Trans Papua Segmen Mamberamo–Elelim, Kunci Turunkan Harga Barang di Pegunungan

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 22 November 2025 - 20:55 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARATANAHPAPUA.COM – Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Papua–Papua Pegunungan, Kementerian PUPR, memastikan pembangunan Jalan Trans Papua ruas Jayapura–Wamena pada segmen Mamberamo–Elelim ditargetkan selesai pada akhir 2026. Ruas Elelim–Wamena sepanjang sekitar 50 kilometer itu dikerjakan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) KPBU Jayapura–Wamena, Febryan Nurdiansyah, mengatakan masa konstruksi mulai berjalan sejak 3 Juli 2024 dan direncanakan rampung pada 3 November 2026. Ruas pekerjaan terbentang dari KM 366 di Distrik Benawa hingga KM 416 di Distrik Elelim.

“Masa konsesi pembangunan berlangsung selama 15 tahun 4 bulan, termasuk 2 tahun 4 bulan masa konstruksi dan 13 tahun masa layanan atau operasional,” ujar Febryan.

Proyek ini mencakup peningkatan badan jalan dari tanah menjadi beraspal, pembangunan 16 jembatan baru, serta fasilitas penimbang kendaraan atau weigh station untuk mencegah pelanggaran dimensi dan beban (ODOL).

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) KPBU Jayapura-Wamena, Febryan Nurdiansyah Bersama , Deputy Project Manager PT.Hutama Karya, Agung Rahmadi saat diwawancarai wartawan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) KPBU Jayapura-Wamena, Febryan Nurdiansyah Bersama , Deputy Project Manager PT.Hutama Karya, Agung Rahmadi saat diwawancarai wartawan.

Investor Biayai Hingga Masa Operasional

Menurut Febryan, seluruh lingkup kegiatan—mulai pembiayaan, perencanaan teknis, pembangunan fisik, hingga pengoperasian dan pemeliharaan—ditangani oleh PT Hutama Mambelim Trans Papua (PT HMTP) selaku Badan Usaha Pelaksana proyek KPBU.

Baca Juga :  Kolaborasi Nokia dan Indosat Perkuat Infrastruktur Digital Indonesia

“Pemerintah hanya memberikan basic design dan melakukan pengawasan agar perencanaan sesuai standar teknis, mulai dari lebar badan jalan, tebal perkerasan aspal, hingga penanganan lereng,” katanya.

Ia menambahkan, rampungnya pembangunan akan mempercepat akses logistik, pendidikan, dan layanan kesehatan di Papua Pegunungan. Saat ini, truk logistik dari Jayapura ke Wamena dapat menempuh perjalanan hingga satu sampai dua minggu. Jika ruas ini selesai, waktu tempuh diperkirakan turun menjadi dua hingga tiga hari.

“Dengan akses yang lebih singkat, arus logistik meningkat dan harga barang di wilayah Papua Pegunungan diprediksi lebih stabil,” ujar Febryan.

Progres Lapangan dan Pembagian Zona

Deputy Project Manager PT Hutama Karya, Agung Rahmadi, menyebut progres pembangunan ruas Mamberamo–Elelim terus berjalan dan diyakini dapat memenuhi target penyelesaian pada 2026. Ruas ini menjadi bagian vital dari koridor transportasi Jayapura–Wamena dan menghubungkan delapan kabupaten di Papua Pegunungan.

Baca Juga :  Natal PTAM Jayapura Jadi Pengingat Penguatan Keluarga dan Kinerja Perusahaan

“Pekerjaan dibagi menjadi lima zona, masing-masing sekitar 10 kilometer. Sebanyak 150 unit alat berat dikerahkan, dan tiga camp utama didirikan untuk pengawasan harian,” kata Agung.

Ia menjelaskan, pengaspalan sudah dimulai di zona 1, sementara galian di zona 2 tersisa tiga kilometer. Pekerjaan galian di zona 3, 4, dan 5 juga terus dikebut agar seluruh zona siap diaspal pada 2026.

Mobilisasi Material Masih Jadi Kendala

Agung mengakui, tantangan utama proyek berada pada mobilisasi material dan alat berat. Akses menuju lokasi pekerjaan masih kerap terputus akibat longsor dan lintasan sungai yang belum stabil.

Menurut dia, perusahaan telah berkomitmen menangani perbaikan darurat bila terjadi longsor atau kerusakan di luar ruas KPBU, termasuk membantu truk bermuatan yang terjebak di jalur ini. Setiap camp dilengkapi pusat pengaduan untuk memastikan seluruh ruas yang menjadi tanggung jawab KPBU tetap fungsional selama masa konstruksi.

Berita Terkait

AHY Bahas Konektivitas Papua, Dorong Penguatan Infrastruktur Darat, Laut dan Udara
TNI Bantu Evakuasi Ibu Sinta dari Mbua, Tempuh Jalur Udara ke Wamena
Putusan Pengadilan Dieksekusi, Dua Bidang Tanah 5.000 Meter Persegi Dikosongkan
Nelayan Waryesi Sambut Positif Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih
Konsinyering RUU Pengaturan Reforma Agraria, Wamen Ossy Harapkan Kebijakan yang Adil dan Mampu Selesaikan Persoalan Agraria
Satgas Operasi Damai Cartenz Bantah informasi yang menyebut Sopir Lajuran Wamena Anggota
Koops TNI Habema Ungkap Insiden Pengemudi Lajuran Tewas di Jalur Wamena-Mbua
Kampung Nelayan Merah Putih Waryesi: Warga dan Pemerintah Bangun Masa Depan Ekonomi Pesisir
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 16:26 WIT

AHY Bahas Konektivitas Papua, Dorong Penguatan Infrastruktur Darat, Laut dan Udara

Kamis, 17 September 2026 - 16:14 WIT

TNI Bantu Evakuasi Ibu Sinta dari Mbua, Tempuh Jalur Udara ke Wamena

Kamis, 17 September 2026 - 16:09 WIT

Putusan Pengadilan Dieksekusi, Dua Bidang Tanah 5.000 Meter Persegi Dikosongkan

Kamis, 17 September 2026 - 11:33 WIT

Nelayan Waryesi Sambut Positif Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Kamis, 17 September 2026 - 06:44 WIT

Konsinyering RUU Pengaturan Reforma Agraria, Wamen Ossy Harapkan Kebijakan yang Adil dan Mampu Selesaikan Persoalan Agraria

Berita Terbaru