SUARATANAHPAPUA.COM – Perwakilan Bank Indonesia (BI) Papua resmi membuka Festival Kopi Papua (Feskop) ke-8 tahun 2025 yang digelar di Jayapura, Sabtu (20/9). Ajang tahunan ini menjadi wadah promosi kopi khas Papua sekaligus ruang pertemuan bagi petani, pelaku usaha, hingga penikmat kopi.
Kepala Perwakilan BI Papua dalam sambutannya menegaskan bahwa kekayaan alam Papua yang meliputi pegunungan, lembah hingga pesisir, menyimpan potensi besar untuk menghasilkan kopi berkualitas tinggi. Karena itu, BI terus mendorong agar kopi Papua tidak hanya dikenal secara nasional, tetapi juga mampu bersaing di panggung global.
“Minum kopi Papua bisa menjadi pengalaman istimewa, apalagi jika dipadukan dengan kudapan lokal seperti pisang goreng sambal. Inilah kekayaan budaya dan cita rasa yang harus kita promosikan,” ujarnya.
Melalui Feskop 2025, BI Papua berharap tercipta sinergi antara petani, pemerintah daerah, komunitas, dan pelaku usaha agar kopi Papua semakin dikenal luas. Tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga memperkuat posisi Papua sebagai salah satu produsen kopi unggulan Indonesia.
Bayangkan duduk santai, menyeruput Kopi Bpiri khas Papua, ditemani pisang goreng pedas yang bikin nagih. Rasanya? Nikmatnya bukan main, tapi bukan cuma soal rasa!
Dalam Opening Ceremony 8th FESKOP 2025, Kepala Perwakilan BI Papua menekankan bahwa kopi lokal Papua punya potensi besar untuk go global. Dari gunung, lembah, hingga pesisir pantai, kekayaan alam Papua siap diangkat menjadi produk yang bisa bersaing di panggung dunia.
“Minum kopi Bpiri bukan hanya menikmati cita rasa, tapi juga mendukung ekonomi lokal dan kebanggaan Papua,” ujar Kepala Perwakilan BI Papua.
Siap-siap, Kopi Bpiri bisa jadi tren kopi selanjutnya yang wajib dicoba semua pecinta kopi Indonesia, bahkan dunia!








