Jayapura – Pemerintah Kabupaten Yahukimo meresmikan asrama mahasiswa baru bagi putra-putri asal Yahukimo yang sedang menempuh pendidikan di kota studi. Asrama ini dibangun menggunakan dana Otonomi Khusus (Otsus) dan telah diserahkan kepada Yayasan Sosial untuk Masyarakat Terpencil (Yasumat), di bawah naungan Gereja Injili di Indonesia (GIDI).
Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli, dalam sambutannya menekankan bahwa pembangunan asrama ini merupakan bentuk tanggung jawab lintas generasi dalam menyiapkan manusia cerdas dan berkarakter.
“Waktu itu tidak ada batas, tugas kita hanya mengerjakan saja selama umur dan kesempatan masih ada. Kita cerdas, punya kapasitas, maka gunakan itu untuk kemuliaan Tuhan dan untuk memanusiakan manusia yang lain,” tegas Bupati Yahuli.
Ia menambahkan bahwa hampir semua kota studi kini telah memiliki asrama mahasiswa asal Yahukimo, dan keberadaan asrama ini merupakan hasil kerja sama semua pihak – dari para senior, junior, hingga gereja dan pemerintah.
“Hari ini kita semua yang hadir adalah orang-orang penting pemilik Yahukimo, tanpa melihat latar belakang dan status sosial. Kita bisa reuni di asrama ini karena ada rasa memiliki,” lanjutnya.
Asrama baru ini terdiri dari 14 kamar, masing-masing dilengkapi 4 tempat tidur, dan dibangun agar mahasiswa bisa tinggal dengan tenang serta mendapatkan pembinaan spiritual dan akademik. Asrama ini juga diharapkan menjadi tempat ibadah dan pusat kegiatan belajar.
Tanah asrama ini adalah milik Yasumat, organisasi yang juga menjadi cikal bakal berdirinya Kabupaten Yahukimo. Pemerintah hanya menyalurkan bantuan hibah dalam bentuk barang dan hari ini telah dilakukan serah terima secara resmi.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Yahukimo, Akso Balingga, S.Pd, menjelaskan bahwa perjuangan untuk asrama ini telah dimulai sejak tahun 1997, saat Yasumat membeli lahan berukuran 25 x 40 meter persegi untuk keperluan mahasiswa Yahukimo.
“Kami bersyukur karena hari ini, di bawah pemerintahan Bupati Didimus Yahuli, asrama ini akhirnya berdiri megah dan siap digunakan. Ini adalah hasil kerja lintas generasi dan menjadi reuni akbar para petinggi Yahukimo, karena sebagian besar dari kita berasal dari asrama ini,” ujar Akso.
Asrama akan dikelola sepenuhnya oleh Yasumat dan Gereja GIDI, yang membawahi 19 klasis dan 5 suku besar di Yahukimo. Tata tertib dan sistem seleksi penghuni akan diatur oleh pihak yayasan.
Akso juga memastikan bahwa pemerintah daerah akan tetap mendukung, termasuk kebutuhan listrik serta makan dan minum mahasiswa yang tinggal di asrama.
Peresmian ini bukan hanya penanda rampungnya pembangunan fisik, tetapi juga langkah besar dalam menjaga kesinambungan nilai, pendidikan, dan karakter generasi muda Yahukimo di tanah rantau.
“Asrama ini seperti ibu kita membesarkan dan menempa kita. Maka, pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap tempat ini sebagai simbol sejarah dan perjuangan,” tutup Akso.(Berti Pahabol)







