Kabar Tragis Dari YALIMO ! Nasir Daeng Mappa Ditemukan Tewas dengan 7 Anak Panah di Tubuh

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 21 September 2025 - 09:15 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARATANAHPAPUA.COM – Informasi terbaru dari Kabupaten Yalimo, Papua Pegunungan, menyebutkan bahwa Nasir Daeng Mappa, warga pendatang yang sebelumnya dilaporkan hilang, telah ditemukan meninggal dunia.

Berdasarkan keterangan awal Kabidhumas Polda Papua, korban ditemukan dengan tanda luka tembus di badan akibat anak panah, menunjukkan dugaan tindak kekerasan. Kronologi lengkap dan motif kejadian masih dalam penyelidikan pihak kepolisian setempat.

Pihak keamanan setempat menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan proses penanganan kasus kepada aparat berwenang. Tim forensik dan kepolisian terus bekerja di lokasi untuk memastikan fakta dan melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Situasi di Elelim, Kabupaten Yalimo, Provinsi Papua Pegunungan, hingga hari ini seperti kota mati. Tidak ada aktivitas apapun karena seluruh warga pendatang sudah mengungsi ke Kabupaten Jayawijaya dan Jayapura. Aktivitas perkantoran dan perekonomian di kabupaten ini lumpuh. Di sejumlah ruas jalan utama hanya terdapat polisi dan tentara yang bersiaga.

Baca Juga :  6 Bulan Setelah Dirampas OPM, Senjata Caracal dan 17 Amunisi Ditemukan Kembali di Maybrat

Data Kepolisian per Sabtu, 20 September 2025:
Korban luka dari aparat TNI-Polri sebanyak 9 orang dan 18 orang warga sipil dirawat di tiga rumah sakit, yaitu RS Erdabi Yalimo, RS Wamena, dan RS Bhayangkara Jayapura. Rumah Sakit Bhayangkara di Jayapura saat ini menangani delapan korban kerusuhan yang terjadi di Kabupaten Yalimo, termasuk dua anak-anak, lima orang dewasa, dan satu bayi.

Baca Juga :  Ali Kabiay Ajak Warga Papua Jaga Keamanan: “Pemerintahan Baru, Jangan Kotori dengan Aksi Anarkis”

Aparat gabungan TNI dan Polri telah melakukan penyisiran di sejumlah lokasi penyerangan dan menemukan puluhan mobil yang dibakar. Total warga sipil pendatang yang mengungsi dari Elelim, Kabupaten Yalimo, adalah 500 orang ke Polres Kabupaten Jayawijaya, 300 orang mengungsi ke halaman Mapolres Yalimo, dan 50 orang kembali ke Kota Jayapura. Kerusuhan pada hari Selasa lalu dipicu oleh aksi penyerangan usai cekcok pelajar SMA Negeri 1 Elelim. Puluhan bangunan terbakar, di antaranya ruko, kos-kosan, rumah dinas Pemkab Yalimo, kantor kecamatan, serta fasilitas milik TNI-Polri. Puluhan kendaraan roda dua dan roda empat juga hangus terbakar.

Berita Terkait

PATROLI DI KALI BRAZA YAHUKIMO, PRAJURIT TNI AMANKAN SENJATA API DAN AMUNISI MILIK KELOMPOK BERSENJATA
Tim URC Polres Jayapura Temukan Motor Hasil Curanmor di Sentani, Siap Dikembalikan kepada Pemilik
Billy Mambrasar Kritik Kepala Bakom RI Atas Lemahnya Komunikasi Pemerintah Terkait Isu Papua
SKKK Jayapura Buka PMB 2027/2028, Ada Promo Super Early Bird hingga 11 November
Indografika Jayapura Hadirkan Kalender Custom 2027, Bikin Brand Dikenang Sepanjang Tahun
Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz dan Polres Puncak Selidiki Penikaman ASN di Ilaga, Dugaan Motif Balas Dendam Didalami
1.000 Anak Muda Sorong Bergemuruh! Pesan Presiden BRICS Youth Forum Ini Jadi Sorotan
SENTUH SISI KEMANUSIAAN, SATGAS DAMAI CARTENZ BERBAGI DENGAN ANAK PANTI ASUHAN DI JAYAPURA
Berita ini 55 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 07:51 WIT

PATROLI DI KALI BRAZA YAHUKIMO, PRAJURIT TNI AMANKAN SENJATA API DAN AMUNISI MILIK KELOMPOK BERSENJATA

Kamis, 5 November 2026 - 18:12 WIT

Tim URC Polres Jayapura Temukan Motor Hasil Curanmor di Sentani, Siap Dikembalikan kepada Pemilik

Kamis, 5 November 2026 - 18:11 WIT

Billy Mambrasar Kritik Kepala Bakom RI Atas Lemahnya Komunikasi Pemerintah Terkait Isu Papua

Rabu, 4 November 2026 - 09:24 WIT

SKKK Jayapura Buka PMB 2027/2028, Ada Promo Super Early Bird hingga 11 November

Selasa, 3 November 2026 - 10:50 WIT

Indografika Jayapura Hadirkan Kalender Custom 2027, Bikin Brand Dikenang Sepanjang Tahun

Berita Terbaru