Ambulans Hampir Dibakar, Warga Dekai Bertahan Selamatkan Satu-Satunya Akses Berobat

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 14 Februari 2026 - 17:56 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARATANAHPAPUA.COM – Ketegangan menyelimuti Jalan Seradala KM 04, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Sabtu (14/2/2026). Dua unit ambulans Puskesmas Aplim nyaris dilalap api. Di tengah ancaman itu, warga berdiri di depan fasilitas kesehatan mereka sendiri dan berusaha menyelamatkan satu-satunya harapan berobat bagi masyarakat sekitar.

Peristiwa bermula pada malam Sabtu sekitar pukul 21.05 WIT. Dua orang tak dikenal mendatangi area perumahan Puskesmas Aplim dan mengancam akan membakar bangunan serta kendaraan ambulans yang terparkir. Mereka membawa bahan bakar jenis solar dalam botol air mineral berukuran 1.600 ml.

Menurut keterangan saksi, Luter Matuan (40), Kepala Desa Kurima, kedua pelaku sempat menyiramkan solar di sekitar ban belakang dua unit ambulans yang masing-masing berjenis Triton warna putih dan Arena APV putih bernomor polisi PA 6434 Y.

“Kalau puskesmas dibakar, kami tidak punya tempat lagi untuk berobat,” ujar Luter, mengingat kepanikan warga malam itu.

Warga kemudian berkumpul dan melakukan negosiasi agar pembakaran tidak terjadi. Untuk meredam situasi, saksi mengaku sempat memberikan uang sebesar Rp500.000 kepada pelaku di jalan masuk puskesmas. Setelah menerima uang tersebut, keduanya membatalkan aksi pembakaran dan melarikan diri ke arah Jalan Seradala.

Baca Juga :  Sigap Tangani Longsor, Polres Keerom Pastikan Jalan Kembali Normal

Keesokan paginya, Sabtu pukul 09.25 WIT, personel Satreskrim Polres Yahukimo yang dibackup Satgas Gakkum Ops Damai Cartenz 2026 dipimpin IPTU Muhammad Mirwan bergerak cepat menuju lokasi. Tim melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, serta meminta keterangan para saksi.

Di lokasi, petugas menemukan satu botol air mineral diduga berisi sisa solar dan beberapa helai rumput kering yang terindikasi telah disiram bahan bakar. Meski tidak ditemukan jejak kaki, titik-titik siraman solar di sekitar ban kendaraan memperkuat dugaan percobaan pembakaran.

Usai olah TKP, kedua ambulans dikawal menuju RSUD Dekai untuk memastikan keamanan fasilitas layanan kesehatan tetap terjaga.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa aparat tidak akan membiarkan fasilitas publik menjadi sasaran intimidasi.

“Fasilitas kesehatan adalah kebutuhan dasar masyarakat. Kami tidak akan mentolerir segala bentuk ancaman terhadap layanan publik, apalagi yang menyangkut keselamatan warga. Penanganan dilakukan secara tegas dan terukur sesuai hukum,” ujarnya.

Baca Juga :  BM Coffee bersama Standup Indo Jayapura Akan Gelar Mini Show Bale-Bale Sumerdeka ! BURUAN GUYS

Ia memastikan kehadiran aparat bukan semata penegakan hukum, tetapi juga memberi rasa aman agar masyarakat tetap dapat beraktivitas normal.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, menyebut respons cepat personel di lapangan menjadi kunci mencegah eskalasi.

“Begitu laporan diterima, tim langsung bergerak. Ambulans kami amankan, barang bukti disita, dan saksi diperiksa. Langkah cepat ini penting agar pelayanan kesehatan tidak terganggu dan masyarakat tidak diliputi ketakutan,” katanya.

Saat ini, penyelidikan masih berlangsung untuk mengidentifikasi dan memburu pelaku. Polisi juga telah mengarahkan saksi untuk membuat laporan resmi serta melengkapi administrasi penyidikan.

Peristiwa ini menjadi pengingat betapa vitalnya fasilitas kesehatan di wilayah pedalaman. Ketika ambulans hampir dibakar, yang terancam bukan hanya kendaraan aka tetapi akses hidup masyarakat. Melalui pengamanan dan penegakan hukum yang berkelanjutan, aparat berharap stabilitas keamanan di Dekai tetap terjaga dan pelayanan publik dapat berjalan tanpa gangguan.

Berita Terkait

Nelayan Waryesi Sambut Positif Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih
Konsinyering RUU Pengaturan Reforma Agraria, Wamen Ossy Harapkan Kebijakan yang Adil dan Mampu Selesaikan Persoalan Agraria
Satgas Operasi Damai Cartenz Bantah informasi yang menyebut Sopir Lajuran Wamena Anggota
Koops TNI Habema Ungkap Insiden Pengemudi Lajuran Tewas di Jalur Wamena-Mbua
Kampung Nelayan Merah Putih Waryesi: Warga dan Pemerintah Bangun Masa Depan Ekonomi Pesisir
KNMP Warmasen Jadi Langkah Penguatan Ekonomi Nelayan Raja Ampat
Satgas Kepolisian Ops Damai Cartenz Ungkap Perkembangan Kasus Penembakan Tiga Warga Sipil di Jayawijaya, Polisi Kantongi Ciri-ciri Pelaku
Angka Bunuh Diri Meningkat, Psikolog: Pencegahan Bukan Hanya Tanggung Jawab Tenaga Kesehatan
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 11:33 WIT

Nelayan Waryesi Sambut Positif Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Kamis, 17 September 2026 - 06:44 WIT

Konsinyering RUU Pengaturan Reforma Agraria, Wamen Ossy Harapkan Kebijakan yang Adil dan Mampu Selesaikan Persoalan Agraria

Kamis, 17 September 2026 - 06:03 WIT

Satgas Operasi Damai Cartenz Bantah informasi yang menyebut Sopir Lajuran Wamena Anggota

Rabu, 16 September 2026 - 14:06 WIT

Koops TNI Habema Ungkap Insiden Pengemudi Lajuran Tewas di Jalur Wamena-Mbua

Rabu, 16 September 2026 - 13:45 WIT

Kampung Nelayan Merah Putih Waryesi: Warga dan Pemerintah Bangun Masa Depan Ekonomi Pesisir

Berita Terbaru