Tanggapi Arahan Presiden dalam Rapat Kerja Pemerintah: KEPP OKP Dorong Peran Orang Asli Papua dalam Pengawalan Program Prioritas Presiden di Tanah Papua

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 11 April 2026 - 20:46 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARATANAHPAPUA.COM – Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (KEPP OKP) menegaskan komitmen penuh untuk mengawal dan menjamin keberhasilan implementasi visi Astacita Presiden Prabowo di Tanah Papua. Penegasan ini disampaikan menyusul arahan langsung Presiden dalam Rapat Kerja Pemerintah bersama jajaran Kabinet Merah Putih pada tanggal 8 April 2026 di Istana Negara. KEPP OKP bergerak cepat untuk memastikan setiap program prioritas nasional terkontekstualisasi dengan baik dan membawa dampak nyata bagi masyarakat di Bumi Cendrawasih.

Pada rapat yang dihadiri oleh jajaran Kabinet Merah Putih mulai dari menteri, wakil menteri, dirjen kementerian/lembaga, sampai direktur utama BUMN tersebut, Presiden menyampaikan sejumlah capaian dan beberapa arahan yang berkaitan dengan kondisi geopolitik dan ketahanan nasional, isu kebijakan energi, infrastruktur, dan lingkungan hidup, serta diplomasi penyelenggaraan haji.

Secara khusus, dalam arahannya presiden secara tegas menyoroti beberapa isu penting yang juga menjadi perhatian bagi komite. Salah satunya menegaskan pentingnya tata kelola sumber daya alam nasional demi kepentingan masyarakat. Presiden menginstruksikan kementerian terkait untuk segera mengevaluasi Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang tidak jelas keberadaannya, khususnya yang merambah kawasan hutan lindung. KEPP OKP menyambut baik dan siap mengawal instruksi ini di wilayah Papua. Hal ini sejalan dengan misi komite untuk melindungi kelestarian hutan Papua dan memastikan bahwa pemanfaatan kekayaan alam harus menguntungkan kepentingan nasional dan rakyat.

Baca Juga :  Lindungi Hak Masyarakat, Kementerian ATR/BPN Selesaikan 3.018 Kasus Pertanahan

Pemerintah juga menaruh perhatian besar pada percepatan infrastruktur ketahanan pangan, energi, dan air. Presiden telah menargetkan penyelesaian pembangunan setidaknya 1000 desa nelayan pada Desember 2026. Beliau juga memberikan atensi khusus pada penyelesaian krisis dan kesulitan air bersih yang diakui masih terjadi di wilayah Indonesia Timur. komite akan berkoordinasi erat dengan berbagai instansi untuk memastikan kawasan pesisir dan wilayah lainnya di Papua mendapatkan alokasi prioritas proporsional dalam program strategis tersebut.

Selain itu, dalam upaya penanganan persampahan nasional yang ditargetkan selesai dalam 2 hingga 3 tahun, Komite Eksekutif menegaskan perannya untuk meneruskan instruksi ini dalam kerangka kebijakan daerah di seluruh Wilayah Papua. Komite juga akan memastikan penggunaan teknologi dalam negeri dan keterlibatan OAP dalam menyelesaikan permasalahan ini.

Baca Juga :  Tim Resmob Numbay Amankan Dua Pelaku Pencurian di Kantor Baznas Papua

Hal terpenting yang menjadi garis bawah bagi komite dari seluruh agenda presiden adalah memastikan pelibatan aktif Orang Asli Papua (OAP) dalam keseluruhan prosesnya. Komite akan terus berupaya untuk memastikan bahwa OAP tidak sekedar menjadi penonton atau objek pembangunan, melainkan sebagai aktor utama dan penerima manfaat terbesar, Seluruh program prioritas pemerintah yang berjalan di Papua diupayakan untuk mengutamakan pemberdayaan ekonomi bagi OAP, pembukaan lapangan kerja lokal, serta penghormatan terhadap hak-hak sosial, budaya, dan tradisi masyarakat setempat.

Dengan sinergi yang solid dan komitmen kerja keras sesuai arahan presiden, komite optimis bahwa implementasi dan kontekstualisasi Astacita di Tanah Papua akan terwujud dengan berlandaskan keadilan, pemerataan, dan martabat Orang Asli Papua.

Berita Terkait

Tim URC Polres Jayapura Temukan Motor Hasil Curanmor di Sentani, Siap Dikembalikan kepada Pemilik
Billy Mambrasar Kritik Kepala Bakom RI Atas Lemahnya Komunikasi Pemerintah Terkait Isu Papua
SKKK Jayapura Buka PMB 2027/2028, Ada Promo Super Early Bird hingga 11 November
Indografika Jayapura Hadirkan Kalender Custom 2027, Bikin Brand Dikenang Sepanjang Tahun
Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz dan Polres Puncak Selidiki Penikaman ASN di Ilaga, Dugaan Motif Balas Dendam Didalami
1.000 Anak Muda Sorong Bergemuruh! Pesan Presiden BRICS Youth Forum Ini Jadi Sorotan
SENTUH SISI KEMANUSIAAN, SATGAS DAMAI CARTENZ BERBAGI DENGAN ANAK PANTI ASUHAN DI JAYAPURA
PAPEDA DI KEEROM TEKANKAN DUKUNGAN KELUARGA BAGI MAMA MENYUSUI: “KETIKA BIKINNYA BERDUA, MAKA URUSNYA BERDUA”
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 18:12 WIT

Tim URC Polres Jayapura Temukan Motor Hasil Curanmor di Sentani, Siap Dikembalikan kepada Pemilik

Kamis, 5 November 2026 - 18:11 WIT

Billy Mambrasar Kritik Kepala Bakom RI Atas Lemahnya Komunikasi Pemerintah Terkait Isu Papua

Rabu, 4 November 2026 - 09:24 WIT

SKKK Jayapura Buka PMB 2027/2028, Ada Promo Super Early Bird hingga 11 November

Selasa, 3 November 2026 - 10:50 WIT

Indografika Jayapura Hadirkan Kalender Custom 2027, Bikin Brand Dikenang Sepanjang Tahun

Senin, 2 November 2026 - 11:58 WIT

Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz dan Polres Puncak Selidiki Penikaman ASN di Ilaga, Dugaan Motif Balas Dendam Didalami

Berita Terbaru