Laporan: Priyadi

SUARATANAHPAPUA.COM – Komunitas Papua Peduli ASI (PAPEDA) menggelar kegiatan sosialisasi dan edukasi kesehatan mama dan anak di Kampung Pyawi, Distrik Mannem, Kabupaten Keerom, Sabtu (31/10/2026). Kegiatan ini menekankan pentingnya dukungan keluarga, khususnya keterlibatan bapa, dalam mendampingi mama setelah melahirkan dan selama proses menyusui.
Edukasi tersebut merupakan bagian dari upaya PAPEDA menjangkau masyarakat asli di Kabupaten Keerom melalui penyampaian informasi tentang pentingnya pemberian ASI, pengasuhan anak bersama, serta pemanfaatan pangan lokal untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga.
Kampung Pyawi dipilih sebagai lokasi kegiatan berdasarkan rekomendasi Ketua Ikatan Perempuan asal Keerom, Ross Muyasin. Melalui kegiatan ini, PAPEDA ingin menghadirkan edukasi yang dekat dengan kehidupan masyarakat sekaligus mendorong keterlibatan mama dan bapa dalam menjaga kesehatan serta mendukung tumbuh kembang anak.
Pengasuhan Anak Tanggung Jawab Bersama
Ketua PAPEDA, Ema Kristiana, menjadi pemateri dalam sesi pertama dengan materi bertajuk “Anak Papua Harus Cerdas dan Sehat!”. Dalam penyampaiannya, Ema menegaskan bahwa merawat dan membesarkan anak bukan hanya tanggung jawab mama, melainkan tanggung jawab kedua orang tua.
“Ketika bikinnya berdua, maka urusnya berdua,” ujar Ema.
Pesan tersebut mengajak para bapa untuk terlibat aktif dalam pengasuhan anak dan mendampingi mama sejak masa setelah persalinan hingga menjalani proses menyusui.
Dukungan keluarga dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana, seperti membantu pekerjaan rumah, ikut menjaga dan merawat anak, serta mendengarkan keluhan istri tanpa menghakimi. Keterlibatan ini penting agar mama memperoleh dukungan fisik dan emosional, terutama selama masa pemulihan setelah melahirkan dan ketika menghadapi tantangan dalam menyusui.
Kolostrum, ASI Pertama yang Penting bagi Bayi
Dalam materi yang sama, Ema juga menjelaskan pentingnya pemberian ASI sejak awal kehidupan bayi, termasuk kolostrum atau ASI pertama yang dihasilkan setelah persalinan.
Kolostrum umumnya berwarna kekuningan dan mengandung antibodi serta komponen pelindung yang membantu bayi menghadapi risiko infeksi. Karena manfaat perlindungan awal tersebut, kolostrum kerap disebut sebagai imunisasi pertama bagi bayi. Istilah ini menggambarkan fungsi perlindungannya dan bukan berarti menggantikan imunisasi melalui vaksin sesuai jadwal.
Ema mengingatkan agar kolostrum tidak dibuang karena memiliki manfaat penting bagi bayi. Oleh karena itu, mama perlu mendapatkan dukungan agar dapat mulai menyusui sesegera mungkin setelah persalinan, sesuai kondisi mama dan bayi, serta memperoleh bantuan apabila mengalami kesulitan.
Pangan Lokal untuk Keluarga Sehat
Sesi kedua dibawakan oleh Sanya Andalusiana dengan materi “Makan Bergizi, dari Pangan Lokal Keluarga Sehat”. Dalam sesi ini, peserta diajak mengenali potensi pangan lokal, seperti papeda, ikan, dan berbagai jenis umbi-umbian, sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan gizi keluarga.
Masyarakat juga didorong untuk memanfaatkan bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar dan mengolahnya menjadi makanan yang beragam. Pemanfaatan pangan lokal dinilai dapat menjadi salah satu upaya mendukung pemenuhan gizi keluarga, termasuk bagi mama yang sedang menyusui.
Kegiatan berlangsung melalui penyampaian materi dan diskusi bersama masyarakat. Mama dan bapa yang hadir tampak antusias dengan mengajukan pertanyaan serta berbagi pengalaman. Diskusi tersebut menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman bahwa kesehatan mama dan anak membutuhkan perhatian serta keterlibatan seluruh anggota keluarga.
Berdasarkan daftar hadir, kegiatan ini diikuti sebanyak 75 peserta. Selain peserta yang terdaftar, anggota keluarga dan masyarakat lainnya juga turut mengikuti kegiatan tanpa mengisi daftar hadir. Jumlah orang yang berada di lokasi diperkirakan sekitar 100 orang atau lebih, meskipun angka tersebut belum terverifikasi melalui pendataan.
PAPEDA Berencana Perluas Edukasi ke Kampung Lain
Melalui kegiatan di Kampung Pyawi, PAPEDA berharap semakin banyak keluarga memahami bahwa keberhasilan menyusui bukan hanya tanggung jawab mama. Keterlibatan bapa, pembagian tanggung jawab pengasuhan, dukungan emosional, serta perhatian terhadap kebutuhan gizi keluarga merupakan bagian penting dalam mendukung kesehatan mama dan tumbuh kembang anak.
PAPEDA berencana melanjutkan kegiatan edukasi serupa ke kampung-kampung lain di Papua. Lokasi kegiatan berikutnya masih dalam tahap perencanaan.
Melalui semangat “ASI Bisa, Ko Bisa, Papua Bisa!”, PAPEDA mengajak keluarga dan masyarakat untuk bersama-sama mendukung mama menyusui, melindungi hak anak mendapatkan ASI, serta membangun generasi Papua yang sehat.








