Freeport Perkuat SDM Papua Lewat Institut Pertambangan Nemangkawi

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 26 November 2025 - 19:20 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARATANAHPAPUA.COM – PT Freeport Indonesia (PTFI) terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) Papua melalui pengembangan pendidikan vokasi di Institut Pertambangan Nemangkawi (IPN), sebuah pusat pelatihan yang berlokasi di Kabupaten Mimika, Papua Tengah. IPN menjadi salah satu pilar utama investasi sosial PTFI dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal, khususnya generasi muda Papua, agar siap memasuki dunia industri.

Senior Vice President (SVP) Community Development PTFI, Nathan Kum, menegaskan bahwa investasi di sektor pendidikan merupakan strategi jangka panjang perusahaan untuk membuka akses pengembangan kompetensi masyarakat.
“Fokus kami adalah memastikan generasi muda Papua memperoleh keterampilan nyata yang dapat digunakan untuk bekerja dan membangun karier berkelanjutan,” ujar Nathan di Timika.

Ekosistem Pendidikan Terintegrasi dari Dasar hingga Perguruan Tinggi

PTFI mengembangkan program pendidikan secara berjenjang, mulai dari tingkat dasar, menengah, pendidikan tinggi, hingga pendidikan vokasi non-formal. Selain IPN, perusahaan juga rutin menyediakan beasiswa pendidikan lanjutan bagi pemuda Papua.
“Tujuan kami adalah menyiapkan generasi Papua yang bukan hanya terampil, tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional bahkan global,” tambah Nathan.

IPN: Lembaga Vokasi Berstandar Industri

Didirikan pada 2003, IPN telah berkembang menjadi pusat pelatihan vokasi berstandar industri dengan kurikulum berbasis kompetensi kerja. Melalui pola pembelajaran kombinatif antara teori dan praktik di lapangan, IPN memastikan peserta memperoleh pengalaman langsung di lingkungan tambang.

Baca Juga :  Perkuat Akses Keadilan, LBH Papua Justice & Peace Layani Bantuan Hukum Gratis di Wamena

Hingga 2024, lebih dari 4.000 siswa telah mengikuti pelatihan di IPN, dengan 90 persen peserta merupakan Orang Asli Papua (OAP). Dari jumlah tersebut, 71 persen lulusan telah bekerja di PTFI maupun perusahaan kontraktor di ekosistem pertambangan.

“Beragam program yang kami jalankan membentuk ekosistem pendidikan terintegrasi, mulai dari kelas teori hingga praktik lapangan. Hal ini memungkinkan peserta terus meningkatkan kompetensinya,” kata Nathan.

Kisah Alumni: Bukti Dampak Nyata bagi Masyarakat

Salah satu alumnus yang merasakan langsung manfaat IPN adalah Isai Kum, lulusan Program Apprentice Operator Haul Truck. Setelah mengikuti pelatihan intensif dan program magang di area operasi PTFI, ia kini bekerja sebagai karyawan tetap.

“Di IPN, saya tidak hanya belajar teknik, tetapi juga disiplin, keselamatan kerja, dan kerja sama tim. Program magang membuat saya siap menghadapi dunia kerja di tambang,” ujar pemuda Suku Amungme tersebut.

Cerita serupa datang dari Sri Ningsih W. Watora, peserta jurusan Electrician yang merupakan perempuan dari Suku Kamoro. Ia menilai IPN membuka ruang baru bagi perempuan Papua untuk meniti karier di sektor industri yang sebelumnya terasa sulit dijangkau.
“Sertifikasi, praktik, dan bimbingan instruktur membuat saya lebih percaya diri bersaing di perusahaan mana pun,” katanya.

Baca Juga :  Yang Lain Siap Lepu,,, Paulus Waterpauw Nilai Tertinggi dalam Survei Pilkada Papua

Seleksi Ketat, Inklusif, dan Berkeadilan Gender

Pada 2024, IPN mencatat 4.938 pendaftar, namun hanya 289 peserta yang berhasil lolos seleksi ketat untuk mengikuti Program Pelatihan Siswa (Apprentice). Peserta yang diterima terdiri dari 82 orang Suku Amungme, 96 orang Suku Kamoro, dan sisanya dari lima suku kekerabatan lainnya. Menariknya, 70 peserta adalah perempuan, menunjukkan komitmen IPN terhadap inklusivitas gender dan keberpihakan pada masyarakat asli.

Ragam Pelatihan Berbasis Kebutuhan Industri

Program pelatihan di IPN mencakup:

  1. Pelatihan Mekanikal, dengan empat spesialisasi:

    • Kelistrikan

    • Pengelasan

    • Mekanik Alat Berat

    • Mekanik Pabrik

  2. Pelatihan Operator Alat Berat

  3. Pelatihan Pekerja Tambang Bawah Tanah (Miner)

Selain pelatihan teknis, IPN juga menyediakan Papuan Bridge Program Youth Entrepreneurship (PBP YET), program kewirausahaan bagi anak muda Papua untuk membangun usaha mandiri. Peserta memperoleh pendampingan bisnis, pelatihan inovasi, serta akses ke sumber daya yang diperlukan untuk memulai usaha.

“Melalui program ini, anak-anak muda Papua belajar menciptakan peluang usaha dan membangun kemandirian ekonomi,” ujar Nathan.

Berita Terkait

Satgas Kepolisian Ops Damai Cartenz Ungkap Perkembangan Kasus Penembakan Tiga Warga Sipil di Jayawijaya, Polisi Kantongi Ciri-ciri Pelaku
Angka Bunuh Diri Meningkat, Psikolog: Pencegahan Bukan Hanya Tanggung Jawab Tenaga Kesehatan
BMP RI Imbau Warga Tak Terprovokasi Usai Penembakan Pilot di Yahukimo
Staf Khusus Presiden RI Dorong Batam Bangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) UMKM untuk Tujuan Ekspor
Persekutuan Wanita GKI Didorong Jadi Pilar Kesehatan Mental Keluarga
Program SESAMA Pertamina Hadir dan Dukung Semangat Belajar Anak-anak di Doromena Papua
BM Coffee bersama Standup Indo Jayapura Akan Gelar Mini Show Bale-Bale Sumerdeka ! BURUAN GUYS
Barisan Merah Putih Papua Desak Pembebasan Sembilan Warga yang Disandera di Jila
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 16:29 WIT

Satgas Kepolisian Ops Damai Cartenz Ungkap Perkembangan Kasus Penembakan Tiga Warga Sipil di Jayawijaya, Polisi Kantongi Ciri-ciri Pelaku

Jumat, 11 September 2026 - 07:53 WIT

Angka Bunuh Diri Meningkat, Psikolog: Pencegahan Bukan Hanya Tanggung Jawab Tenaga Kesehatan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:41 WIT

BMP RI Imbau Warga Tak Terprovokasi Usai Penembakan Pilot di Yahukimo

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:26 WIT

Staf Khusus Presiden RI Dorong Batam Bangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) UMKM untuk Tujuan Ekspor

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:32 WIT

Persekutuan Wanita GKI Didorong Jadi Pilar Kesehatan Mental Keluarga

Berita Terbaru