Tokoh Masyarakat dan Agama Papua Geram, 10 Pimpinan Komite Eksekutif Otsus Dinilai Hanya Diam di Jakarta

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:23 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARATANAHPAPUA.COM – Presiden membentuk dan sudah melantik Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus (KEPP Otsus) Papua untuk mengawal, mensinkronkan, mengharmonisasikan, mengevaluasi, dan mengkoordinasikan pelaksanaan kebijakan otonomi khusus guna mencapai percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan di enam provinsi di Papua.

Namun karena KEP Belum bekerja maksimal, mendapat kritikan dari Tokoh Masyarakat Pegunungan Tengah serta Agama Papua, Pendeta Dr. Yones Wenda, melontarkan kritik keras terhadap kinerja Komite Eksekutif Percepatan Otonomi Khusus (Otsus) Papua yang hingga kini dinilai belum bekerja maksimal sejak dilantik Presiden Republik Indonesia pada Oktober 2025 lalu.

Dalam wawancara dengan wartawan sejumlah di Jayapura, Tokoh Agama dan Masyarakat Pendeta Dr. Yones Wenda menyampaikan keprihatinannya karena hingga saat ini Komite Eksekutif Otsus Papua masih banyak beraktivitas di Jakarta dan belum turun langsung ke Tanah Papua untuk melihat serta menangani berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Kami mengimbau kepada Komite Eksekutif Percepatan Otsus Papua yang sudah dilantik Presiden sejak Oktober 2025, tetapi sampai sekarang belum bekerja. Kami minta sepuluh pimpinan Komite segera turun ke Papua,” tegas Yones Wenda.

Menurutnya, keberadaan Komite Eksekutif Otsus sangat dinantikan oleh masyarakat Papua karena lembaga tersebut berperan sebagai jembatan antara rakyat Papua dan pemerintah pusat. Oleh karena itu, ia menilai tidak seharusnya Komite terlalu lama berada di Jakarta.

Baca Juga :  Sambut Mother’s Day, Horison Kotaraja Papua Hadirkan Zumba Party Meriah di Jayapura

“Jangan terlalu lama di Jakarta. Masyarakat Papua menunggu kehadiran Komite karena Komite ini adalah jembatan antara rakyat Papua dan pemerintah pusat,” ujarnya.

Pendeta Yones juga menekankan pentingnya kehadiran langsung Komite Eksekutif Otsus di Papua untuk memantau secara nyata berbagai persoalan sosial, ekonomi, dan pembangunan yang terjadi di daerah.

“Kami mohon agar segera datang ke Papua dan bekerja. Jangan berlama-lama di Jakarta,” tambahnya.

Diketahui, hingga saat ini Komite Eksekutif Percepatan Otsus Papua masih berada di Jakarta dan disebut belum optimal menjalankan tugasnya di Papua karena masih menunggu petunjuk teknis serta regulasi pendukung lainnya.

Kritik keras dari tokoh agama Papua ini diharapkan dapat menjadi perhatian serius Presiden Republik Indonesia serta kementerian terkait, agar Komite Eksekutif Otsus Papua segera turun ke lapangan dan menjalankan mandatnya secara maksimal demi kepentingan masyarakat Papua.

Sementara itu, KEP Saat dikonfirmasi hingga saat ini belum memberikan jawaban atas kritikan tokoh di Tanah Papua ini.

Presiden membentuk Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus (KEPP Otsus) Papua untuk mengawal, mensinkronkan, mengharmonisasikan, mengevaluasi, dan mengkoordinasikan pelaksanaan kebijakan otonomi khusus guna mencapai percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan di enam provinsi di Papua. 
Tujuan dan fungsi utama pembentukan KEPP Otsus mencakup:
  • Membantu Kepala Daerah: Komite ini dibentuk untuk membantu para kepala daerah di wilayah Papua dalam mengimplementasikan program-program Otonomi Khusus (Otsus) secara efektif.
  • Menata Ulang Model Pembangunan: KEPP Otsus bertugas menata ulang model pembangunan di Papua, memastikan program yang dibuat benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat asli Papua (OAP) dan meningkatkan taraf hidup mereka.
  • Koordinasi Pusat dan Daerah: Berperan sebagai jembatan koordinasi antara pemerintah pusat dan enam provinsi di Papua untuk memastikan pembangunan berjalan selaras.
  • Mempercepat Pembangunan: Secara spesifik, komite ini dibentuk untuk mendorong percepatan pembangunan di berbagai bidang seperti politik, ekonomi, infrastruktur, pemerintahan, sosial budaya, pendidikan, dan kesehatan.
  • Meningkatkan Pelayanan Publik: Bertujuan meningkatkan pelayanan publik, termasuk akses terhadap pendidikan, kesehatan, perumahan, air bersih, dan infrastruktur di daerah terpencil.
  • Menjamin Kesejahteraan OAP: Kebijakan Otsus merupakan kebijakan afirmatif untuk meningkatkan harkat, martabat, dan kesejahteraan Orang Asli Papua. 
Pembentukan KEPP Otsus ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat untuk memastikan dana dan kebijakan Otsus memberikan dampak nyata dan signifikan bagi pembangunan di Tanah Papua. Badan ini bekerja di bawah koordinasi Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, yang diketuai oleh Wakil Presiden

 

Baca Juga :  Penguatan Legislasi Daerah: DPRD Pegunungan Bintang Siap Susun Perda Strategis

 

Berita Terkait

Karantina Papua Lepasliarkan Flora dan Fauna Endemik Hasil Gagalkan Penyelundupan
Kunjungi Lima Kampung di Okaba, TP PKK Merauke Perkuat Pengasuhan Anak dan Kesehatan Warga
Pembunuhan Pilot Nicolas Gosselin, AMA Tegaskan Tetap Berkomitmen Layani Pedalaman Papua
Polda Papua Kawal Penanganan Jenazah Pilot AMA Korban Penyerangan di Yahukimo
Usai 15 Tahun Vakum, Dewan Adat Mamberamo-Apawer Resmi Bentuk Kepengurusan Baru
Kapolda Papua, Irjen Pol. Patrige R. Renwarin, S.H., M.Si.,: Polda Papua Semarakkan Hari Bhayangkara ke-80 Melalui Lomba Memancing, Pererat Soliditas dan Kebersamaan
Kapolda Papua Resmi Tutup Kejuaraan Menembak Kapolda Papua Cup 2026, Perkuat Sinergi Dan Cetak Atlet Berprestasi
Pertamina Berkah Salurkan Santunan untuk 5 Panti Asuhan di Jayapura
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 09:47 WIT

Karantina Papua Lepasliarkan Flora dan Fauna Endemik Hasil Gagalkan Penyelundupan

Minggu, 5 Juli 2026 - 11:21 WIT

Kunjungi Lima Kampung di Okaba, TP PKK Merauke Perkuat Pengasuhan Anak dan Kesehatan Warga

Sabtu, 4 Juli 2026 - 06:56 WIT

Pembunuhan Pilot Nicolas Gosselin, AMA Tegaskan Tetap Berkomitmen Layani Pedalaman Papua

Sabtu, 4 Juli 2026 - 06:53 WIT

Polda Papua Kawal Penanganan Jenazah Pilot AMA Korban Penyerangan di Yahukimo

Senin, 29 Juni 2026 - 21:22 WIT

Kapolda Papua, Irjen Pol. Patrige R. Renwarin, S.H., M.Si.,: Polda Papua Semarakkan Hari Bhayangkara ke-80 Melalui Lomba Memancing, Pererat Soliditas dan Kebersamaan

Berita Terbaru