Ini Klarifikasi Isu Biaya Operasi Rp 45 Juta bagi Pasien BPJS Oleh RSUD Jayapura

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:27 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARATANAHPAPUA.COM  – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayapura memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar di media sosial mengenai dugaan biaya tambahan operasi sebesar Rp 45 juta yang dibebankan kepada seorang pasien peserta BPJS Kesehatan yang dirujuk dari RSUD Abepura.

Direktur RSUD Jayapura, Andreas Pekey menegaskan, informasi tersebut perlu diluruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Menurut Pekey, masih terdapat sejumlah layanan kesehatan yang belum sepenuhnya ditanggung oleh BPJS Kesehatan, termasuk beberapa alat kesehatan dan bahan medis tertentu yang dibutuhkan dalam tindakan medis khusus.

“BPJS tidak selalu menanggung 100 persen biaya pengobatan. Ada obat-obatan, alat kesehatan, maupun jenis klaim tertentu yang tidak masuk dalam pembiayaan BPJS,” kata Pekey di Kota Jayapura, Senin (8/6/2026).

Ia menjelaskan, pasien yang menjadi sorotan publik merupakan warga Mamberamo yang dirujuk ke RS Jayapura karena gangguan saraf atau neurologi. Namun dalam pemeriksaan lanjutan, tim medis juga menemukan kondisi patah tulang yang memerlukan pemasangan alat kesehatan khusus.

Baca Juga :  Satgas Ops Damai Cartenz Bersama Polres Puncak Jaya Gelar olah TKP Penembakan Brigpol Ronal M. Enok di Kampung Lima-Lima

Menurut Andreas, biaya perawatan pasien tersebut ditanggung BPJS, tetapi alat medis yang dibutuhkan tidak termasuk dalam cakupan pembiayaan program jaminan kesehatan nasional. Harga alat tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp 40 juta.

“Saat proses rujukan sudah disampaikan bahwa alat itu tidak ditanggung BPJS. Ketika ditanyakan biayanya jika ditanggung pribadi, diperkirakan sekitar Rp 40 juta. Kemudian berkembang menjadi informasi Rp 45 juta dan kami tidak mengetahui asal tambahan angka tersebut,” ujarnya.

Andreas menyampaikan, RS Jayapura selama ini telah membantu banyak pasien yang membutuhkan alat kesehatan berbiaya tinggi. Tercatat sekitar 15 pasien dengan kebutuhan alat medis senilai Rp 23 juta hingga Rp 40 juta telah mendapat bantuan tanpa biaya tambahan. Bahkan, beberapa pasien dengan kebutuhan alat kesehatan hingga Rp 100 juta juga telah dibantu oleh rumah sakit.

Baca Juga :  Kolaborasi ODC dan Satgas Mambri Tewaskan KKB Hurbianus Mirip di Nabire

Selain itu, sebanyak 707 pasien tanpa BPJS maupun jaminan kesehatan lainnya juga telah menerima pelayanan kesehatan gratis.

Pekey menilai polemik yang muncul lebih disebabkan oleh miskomunikasi dalam penyampaian informasi. Karena itu, pihaknya melakukan evaluasi sistem komunikasi dan rujukan serta mengimbau masyarakat untuk melakukan konfirmasi langsung kepada rumah sakit sebelum menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Fokus kami adalah menyelamatkan pasien dan memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang terbaik,” ujarnya. (***)

Berita Terkait

KNMP Warmasen Jadi Langkah Penguatan Ekonomi Nelayan Raja Ampat
Satgas Kepolisian Ops Damai Cartenz Ungkap Perkembangan Kasus Penembakan Tiga Warga Sipil di Jayawijaya, Polisi Kantongi Ciri-ciri Pelaku
Angka Bunuh Diri Meningkat, Psikolog: Pencegahan Bukan Hanya Tanggung Jawab Tenaga Kesehatan
BMP RI Imbau Warga Tak Terprovokasi Usai Penembakan Pilot di Yahukimo
Staf Khusus Presiden RI Dorong Batam Bangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) UMKM untuk Tujuan Ekspor
Persekutuan Wanita GKI Didorong Jadi Pilar Kesehatan Mental Keluarga
Program SESAMA Pertamina Hadir dan Dukung Semangat Belajar Anak-anak di Doromena Papua
BM Coffee bersama Standup Indo Jayapura Akan Gelar Mini Show Bale-Bale Sumerdeka ! BURUAN GUYS
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 11:57 WIT

KNMP Warmasen Jadi Langkah Penguatan Ekonomi Nelayan Raja Ampat

Jumat, 11 September 2026 - 16:29 WIT

Satgas Kepolisian Ops Damai Cartenz Ungkap Perkembangan Kasus Penembakan Tiga Warga Sipil di Jayawijaya, Polisi Kantongi Ciri-ciri Pelaku

Jumat, 11 September 2026 - 07:53 WIT

Angka Bunuh Diri Meningkat, Psikolog: Pencegahan Bukan Hanya Tanggung Jawab Tenaga Kesehatan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:41 WIT

BMP RI Imbau Warga Tak Terprovokasi Usai Penembakan Pilot di Yahukimo

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:26 WIT

Staf Khusus Presiden RI Dorong Batam Bangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) UMKM untuk Tujuan Ekspor

Berita Terbaru