Gubernur Papua Dorong Renstra Lebih Tajam dan Terukur

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 20 Januari 2026 - 14:29 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Papua Matius D. Fakhiri menegaskan bahwa penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Perangkat Daerah Tahun 2025–2029 tidak boleh berhenti sebagai dokumen administratif semata. Renstra harus menjadi instrumen pembangunan yang tajam, terukur, dan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua.

Penegasan tersebut disampaikan Gubernur Fakhiri melalui sambutan yang dibacakan Wakil Gubernur Papua, Aryoko AF Rumaropen, dalam Forum Perangkat Daerah Penyusunan Renstra 2025–2029 yang digelar di Hotel Aston Jayapura, Selasa (20/1/2026).

Menurut Fakhiri, forum ini memiliki peran strategis untuk menyatukan arah, persepsi, dan komitmen seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dalam merancang pembangunan Papua lima tahun ke depan.

“Ini bukan agenda rutin. Forum ini menentukan apakah perencanaan kita benar-benar menjawab kebutuhan rakyat atau hanya sekadar menggugurkan kewajiban administratif,” ujar Aryoko saat membacakan sambutan gubernur.

Baca Juga :  IPK Papua Dorong Lansia Merauke Jaga Kesehatan Mental di Hari Lanjut Usia Nasional 2026

Gubernur Fakhiri menekankan bahwa Renstra harus menjadi penjabaran konkret dari visi pembangunan Papua 2025–2029, yakni Terwujudnya Transformasi Papua yang Cerdas, Sejahtera, dan Harmoni (Papua Cerah). Visi tersebut menempatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemerataan kesejahteraan, serta kehidupan sosial yang harmonis sebagai fondasi utama pembangunan.

Dalam arahannya, Gubernur Fakhiri menggarisbawahi empat poin krusial. Pertama, pentingnya keselarasan Renstra dengan RPJMD Provinsi Papua, kebijakan nasional, serta program kabupaten dan kota agar tidak terjadi tumpang tindih maupun pemborosan anggaran.

Kedua, ketajaman target kinerja yang mencakup indikator, sasaran program, hingga kejelasan lokasi kegiatan yang harus terukur dan realistis. Ketiga, fokus pada isu-isu strategis daerah seperti pengurangan kemiskinan, penurunan tingkat pengangguran, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), serta penguatan infrastruktur dasar dan kualitas layanan publik.

Baca Juga :  Lembaga PBB gandeng Kemendes, bersama Komunitas Lokal Papua, Latih Kewirausahaan ke Ratusan Keluarga di Perkampungan

Keempat, penguatan partisipasi seluruh pemangku kepentingan agar Renstra benar-benar mencerminkan kebutuhan riil masyarakat Papua. “Setiap rupiah anggaran harus memberikan dampak nyata dan efek pengganda bagi kesejahteraan rakyat,” tegasnya.

Gubernur berharap Renstra yang disusun tidak hanya menjadi dokumen formal, tetapi menjadi pedoman kerja yang hidup, adaptif, dan mampu menjawab tantangan pembangunan Papua secara berkelanjutan.

“Dengan sinergi dan komitmen bersama, transformasi Papua yang cerdas, sejahtera, dan harmonis bukan sekadar slogan, melainkan proses nyata yang terus berjalan,” tutup Fakhiri. (***)

Berita Terkait

Satgas Kepolisian Ops Damai Cartenz Ungkap Perkembangan Kasus Penembakan Tiga Warga Sipil di Jayawijaya, Polisi Kantongi Ciri-ciri Pelaku
Angka Bunuh Diri Meningkat, Psikolog: Pencegahan Bukan Hanya Tanggung Jawab Tenaga Kesehatan
BMP RI Imbau Warga Tak Terprovokasi Usai Penembakan Pilot di Yahukimo
Staf Khusus Presiden RI Dorong Batam Bangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) UMKM untuk Tujuan Ekspor
Persekutuan Wanita GKI Didorong Jadi Pilar Kesehatan Mental Keluarga
Program SESAMA Pertamina Hadir dan Dukung Semangat Belajar Anak-anak di Doromena Papua
BM Coffee bersama Standup Indo Jayapura Akan Gelar Mini Show Bale-Bale Sumerdeka ! BURUAN GUYS
Barisan Merah Putih Papua Desak Pembebasan Sembilan Warga yang Disandera di Jila
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 16:29 WIT

Satgas Kepolisian Ops Damai Cartenz Ungkap Perkembangan Kasus Penembakan Tiga Warga Sipil di Jayawijaya, Polisi Kantongi Ciri-ciri Pelaku

Jumat, 11 September 2026 - 07:53 WIT

Angka Bunuh Diri Meningkat, Psikolog: Pencegahan Bukan Hanya Tanggung Jawab Tenaga Kesehatan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:41 WIT

BMP RI Imbau Warga Tak Terprovokasi Usai Penembakan Pilot di Yahukimo

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:26 WIT

Staf Khusus Presiden RI Dorong Batam Bangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) UMKM untuk Tujuan Ekspor

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:32 WIT

Persekutuan Wanita GKI Didorong Jadi Pilar Kesehatan Mental Keluarga

Berita Terbaru