Paulus Waterpauw, Mengutamakan Kepentingan Bersama dan Tidak Mementingkan Ego Pribadi

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 17 Maret 2025 - 23:34 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAULUS WATERPAUW adalah sosok Pemimpin yang mau mengalah sering kali menunjukkan sifat bijaksana, rendah hati, dan berpikir jangka panjang. Dalam kepemimpinan, “mengalah” bukan berarti lemah, tetapi lebih kepada strategi untuk mencapai tujuan lebih besar.

Ciri-Ciri Pemimpin yang Mau Mengalah:

  1. Mengutamakan Kepentingan Bersama → Tidak mementingkan ego pribadi, tetapi lebih fokus pada kemajuan tim atau negaranya.
  2. Berani Berkompromi → Tahu kapan harus mundur selangkah agar bisa maju dua langkah.
  3. Sabar dan Berwawasan Luas → Menghindari konflik yang tidak perlu dan memilih solusi terbaik untuk jangka panjang.
  4. Mampu Mendengar dan Belajar → Menghargai pendapat orang lain dan siap mengubah keputusan jika memang ada yang lebih baik.
  5. Mencegah Konflik Besar → Tahu kapan harus menghindari benturan langsung demi kestabilan dan kedamaian.
Baca Juga :  Di Tengah Gelap, Medan Terjal, dan Suhu dingin ekstrim 3 Derajat, Prajurit Koops TNI Habema Amankan Senjata Kelompok Bersenjata di Gamagai

Contoh Pemimpin yang Pernah “Mengalah” Demi Tujuan Lebih Besar:

Nelson Mandela → Setelah keluar dari penjara, ia memilih rekonsiliasi daripada balas dendam, sehingga Afrika Selatan bisa bersatu.

Baca Juga :  OPM Diduga Tembak Mati Empat Pekerja Proyek Jalan di Tolikara, Kodam XVII/Cenderawasih Kecam Aksi Kekerasan

Mahatma Gandhi → Memilih perlawanan tanpa kekerasan (non-violence) meskipun terus mendapat tekanan dari Inggris.

Soekarno & Hatta → “Mengalah” dengan menerima sistem parlementer awal kemerdekaan demi menjaga persatuan Indonesia.

Xi Jinping (China) → Dalam beberapa isu global, China memilih bersabar dalam negosiasi daripada langsung konfrontasi.

Jadi, pemimpin yang mau mengalah bukan berarti kalah, tapi justru sering kali lebih kuat karena ia tahu kapan harus bertindak dan kapan harus bersabar demi kepentingan yang lebih besar.

Berita Terkait

KNMP SUPRAU PERKUAT RANTAI USAHA PERIKANAN DI SORONG PAPUA BARAT DAYA
Di Tengah Gelap, Medan Terjal, dan Suhu dingin ekstrim 3 Derajat, Prajurit Koops TNI Habema Amankan Senjata Kelompok Bersenjata di Gamagai
OPM Diduga Tembak Mati Empat Pekerja Proyek Jalan di Tolikara, Kodam XVII/Cenderawasih Kecam Aksi Kekerasan
Lembaga Resmi PBB resmi buka kantor operasional di Papua, Gandeng Kitong Bisa Foundation
Pecahkan Rekor Nasional, Kemendes PDT Gandeng Kitong Bisa Foundation Latih dan Dampingi 1.975 Rumah Tangga di 79 Desa di Papua lewat Program TEKAD PBRT untuk Kurangi Angka Kemiskinan
Koops TNI Habema Salurkan Lebih dari Dua Ton Bantuan untuk Warga Terdampak El Nino di Kabupaten Puncak
TNI Habema Evakuasi Jenazah Korban Penembakan OPM di Yahukimo
Empat Pemain Persipura Dipanggil Bela Indonesia All-Star Lawan Aston Villa, PT NCK: Kebanggaan bagi Papua
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:42 WIT

KNMP SUPRAU PERKUAT RANTAI USAHA PERIKANAN DI SORONG PAPUA BARAT DAYA

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:40 WIT

Di Tengah Gelap, Medan Terjal, dan Suhu dingin ekstrim 3 Derajat, Prajurit Koops TNI Habema Amankan Senjata Kelompok Bersenjata di Gamagai

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:29 WIT

OPM Diduga Tembak Mati Empat Pekerja Proyek Jalan di Tolikara, Kodam XVII/Cenderawasih Kecam Aksi Kekerasan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 12:01 WIT

Lembaga Resmi PBB resmi buka kantor operasional di Papua, Gandeng Kitong Bisa Foundation

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:31 WIT

Pecahkan Rekor Nasional, Kemendes PDT Gandeng Kitong Bisa Foundation Latih dan Dampingi 1.975 Rumah Tangga di 79 Desa di Papua lewat Program TEKAD PBRT untuk Kurangi Angka Kemiskinan

Berita Terbaru