Usai 15 Tahun Vakum, Dewan Adat Mamberamo-Apawer Resmi Bentuk Kepengurusan Baru

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 3 Juli 2026 - 06:16 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Usai Vakum 15 Tahun, Dewan Adat Mamberamo-Apawer Resmi Miliki Ketua Baru

Usai Vakum 15 Tahun, Dewan Adat Mamberamo-Apawer Resmi Miliki Ketua Baru

SUARATANAHPAPUA.COM – Jayapura – Setelah mengalami kekosongan kepemimpinan selama kurang lebih 15 tahun sejak wafatnya almarhum Wempi Bilasi, Dewan Adat Mamberamo-Apawer akhirnya kembali memiliki ketua definitif. Proses reorganisasi dan konsolidasi kepengurusan dilakukan oleh Dewan Adat Papua (DAP) Wilayah Adat Tabi dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung P3W GKI Papua, Padang Bulan, Kota Jayapura, Selasa (30/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan delapan suku yang mendiami kawasan Sungai Mamberamo-Apawer, yakni Suku Foau, Dasigo, Siwaya, Batero, Papasena, Tebako, Kawera, dan Bauzy.

Ketua Dewan Adat Papua Wilayah Adat Tabi, Yakonias Wabrar, mengatakan reorganisasi dilakukan untuk mengisi kekosongan kepemimpinan sekaligus memastikan masyarakat adat Mamberamo-Apawer kembali memiliki representasi dalam berbagai agenda Dewan Adat di Tanah Papua, khususnya di wilayah adat Tabi.

Menurutnya, selama bertahun-tahun Dewan Adat Mamberamo-Apawer belum memiliki kepengurusan yang aktif sehingga diperlukan konsolidasi bersama seluruh unsur masyarakat adat untuk membentuk struktur organisasi yang memiliki legitimasi.

“Melalui konsolidasi yang melibatkan perwakilan delapan suku besar, kami bersepakat memilih calon Ketua Dewan Adat Mamberamo-Apawer agar masyarakat adat kembali memiliki wadah yang sah dan kuat dalam memperjuangkan kepentingannya,” ujar Yakonias.

Baca Juga :  Demo di Mapolda Papua Untuk Mendukung Proses Hukum Mantan Bupati Biak, Tekankan Bukan Kepentingan Politik !

Dalam musyawarah tersebut, peserta secara aklamasi menetapkan Hendrik Bilasi sebagai Ketua Dewan Adat Mamberamo-Apawer. Ia akan didampingi Matias Alle sebagai Sekretaris dan Yakob Dude sebagai Bendahara.

Yakonias menjelaskan, setelah proses pengesahan selesai, Dewan Adat Papua Wilayah Adat Tabi akan menerbitkan Surat Keputusan (SK) kepengurusan secara resmi. Selanjutnya, kepengurusan tersebut akan dilaporkan kepada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Papua, Pemerintah Kabupaten Mamberamo Raya, Gubernur Papua, serta Bupati Mamberamo Raya.

Ketua Dewan Adat Mamberamo-Apawer terpilih, Hendrik Bilasi, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh seluruh kepala suku dan perwakilan masyarakat adat.

Ia mengajak seluruh masyarakat adat untuk memperkuat persatuan dalam menjaga tanah ulayat, hutan, dan seluruh sumber daya alam sebagai warisan leluhur yang harus dipertahankan untuk generasi mendatang.

“Saya mengajak seluruh masyarakat adat bergandengan tangan menjaga manusia, tanah, hutan, dan seluruh isinya dari berbagai ancaman pihak-pihak yang hanya ingin mengambil keuntungan tanpa memikirkan masa depan masyarakat adat,” tegas Hendrik.

Baca Juga :  Puluhan Profesor dan Dosen Universitas Negeri Jakarta bersama Billy Mambrasar, turun ke pedalaman Papua, latih 1,000 guru di daerah terpencil

Ia menambahkan, usai dikukuhkan, dirinya bersama jajaran pengurus akan kembali ke Mamberamo guna bertemu para tokoh adat, kepala suku, dan tetua kampung. Pertemuan tersebut bertujuan menyerap aspirasi masyarakat sekaligus mempersiapkan pelaksanaan Konferensi Masyarakat Adat Mamberamo-Apawer.

Sementara itu, tokoh masyarakat Mamberamo Raya yang juga Anggota DPR Papua, Yotam Bilasi, mengapresiasi langkah Dewan Adat Papua Wilayah Adat Tabi yang berhasil memfasilitasi proses konsolidasi hingga terbentuk kepengurusan baru Dewan Adat Mamberamo-Apawer.

Ia berharap seluruh kepala suku dan tokoh adat dapat mengesampingkan perbedaan pandangan yang selama ini terjadi dan bersama-sama memperjuangkan kepentingan masyarakat adat, terutama dalam menjaga tanah ulayat dan hutan dari ancaman eksploitasi.

“Kita jangan lagi terpecah karena persoalan yang tidak membawa manfaat bagi anak cucu kita. Yang terpenting sekarang adalah bersatu menjaga tanah adat dan hutan kita agar tetap lestari serta tidak mengalami kerusakan seperti yang terjadi di sejumlah daerah lain di Indonesia,” tutup Yotam.

Berita Terkait

Satgas Kepolisian Ops Damai Cartenz Ungkap Perkembangan Kasus Penembakan Tiga Warga Sipil di Jayawijaya, Polisi Kantongi Ciri-ciri Pelaku
Angka Bunuh Diri Meningkat, Psikolog: Pencegahan Bukan Hanya Tanggung Jawab Tenaga Kesehatan
BMP RI Imbau Warga Tak Terprovokasi Usai Penembakan Pilot di Yahukimo
Staf Khusus Presiden RI Dorong Batam Bangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) UMKM untuk Tujuan Ekspor
Persekutuan Wanita GKI Didorong Jadi Pilar Kesehatan Mental Keluarga
Program SESAMA Pertamina Hadir dan Dukung Semangat Belajar Anak-anak di Doromena Papua
BM Coffee bersama Standup Indo Jayapura Akan Gelar Mini Show Bale-Bale Sumerdeka ! BURUAN GUYS
Barisan Merah Putih Papua Desak Pembebasan Sembilan Warga yang Disandera di Jila
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 16:29 WIT

Satgas Kepolisian Ops Damai Cartenz Ungkap Perkembangan Kasus Penembakan Tiga Warga Sipil di Jayawijaya, Polisi Kantongi Ciri-ciri Pelaku

Jumat, 11 September 2026 - 07:53 WIT

Angka Bunuh Diri Meningkat, Psikolog: Pencegahan Bukan Hanya Tanggung Jawab Tenaga Kesehatan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:41 WIT

BMP RI Imbau Warga Tak Terprovokasi Usai Penembakan Pilot di Yahukimo

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:26 WIT

Staf Khusus Presiden RI Dorong Batam Bangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) UMKM untuk Tujuan Ekspor

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:32 WIT

Persekutuan Wanita GKI Didorong Jadi Pilar Kesehatan Mental Keluarga

Berita Terbaru