COM – Pilkada Papua Tengah kembali menjadi sorotan setelah Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah Nomor Urut 1, Wempi Wetipo dan Agustinus Anggaibak, melaporkan dugaan pelanggaran besar dalam sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK), Kamis (16/1/2025).

Salah satu isu utama adalah keterlambatan pengumuman rekapitulasi suara yang dianggap sebagai indikasi pelanggaran terstruktur, sistematis, dan masif (TSM).

Menurut kuasa hukum Pemohon, Michael Himan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Papua Tengah yang menjadi Termohon gagal menjelaskan alasan keterlambatan pengumuman rekapitulasi suara.

Rekapitulasi yang seharusnya diumumkan pada 15 Desember 2024, baru diumumkan pada 18 Desember 2024 meskipun telah mendapat dispensasi dari KPU RI.

Baca Juga :  Honda Brio Tabrak Indomaret Entrop, Ada Masalah Apa Sama tokonya ya ?

“Keterlambatan ini menjadi indikasi kuat adanya pelanggaran TSM dalam pemilu Papua Tengah,” ujar Michael dalam persidangan.

Lebih lanjut, Pemohon mengungkapkan bahwa KPU Papua Tengah menginap di hotel yang sama dengan salah satu pasangan calon lain di Hotel Mahavira, Nabire.

Pemohon menyebut pertemuan tersebut memicu kericuhan karena Pasangan Calon Nomor Urut 4 dapat masuk ke ruang pleno dan melakukan intervensi terhadap rapat rekapitulasi.

Pemohon juga menyoroti perbedaan signifikan perolehan suara di wilayah dengan sistem one man one vote dan sistem noken.

Di Kabupaten Mimika dan Nabire, Pemohon meraih 64.911 dan 27.369 suara. Namun, di wilayah noken, suara mereka anjlok drastis.

Di tengah kampanye, Pemohon mengaku menghadapi berbagai hambatan, termasuk penghadangan di Kabupaten Dogiyai, Deiyai, dan Paniai.

Baca Juga :  Sigap Tangani Longsor, Polres Keerom Pastikan Jalan Kembali Normal

Pemohon bahkan mengungkap permintaan uang Rp 1 miliar agar bisa melanjutkan kampanye melalui jalan umum.

Tuntutan Diskualifikasi Paslon

Pemohon meminta Majelis Hakim Konstitusi membatalkan Keputusan KPU Papua Tengah Nomor 461 Tahun 2024 tentang Penetapan Hasil Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur.

Mereka juga menuntut diskualifikasi terhadap dua pasangan calon lain, yakni Pasangan Nomor Urut 3 (Meki Nawipa dan Deinas Geley) serta Pasangan Nomor Urut 4 (Willem Wandik dan Aloisius Giyai).

Kasus PHPU ini menunjukkan wajah suram demokrasi di Papua Tengah.

Dari keterlambatan rekapitulasi hingga dugaan suap, skandal ini mencerminkan betapa kompleks dan penuh tantangannya penyelenggaraan pemilu di wilayah tersebut.

Berita Terkait

Tim URC Polres Jayapura Temukan Motor Hasil Curanmor di Sentani, Siap Dikembalikan kepada Pemilik
Billy Mambrasar Kritik Kepala Bakom RI Atas Lemahnya Komunikasi Pemerintah Terkait Isu Papua
SKKK Jayapura Buka PMB 2027/2028, Ada Promo Super Early Bird hingga 11 November
Indografika Jayapura Hadirkan Kalender Custom 2027, Bikin Brand Dikenang Sepanjang Tahun
Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz dan Polres Puncak Selidiki Penikaman ASN di Ilaga, Dugaan Motif Balas Dendam Didalami
1.000 Anak Muda Sorong Bergemuruh! Pesan Presiden BRICS Youth Forum Ini Jadi Sorotan
SENTUH SISI KEMANUSIAAN, SATGAS DAMAI CARTENZ BERBAGI DENGAN ANAK PANTI ASUHAN DI JAYAPURA
PAPEDA DI KEEROM TEKANKAN DUKUNGAN KELUARGA BAGI MAMA MENYUSUI: “KETIKA BIKINNYA BERDUA, MAKA URUSNYA BERDUA”
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 18:12 WIT

Tim URC Polres Jayapura Temukan Motor Hasil Curanmor di Sentani, Siap Dikembalikan kepada Pemilik

Kamis, 5 November 2026 - 18:11 WIT

Billy Mambrasar Kritik Kepala Bakom RI Atas Lemahnya Komunikasi Pemerintah Terkait Isu Papua

Rabu, 4 November 2026 - 09:24 WIT

SKKK Jayapura Buka PMB 2027/2028, Ada Promo Super Early Bird hingga 11 November

Selasa, 3 November 2026 - 10:50 WIT

Indografika Jayapura Hadirkan Kalender Custom 2027, Bikin Brand Dikenang Sepanjang Tahun

Senin, 2 November 2026 - 11:58 WIT

Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz dan Polres Puncak Selidiki Penikaman ASN di Ilaga, Dugaan Motif Balas Dendam Didalami

Berita Terbaru