PAUD Darling Binaan CSR AFT Pattimura Luluskan 32 Anak Negeri Laha Lewat Program Sekolah Berbayar Sampah

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 12 Juni 2025 - 08:27 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jayapura, 12 Juni 2025 — Sebanyak 32 anak dari Dusun Wailawa, Negeri Laha, resmi dinyatakan lulus dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Sadar Lingkungan (Darling) dalam acara wisuda pelepasan siswa-siswi Tahun Ajaran 2024/2025 yang berlangsung pada Selasa (10/6) lalu.

PAUD Darling merupakan program pendidikan inklusif hasil binaan Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina Patra Niaga Aviation Fuel Terminal (AFT) Pattimura, yang dirancang untuk memberikan akses pendidikan anak usia dini bagi keluarga prasejahtera. Tidak hanya fokus pada dasar akademik, PAUD ini juga menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan sejak dini melalui pendekatan Kurikulum Merdeka Lingkungan.

“Anak-anak resmi kami kembalikan kepada orang tua tetapi bukan berarti berhenti untuk belajar. Saya harap apa yang telah didapat dari PAUD Darling mampu menjadi fondasi kuat bagi anak-anak untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi,” ujar Santi Sainyakit, Kepala Sekolah PAUD Darling.

Baca Juga :  Freeport Perkuat SDM Papua Lewat Institut Pertambangan Nemangkawi

Salah satu inovasi yang menarik perhatian dari program ini adalah penerapan sistem SPP Berbayar Sampah. Wali murid hanya perlu menyetorkan 10 kilogram sampah per bulan sebagai bentuk kontribusi biaya pendidikan. Sampah yang dikumpulkan digunakan dalam pembelajaran dan pengelolaan lingkungan sekolah, yang melibatkan guru, siswa, dan orang tua secara aktif.

Febri Nur Faizin, AFT Manager Pattimura, menegaskan bahwa PAUD Darling adalah wujud komitmen perusahaan dalam memperkuat akses pendidikan sekaligus mendorong kesadaran lingkungan di komunitas sekitar.

“Keunggulan program ini terletak pada integrasi antara pendidikan karakter dan pendidikan lingkungan. Dengan konsep sekolah berbayar sampah, kami ingin membuka peluang pendidikan yang terjangkau dan berkelanjutan bagi anak-anak di Negeri Laha,” ungkapnya.

Febri juga berharap agar lulusan PAUD Darling terus melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, tanpa terbebani oleh biaya.

Baca Juga :  Wakapolri Apresiasi Sinergi Polda Papua dan Pemprov Jaga Kamtibmas, 1.200 Peserta Ikut Apel Mitra

“Kami percaya, dari sampah yang mereka kumpulkan, anak-anak bisa mendapatkan kesempatan belajar dan masa depan yang lebih cerah,” tambahnya.

Ucapan syukur juga datang dari para wali murid. Salah satunya, Ibu Sarsina, yang mengungkapkan rasa terima kasihnya atas dedikasi para guru dan keberadaan PAUD Darling di tengah masyarakat.

“Anak-anak kami tidak hanya belajar membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga dibekali akhlak dan karakter yang baik. Terima kasih kepada seluruh guru dan PAUD Darling yang telah peduli pada anak-anak kami,” ujarnya.

PAUD Darling telah menjadi salah satu model program CSR edukatif dan ramah lingkungan yang kini mulai mendapat perhatian sebagai solusi pendidikan berbiaya rendah dengan dampak sosial yang nyata di wilayah Maluku dan Papua.

Berita Terkait

Satgas Kepolisian Ops Damai Cartenz Ungkap Perkembangan Kasus Penembakan Tiga Warga Sipil di Jayawijaya, Polisi Kantongi Ciri-ciri Pelaku
Angka Bunuh Diri Meningkat, Psikolog: Pencegahan Bukan Hanya Tanggung Jawab Tenaga Kesehatan
BMP RI Imbau Warga Tak Terprovokasi Usai Penembakan Pilot di Yahukimo
Staf Khusus Presiden RI Dorong Batam Bangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) UMKM untuk Tujuan Ekspor
Persekutuan Wanita GKI Didorong Jadi Pilar Kesehatan Mental Keluarga
Program SESAMA Pertamina Hadir dan Dukung Semangat Belajar Anak-anak di Doromena Papua
BM Coffee bersama Standup Indo Jayapura Akan Gelar Mini Show Bale-Bale Sumerdeka ! BURUAN GUYS
Barisan Merah Putih Papua Desak Pembebasan Sembilan Warga yang Disandera di Jila
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 16:29 WIT

Satgas Kepolisian Ops Damai Cartenz Ungkap Perkembangan Kasus Penembakan Tiga Warga Sipil di Jayawijaya, Polisi Kantongi Ciri-ciri Pelaku

Jumat, 11 September 2026 - 07:53 WIT

Angka Bunuh Diri Meningkat, Psikolog: Pencegahan Bukan Hanya Tanggung Jawab Tenaga Kesehatan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:41 WIT

BMP RI Imbau Warga Tak Terprovokasi Usai Penembakan Pilot di Yahukimo

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:26 WIT

Staf Khusus Presiden RI Dorong Batam Bangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) UMKM untuk Tujuan Ekspor

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:32 WIT

Persekutuan Wanita GKI Didorong Jadi Pilar Kesehatan Mental Keluarga

Berita Terbaru