Gus Yusuf, Darah Segar bagi NU

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 18 Agustus 2026 - 07:37 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gus Yusuf, Darah Segar bagi NU

Oleh: Dr. H. Ahmad Fahrur Rozi
Ketua PBNU Bidang Keagamaan

Saya mengenal Gus Yusuf sebagai adik kelas di MHM Lirboyo, terpaut dua tingkat. Dalam pergaulan, ia pribadi yang tenang. Tidak gemar membuat kegaduhan, tetapi tekun bekerja dan memilih menunjukkan kesungguhannya melalui hasil, bukan sekadar kata-kata.

Ia lahir dari keluarga kiai besar. Namun, nama besar itu tidak dijadikannya alasan untuk merasa cukup. Ia membangun dirinya dengan kerja keras, kesabaran, dan pengabdian. Di situlah watak seorang santri diuji: bukan sekadar ingin dikenal, melainkan berusaha agar kehadirannya benar-benar membawa manfaat.

Gus Yusuf tumbuh dari rahim pesantren. Ia memahami bahwa pesantren bukan hanya tempat belajar kitab, melainkan tempat seseorang ditempa untuk mandiri, menghormati ulama, hidup sederhana, dekat dengan masyarakat, dan siap melayani umat. Karena itu, perhatiannya terhadap pendidikan pesantren terasa sebagai panggilan hati, bukan sekadar agenda organisasi.

Saya melihat kesungguhannya dalam mengelola pesantren warisan orang tuanya. Ia merawat apa yang telah dibangun para pendahulu, sambil mencari jalan agar lembaga itu terus berkembang dan manfaatnya semakin luas. Kepeduliannya juga tidak berhenti pada pesantrennya sendiri. Pesantren yang sudah baik ia dukung, yang menghadapi keterbatasan ia bantu agar dapat bangkit dan maju.

Baca Juga :  JKN Papua Tembus 98 Persen Kepesertaan, Fokus Utama Kini pada Keaktifan Peserta

Kerja seperti itu sering kali tidak terdengar. Tidak selalu masuk pemberitaan dan tidak selalu menjadi bahan perbincangan. Padahal, warga pesantren memahami bahwa perubahan besar lahir dari ketekunan mengurus hal-hal yang tampak kecil: memperbaiki mutu pendidikan, memperhatikan santri, menguatkan guru, dan memastikan pesantren tetap tegak menghadapi perubahan zaman.

Saya pernah bersama Gus Yusuf dalam kepengurusan PBNU, khususnya di Rabithah Ma’ahid Islamiyah. Dari situ, saya mengenalnya sebagai kader yang memahami dunia pesantren dan mengerti watak perjuangan NU. Pengalamannya dalam organisasi, termasuk di PKB, melatihnya membangun komunikasi, merawat hubungan, serta bekerja bersama banyak pihak tanpa kehilangan akar tradisinya.

NU membutuhkan kader seperti ini: dekat dengan pesantren, tidak tercerabut dari kehidupan warga, dan bersedia bekerja keras tanpa banyak meminta sorotan. NU tidak cukup hanya dipimpin oleh orang yang pandai tampil di panggung. NU harus dihidupi oleh orang-orang yang siap hadir ketika pesantren membutuhkan perhatian, ketika warga memerlukan jalan keluar, dan ketika umat membutuhkan pelayanan nyata.

Baca Juga :  26 Rumah Hangus di Dok 5 Samping SMA Gabungan Jayapura

Saya mendengar Gus Yusuf membawa perhatian besar pada penguatan pendidikan pesantren dan layanan kesehatan yang mudah dijangkau masyarakat. Dua hal ini sangat dekat dengan kebutuhan warga NU. Pesantren harus terus tumbuh menjadi pusat ilmu dan pembentukan akhlak. Di saat yang sama, masyarakat kecil harus memperoleh layanan kesehatan yang layak tanpa merasa dipersulit atau dibebani.

Saya percaya Gus Yusuf memiliki ketekunan dan semangat khidmah untuk menjalankan amanah tersebut. Ia bukan sosok yang datang dengan janji-janji besar, melainkan kader yang telah lama belajar bekerja. Memberi ruang kepadanya untuk memperluas pengabdian di Nahdlatul Ulama adalah ikhtiar menghadirkan darah segar bagi NU: segar dalam gagasan, kuat dalam kerja, namun tetap berakar pada tradisi, adab, dan kepedulian kepada umat.

Selamat datang, Gus Yusuf. Semoga langkah khidmah ini membawa manfaat yang luas bagi NU, pesantren, dan bangsa.

Berita Terkait

KNMP TANJUNG KASUARI PERKUAT INFRASTRUKTUR PERIKANAN, AKSES EKSPOR NELAYAN JADI PERHATIAN
*KNMP Kota Sorong Perkuat Rantai Dingin, Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal*
1.370 Kapal Fiber KNMP Diproduksi di Manokwari, Buka Peluang Kerja bagi Putra Papua
Satgas Damai Cartenz Tangkap DPO Penganiayaan Berat di Puncak jaya, Dugaan Keterkaitan Jaringan Senjata dan Amunisi Didalami
KNMP Wamargege Didorong Perkuat Ekonomi Nelayan dan Potensi Udang Banana Sorong Selatan
Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Papua, Kodam Cenderawasih Perkuat Penanganan Karhutla
Pria 58 Tahun Ditemukan Meninggal di Entrop Jayapura, Polisi Lakukan Penyelidikan
Lindungi Hak Masyarakat, Kementerian ATR/BPN Selesaikan 3.018 Kasus Pertanahan
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:28 WIT

KNMP TANJUNG KASUARI PERKUAT INFRASTRUKTUR PERIKANAN, AKSES EKSPOR NELAYAN JADI PERHATIAN

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:20 WIT

*KNMP Kota Sorong Perkuat Rantai Dingin, Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal*

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:15 WIT

1.370 Kapal Fiber KNMP Diproduksi di Manokwari, Buka Peluang Kerja bagi Putra Papua

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:56 WIT

Satgas Damai Cartenz Tangkap DPO Penganiayaan Berat di Puncak jaya, Dugaan Keterkaitan Jaringan Senjata dan Amunisi Didalami

Kamis, 22 Oktober 2026 - 05:05 WIT

Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Papua, Kodam Cenderawasih Perkuat Penanganan Karhutla

Berita Terbaru

Uncategorized

KNMP SUPRAU PERKUAT RANTAI USAHA PERIKANAN DI SORONG PAPUA BARAT DAYA

Minggu, 25 Okt 2026 - 16:42 WIT