KNMP Warmasen Jadi Langkah Penguatan Ekonomi Nelayan Raja Ampat

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 15 September 2026 - 11:57 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KNMP Warmasen Didorong Perkuat Kemandirian Nelayan Raja Ampat

KNMP Warmasen Didorong Perkuat Kemandirian Nelayan Raja Ampat

SUARATANAHPAPUA.COM, RAJA AMPAT – Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Warmasen di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, tidak hanya ditujukan untuk menghadirkan fasilitas perikanan, tetapi juga mendorong kemandirian dan penguatan ekonomi masyarakat nelayan.

Keberlanjutan program tersebut dinilai sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat dalam menentukan kebutuhan, memanfaatkan, serta menjaga fasilitas yang tersedia.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebelumnya telah menyelesaikan pembangunan 65 KNMP tahap pertama di berbagai wilayah Indonesia. Warmasen, Kecamatan Kota Waisai, Kabupaten Raja Ampat, menjadi salah satu lokasi program tersebut.

Sejumlah fasilitas yang tersedia antara lain pabrik es, gudang beku, shelter docking, bengkel kapal, serta sarana pendukung aktivitas nelayan.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau KNMP Warmasen pada 22 April 2026. Dalam kunjungan tersebut, Gibran mengatakan peninjauan dilakukan untuk memastikan program pemerintah berjalan di lapangan.

Baca Juga :  Menang Tender Posbakum, LBH Papua Justice & Peace Siap Layani Bantuan Hukum Gratis di Merauke

“Ini sudah jauh lebih baik dari sebelumnya, tetapi masih banyak yang perlu ditingkatkan. Kita mulai dari sini sebagai pilot project. Jika berhasil, akan kita replikasi ke daerah lain,” kata Gibran.

Dalam dialog tersebut, Ketua Koperasi Nelayan setempat, Syafuddin Wailata, menyampaikan sejumlah kebutuhan nelayan, termasuk keterbatasan kapal atau perahu serta kebutuhan bahan bakar.

Syafuddin berharap pemerintah dapat menghadirkan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di sekitar kawasan KNMP.

Menanggapi aspirasi tersebut, Gibran meminta kebutuhan nelayan dihitung secara rinci dan berbasis data.

“Dihitung detail kebutuhan anggota-anggota koperasinya seperti apa, nanti kita bantu. Tapi jangan pakai estimasi. Nggak boleh kira-kira, harus dihitung,” ujarnya.

Selain pembangunan fasilitas, pengelolaan dan pemanfaatan menjadi tantangan berikutnya. Pabrik es, gudang beku, bengkel kapal, dan fasilitas lainnya membutuhkan tata kelola serta pemeliharaan berkelanjutan.

Baca Juga :  Tingkatkan Sinergi Program Ketahanan Pangan, Wakapolda Papua Gelar Audiensi Bersama Perum Bulog Kanwil Papua

Karena itu, masyarakat nelayan, tokoh adat, dan tokoh masyarakat dinilai perlu dilibatkan dalam pengelolaan KNMP agar fasilitas yang dibangun benar-benar sesuai kebutuhan dan memberikan manfaat jangka panjang.

Pemerintah juga mendorong pengembangan KNMP menuju ekosistem ekonomi pesisir, termasuk pemanfaatan energi surya serta industri pengolahan dan pengalengan ikan untuk meningkatkan nilai tambah hasil laut.

Keberhasilan KNMP Warmasen pada akhirnya tidak hanya diukur dari selesainya pembangunan fisik, tetapi dari sejauh mana fasilitas tersebut dimanfaatkan, dikelola dengan baik, dan mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan laut Raja Ampat.

Pemerintah telah membentuk Satuan Tugas Operasionalisasi KNMP melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 20 Tahun 2026 untuk memastikan pengelolaan KNMP berjalan terarah, sistematis, efektif, dan efisien.

Berita Terkait

Tim URC Polres Jayapura Temukan Motor Hasil Curanmor di Sentani, Siap Dikembalikan kepada Pemilik
Billy Mambrasar Kritik Kepala Bakom RI Atas Lemahnya Komunikasi Pemerintah Terkait Isu Papua
SKKK Jayapura Buka PMB 2027/2028, Ada Promo Super Early Bird hingga 11 November
Indografika Jayapura Hadirkan Kalender Custom 2027, Bikin Brand Dikenang Sepanjang Tahun
Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz dan Polres Puncak Selidiki Penikaman ASN di Ilaga, Dugaan Motif Balas Dendam Didalami
1.000 Anak Muda Sorong Bergemuruh! Pesan Presiden BRICS Youth Forum Ini Jadi Sorotan
SENTUH SISI KEMANUSIAAN, SATGAS DAMAI CARTENZ BERBAGI DENGAN ANAK PANTI ASUHAN DI JAYAPURA
PAPEDA DI KEEROM TEKANKAN DUKUNGAN KELUARGA BAGI MAMA MENYUSUI: “KETIKA BIKINNYA BERDUA, MAKA URUSNYA BERDUA”
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 18:12 WIT

Tim URC Polres Jayapura Temukan Motor Hasil Curanmor di Sentani, Siap Dikembalikan kepada Pemilik

Kamis, 5 November 2026 - 18:11 WIT

Billy Mambrasar Kritik Kepala Bakom RI Atas Lemahnya Komunikasi Pemerintah Terkait Isu Papua

Rabu, 4 November 2026 - 09:24 WIT

SKKK Jayapura Buka PMB 2027/2028, Ada Promo Super Early Bird hingga 11 November

Selasa, 3 November 2026 - 10:50 WIT

Indografika Jayapura Hadirkan Kalender Custom 2027, Bikin Brand Dikenang Sepanjang Tahun

Senin, 2 November 2026 - 11:58 WIT

Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz dan Polres Puncak Selidiki Penikaman ASN di Ilaga, Dugaan Motif Balas Dendam Didalami

Berita Terbaru