SUARATANAHPAPUA.COM – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XIV Papua terus memperluas jejaring kolaborasi dengan menggandeng berbagai mitra strategis lintas sektor. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat pengembangan pendidikan tinggi yang inklusif, adaptif, dan berdampak nyata di Provinsi Papua.
Dalam kegiatan yang digelar di Kota Jayapura, LLDIKTI Wilayah XIV resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan sejumlah lembaga penting, mulai dari instansi pemerintahan, lembaga keuangan, media, hingga organisasi masyarakat sipil. Beberapa di antaranya adalah Kementerian Hukum dan HAM Papua, BPKP Papua, Bank Indonesia, BRI, BNI, Bank Mandiri, PT Telkom, BNN, TVRI, RRI, KPID Papua, serta LBH APIK Jayapura. Para pimpinan perguruan tinggi swasta di lingkungan LLDIKTI Wilayah XIV turut mengikuti kegiatan ini secara daring.
Salah satu kolaborasi yang menjadi sorotan adalah kerja sama antara LLDIKTI Wilayah XIV Papua dan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Papua. MoU tersebut ditandatangani oleh Dr. Suriel Semuel Mofu, Kepala LLDIKTI Wilayah XIV, dan Rusni Christine Abaidata, S.H., M.Kn., Ketua KPID Papua. Penandatanganan disaksikan oleh jajaran pejabat struktural kedua lembaga, termasuk Melkias Mansoeben, S.IP (Koordinator Bidang Kelembagaan) dan Dr. Nahria, S.Sos., M.Si. (Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran KPID Papua).
Fokus Kolaborasi: Literasi Media dan Pengawasan Siaran
Melalui kerja sama ini, kedua lembaga sepakat memperkuat ekosistem pendidikan tinggi dan penyiaran di Papua dengan beberapa tujuan utama, di antaranya:
- Meningkatkan literasi media dan kesadaran masyarakat kampus terhadap isi siaran yang tidak sesuai dengan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS).
- Mendukung pengawasan isi siaran melalui riset bersama dan keterlibatan mahasiswa serta dosen dalam pemantauan konten media.
- Menghasilkan SDM penyiaran profesional dan beretika yang memahami konteks kearifan lokal.
- Memastikan lembaga penyiaran di Papua berfungsi sebagai media edukasi, informasi, dan hiburan yang sehat.
Selain itu, ruang lingkup kerja sama juga mencakup program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di bidang penyiaran, pelatihan profesional, riset media, serta edukasi dan kampanye penyiaran sehat kepada masyarakat dan pelajar.
Dorong Dampak Nyata untuk Tanah Papua
Kepala LLDIKTI Wilayah XIV Papua, Dr. Suriel S. Mofu, menegaskan bahwa kerja sama ini menjadi langkah penting dalam memperkuat peran lembaga pendidikan tinggi di Tanah Papua.
“Salah satu langkah strategis untuk mendukung visi DIKTI Saintek Berdampak adalah dengan memperkuat jejaring kolaboratif antar lembaga. Melalui MoU ini, berbagai kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dapat segera ditindaklanjuti bersama mitra strategis kami,” ujar Suriel.
Sementara itu, Ketua KPID Papua, Rusni Christine Abaidata, menyambut baik sinergi ini sebagai momentum kebangkitan kolaborasi di tengah keterbatasan sumber daya yang dihadapi lembaganya.
“Sejak 2022 kami menghadapi keterbatasan anggaran yang cukup berat. Namun kerja sama seperti ini menjadi oase di tengah tantangan. Kami berharap langkah bersama ini bisa berdampak nyata bagi masyarakat Papua,” ungkapnya.
Penandatanganan MoU diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh mitra LLDIKTI Wilayah XIV yang hadir, menandai awal dari sinergi jangka panjang untuk memperkuat pendidikan tinggi dan ekosistem media penyiaran di Tanah Papua.








