Breaking News: Persipura Dijatuhi Sanksi Tanpa Penonton di Stadion Lukas Enembe

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 16 Mei 2026 - 05:49 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARATANAHPAPUA.COM – Persipura Didenda Rp175 Juta Usai Kericuhan dan Pelanggaran Suporter di Stadion Lukas Enembe.

Komite Disiplin PSSI menjatuhkan sanksi denda kepada Persipura Jayapura terkait pelanggaran disiplin suporter dalam pertandingan melawan Adhyaksa FC Banten pada ajang Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion Lukas Enembe, 8 Mei 2026 lalu.

Dalam salinan keputusan Komdis PSSI Nomor 245/L2/SK/KD-PSSI/V/2026 tertanggal 13 Mei 2026, Persipura dinyatakan melanggar Kode Disiplin PSSI Tahun 2025 karena terjadi aksi masuknya suporter ke area lapangan usai pertandingan berakhir.

Sidang Komite Disiplin dipimpin Ketua Komdis PSSI, Umar Husin, bersama Wakil Ketua Azhari Rangkuti serta anggota Mahfudin Nigara, Mustofa Abidin, dan Yakub Adi Krisanto.

Baca Juga :  Calon Bupati Maximus Tipagau Bertemu Anak Bungsu Presiden Bahas Pembangunan Milenial

Berdasarkan hasil sidang, Persipura dikenakan sanksi denda sebesar Rp50 juta sebagaimana diatur dalam Pasal 70 ayat (1), ayat (2), juncto lampiran 1 nomor 5 juncto Pasal 13 ayat (2) Kode Disiplin PSSI Tahun 2025.

Selain itu, Komdis PSSI juga mengeluarkan salinan putusan Nomor 244/L2/SK/KD-PSSI/V/2026 terkait tingkah laku buruk penonton pada pertandingan yang sama.

Dalam putusan tersebut, suporter Persipura dinilai melakukan berbagai pelanggaran, di antaranya pelemparan empat smoke bomb dari tribun utara, selatan, timur, dan barat. Selain itu, terjadi penyalaan flare masing-masing dua buah dari tribun selatan serta masing-masing satu buah dari tribun timur dan utara.

Baca Juga :  ATR/BPN Percepat Pemutakhiran Data Sertipikat Tanah Lama

Tak hanya itu, suporter juga menyalakan petasan dari seluruh sisi tribun stadion, yakni tribun barat, timur, utara, dan selatan.

Atas pelanggaran tersebut, Komdis PSSI menjatuhkan sanksi denda tambahan sebesar Rp125 juta kepada Persipura Jayapura.

Dengan demikian, total sanksi denda yang harus dibayarkan Persipura mencapai Rp175 juta.

Komdis PSSI menegaskan bahwa pengulangan pelanggaran serupa dapat berujung pada hukuman yang lebih berat. Sementara itu, pihak klub masih memiliki hak untuk mengajukan banding sesuai Pasal 117 Kode Disiplin PSSI.

Disebutkan pula bahwa terdapat lima salinan putusan Komdis PSSI yang telah diserahkan kepada manajemen Persipura Jayapura.

Berita Terkait

KNMP TANJUNG KASUARI PERKUAT INFRASTRUKTUR PERIKANAN, AKSES EKSPOR NELAYAN JADI PERHATIAN
*KNMP Kota Sorong Perkuat Rantai Dingin, Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal*
1.370 Kapal Fiber KNMP Diproduksi di Manokwari, Buka Peluang Kerja bagi Putra Papua
Satgas Damai Cartenz Tangkap DPO Penganiayaan Berat di Puncak jaya, Dugaan Keterkaitan Jaringan Senjata dan Amunisi Didalami
KNMP Wamargege Didorong Perkuat Ekonomi Nelayan dan Potensi Udang Banana Sorong Selatan
Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Papua, Kodam Cenderawasih Perkuat Penanganan Karhutla
Pria 58 Tahun Ditemukan Meninggal di Entrop Jayapura, Polisi Lakukan Penyelidikan
Lindungi Hak Masyarakat, Kementerian ATR/BPN Selesaikan 3.018 Kasus Pertanahan
Berita ini 54 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:28 WIT

KNMP TANJUNG KASUARI PERKUAT INFRASTRUKTUR PERIKANAN, AKSES EKSPOR NELAYAN JADI PERHATIAN

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:20 WIT

*KNMP Kota Sorong Perkuat Rantai Dingin, Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal*

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:15 WIT

1.370 Kapal Fiber KNMP Diproduksi di Manokwari, Buka Peluang Kerja bagi Putra Papua

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:56 WIT

Satgas Damai Cartenz Tangkap DPO Penganiayaan Berat di Puncak jaya, Dugaan Keterkaitan Jaringan Senjata dan Amunisi Didalami

Kamis, 22 Oktober 2026 - 05:05 WIT

Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Papua, Kodam Cenderawasih Perkuat Penanganan Karhutla

Berita Terbaru

Uncategorized

KNMP SUPRAU PERKUAT RANTAI USAHA PERIKANAN DI SORONG PAPUA BARAT DAYA

Minggu, 25 Okt 2026 - 16:42 WIT