SUARATANAHPAPUA.COM – YAHUKIMO – Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG Mobile Yonif 3 Marinir/HP Koops TNI Habema mengamankan sejumlah senjata api, amunisi, dan perlengkapan lainnya saat melaksanakan patroli di sekitar Kali Braza, Kampung Kimbule, Distrik Kurima, Kabupaten Yahukimo, Selasa (3/11/2026).
Patroli tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan wilayah sekaligus melindungi masyarakat dari potensi gangguan kelompok bersenjata.
Kegiatan patroli dilakukan setelah personel menerima informasi mengenai keberadaan kelompok bersenjata OPM Kodap XVI/Yahukimo pimpinan Elkius Kobak yang diduga memanfaatkan kawasan tersebut sebagai tempat persinggahan.
Saat memeriksa sebuah bangunan kayu yang dicurigai digunakan kelompok tersebut, personel mendapati dua orang yang kemudian menjauh dari lokasi. Setelah diberikan peringatan, situasi berkembang menjadi kontak tembak singkat menyusul adanya tembakan dari arah kelompok bersenjata.
Kontak tembak tersebut berakhir tanpa korban jiwa maupun luka-luka dari kedua pihak. Personel selanjutnya melakukan pengamanan lokasi dan menemukan sejumlah senjata serta perlengkapan yang ditinggalkan.
Barang bukti yang diamankan meliputi satu pucuk senjata api rakitan kaliber 5,56 milimeter, satu pistol airsoft gun, alat bidik teleskop, sejumlah amunisi, senjata tajam, busur dan anak panah, perangkat komunikasi, dokumen, serta perlengkapan lainnya.
Seluruh barang temuan tersebut telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.
Pangkoops TNI Habema, Brigjen TNI Riyanto, S.I.P., M.M., M.T., menegaskan bahwa setiap tindakan prajurit dalam menjalankan tugas harus dilakukan secara selektif, terukur, dan profesional sesuai aturan pelibatan. Ia juga menekankan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama dalam setiap pelaksanaan operasi.
Ia mengapresiasi profesionalisme prajurit yang mampu mengamankan persenjataan tanpa menimbulkan korban jiwa.
Menurutnya, keberhasilan operasi tidak semata-mata diukur dari jumlah korban dalam kontak senjata, tetapi juga dari kemampuan mengurangi ancaman dan menjaga keselamatan masyarakat.
Pangkoops juga mengajak anggota kelompok bersenjata yang masih berada di kawasan hutan dan pegunungan untuk meninggalkan kekerasan serta kembali kepada keluarga dan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa jalan damai tetap terbuka bagi mereka yang ingin kembali membangun kehidupan bersama masyarakat.
Koops TNI Habema menyatakan akan terus menjaga keamanan wilayah Yahukimo melalui langkah pengamanan yang profesional, disertai pendekatan teritorial dan kemanusiaan.
Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya situasi keamanan yang kondusif sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman dan kehidupan yang lebih damai.








