SUARATANAHPAPUA.COM – Polda Papua terus mengedepankan pendekatan humanis dalam pelaksanaan Operasi Rasaka Cartenz 2026 sebagai upaya mendukung pembangunan masyarakat Papua yang lebih aman, sehat, dan cerdas. Melalui berbagai program sosial dan kemasyarakatan, operasi ini tidak hanya berfokus pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga menyentuh sektor pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan generasi muda.
Tanah Papua yang dikenal kaya akan budaya, sumber daya alam, dan potensi generasi muda, masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari keterbatasan akses pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga pembangunan sumber daya manusia di berbagai wilayah. Menjawab tantangan tersebut, Polda Papua menghadirkan Operasi Rasaka Cartenz 2026 dengan mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif yang berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., selaku Kepala Operasi Rasaka Cartenz 2026, mengatakan bahwa operasi tersebut merupakan bentuk komitmen Polri untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui program-program yang memberikan manfaat nyata.
“Operasi Rasaka Cartenz 2026 tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga menghadirkan berbagai program sosial yang bertujuan membantu masyarakat dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan generasi muda,” ujarnya saat diwawancarai media pada 10 Juni 2026.
Melalui Program Binmas Noken, Polri menjalankan sejumlah program unggulan, di antaranya Program Si-Ipar (Polisi Pi Mengajar), Matoa (Milenial Torang Maju), dan Keladi Sagu (Kesehatan Lembaga Diri Sehat Guna).
Di bidang pendidikan, Program Si-Ipar menjadi salah satu upaya Polri dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Papua. Melalui program ini, personel Polri hadir sebagai pendamping belajar bagi anak-anak dengan memberikan pembelajaran membaca, menulis, wawasan kebangsaan, pendidikan karakter, hingga pengenalan teknologi informasi.
Program tersebut diharapkan mampu membantu menciptakan generasi muda Papua yang memiliki pengetahuan, keterampilan, serta semangat untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Sementara itu, Program Matoa menjadi wadah bagi generasi muda Papua untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan, dan potensi diri. Berbagai kegiatan pelatihan, diskusi, serta edukasi pemanfaatan media digital diberikan guna mendorong lahirnya pemuda yang produktif, inovatif, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah.
Pada sektor kesehatan, Program Keladi Sagu menjadi bentuk nyata kepedulian Polri dalam mendekatkan akses layanan kesehatan kepada masyarakat. Program ini diwujudkan melalui patroli kesehatan, pemeriksaan medis, penyuluhan kesehatan, pengobatan gratis, hingga kegiatan bakti sosial kesehatan yang menjangkau masyarakat hingga ke wilayah dengan akses layanan yang terbatas.
Kehadiran Program Keladi Sagu diharapkan dapat membantu masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan kesehatan yang masih ditemukan di sejumlah wilayah Papua, seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), malaria, diare, penyakit kulit, dan berbagai gangguan kesehatan lainnya.
Operasi Rasaka Cartenz 2026 menjadi bukti bahwa kehadiran Polri tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan, kesehatan, pemberdayaan pemuda, dan komunikasi sosial yang inklusif.
Dengan mengedepankan semangat kemanusiaan dan kebersamaan, Polda Papua terus berupaya membangun kepercayaan masyarakat, memperkuat persatuan, serta menghadirkan harapan bagi terwujudnya Papua yang lebih aman, sehat, cerdas, dan sejahtera.
Melalui kolaborasi antara Polri dan masyarakat, berbagai langkah positif terus dilakukan untuk mendukung pembangunan Papua yang berkelanjutan dan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.







