Dinkes Keerom Akui Utang, tetapi Tolak Bunga: Penggugat Tegaskan Ada Dasar Kontrak

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 2 Desember 2025 - 14:38 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARATANAHPAPUA.COM – Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom resmi menyampaikan jawaban atas gugatan perdata CV Athena Jaya Papua pada perkara Nomor 188/Pdt.G/2025/PN.Jap di Pengadilan Negeri Jayapura. Jawaban setebal 10 halaman itu ditandatangani Plt. Kepala Dinas Kesehatan Keerom, tertanggal 21 November 2025.

Dalam eksepsi, Tergugat II membantah seluruh dalil penggugat kecuali yang diakui secara tegas. Ada tiga keberatan utama yang diajukan.

1. Gugatan Dinilai Cacat Formil
Dinkes menilai gugatan tidak sah karena tanggal surat gugatan (4 September 2024) justru lebih lama dibanding surat kuasa khusus yang digunakan penggugat (21 Juli 2025).

2. Tuntutan Ganti Rugi Dianggap Kabur
CV Athena Jaya Papua menuntut ganti rugi Rp1,37 miliar (materiil) dan Rp1 miliar (immateriil). Menurut Tergugat, angka tersebut tidak pernah tercantum dalam kontrak.

3. Sita Jaminan Ditolak
Dinas merujuk UU Perbendaharaan Negara yang melarang penyitaan aset negara maupun daerah.

Baca Juga :  Lebih dari 3.000 Warga Papua Manfaatkan SERUNAI 2025

Dalih Force Majeure karena Refocusing COVID-19

Dalam pokok perkara, Dinkes mengakui adanya kontrak dan nilai pekerjaan sebagai piutang sah. Namun pembayaran disebut tertunda akibat refocusing anggaran COVID-19 sesuai Inpres 4/2020, PMK 35/2020, Perppu 1/2020, dan UU 2/2020, serta rangkaian program PEN hingga 2023. Kondisi tersebut disebut sebagai force majeure sehingga mereka menolak pembayaran bunga maupun denda.

Dinkes Siap Bayar Utang Pokok, Tolak Bunga

Dalam mediasi, CV Athena Jaya Papua menagih:

  • Pokok Utang: Rp1.090.785.000

  • Bunga 2,5%/tahun (2020–2025): Rp136.348.125

  • Biaya perkara: Rp200 juta
    Total: Rp1.427.133.125

Dinas hanya bersedia membayar utang pokok secara bertahap melalui APBD 2026, namun menolak bunga karena dinilai tidak pernah disepakati dalam kontrak.

Kuasa Hukum Penggugat: Ada Dasar yang Mengikat

Kuasa Hukum CV Athena Jaya Papua, Yuliyanto, S.H., M.H., menilai penolakan Tergugat tidak berdasar.

Ia menyebut SSUK poin 65.3 huruf d secara jelas mengatur kewajiban PPK membayar ganti rugi berupa bunga atas keterlambatan pembayaran berdasarkan suku bunga BI.

Baca Juga :  FKDK BPDSI Wilayah Timur Beri Penghargaan kepada Anggota Purna Tugas, Wujud Penghormatan atas Dedikasi dan Pengabdian

“Tergugat sudah mengakui utang dan siap membayar pokok. Maka kewajiban membayar bunga juga harus dihitung sesuai kontrak. Tidak bisa pemerintah mengabaikan ketentuan yang sudah disepakati,” tegasnya.

Yuliyanto mengungkapkan, sepanjang 2025 ia sudah tiga kali menggugat Pemda Keerom terkait wanprestasi pembayaran pekerjaan yang telah selesai.

Permintaan Dinkes kepada Majelis Hakim

Dalam petitum, Dinas Kesehatan Keerom meminta majelis hakim:

  • Mengabulkan eksepsi dan menyatakan gugatan tidak dapat diterima (NO).

  • Menolak seluruh gugatan pokok perkara.

  • Memberikan waktu pembayaran utang melalui mekanisme APBD.

  • Menolak bunga, denda, dan sita jaminan.

  • Membebankan biaya perkara kepada penggugat.

Sebagai alternatif, Dinkes meminta putusan ex aequo et bono.

Perkara ini kini bersiap memasuki tahap pembuktian di Pengadilan Negeri Jayapura.

Berita Terkait

KNMP TANJUNG KASUARI PERKUAT INFRASTRUKTUR PERIKANAN, AKSES EKSPOR NELAYAN JADI PERHATIAN
*KNMP Kota Sorong Perkuat Rantai Dingin, Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal*
1.370 Kapal Fiber KNMP Diproduksi di Manokwari, Buka Peluang Kerja bagi Putra Papua
Satgas Damai Cartenz Tangkap DPO Penganiayaan Berat di Puncak jaya, Dugaan Keterkaitan Jaringan Senjata dan Amunisi Didalami
KNMP Wamargege Didorong Perkuat Ekonomi Nelayan dan Potensi Udang Banana Sorong Selatan
Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Papua, Kodam Cenderawasih Perkuat Penanganan Karhutla
Pria 58 Tahun Ditemukan Meninggal di Entrop Jayapura, Polisi Lakukan Penyelidikan
Lindungi Hak Masyarakat, Kementerian ATR/BPN Selesaikan 3.018 Kasus Pertanahan
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:28 WIT

KNMP TANJUNG KASUARI PERKUAT INFRASTRUKTUR PERIKANAN, AKSES EKSPOR NELAYAN JADI PERHATIAN

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:20 WIT

*KNMP Kota Sorong Perkuat Rantai Dingin, Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal*

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:15 WIT

1.370 Kapal Fiber KNMP Diproduksi di Manokwari, Buka Peluang Kerja bagi Putra Papua

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:56 WIT

Satgas Damai Cartenz Tangkap DPO Penganiayaan Berat di Puncak jaya, Dugaan Keterkaitan Jaringan Senjata dan Amunisi Didalami

Kamis, 22 Oktober 2026 - 05:05 WIT

Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Papua, Kodam Cenderawasih Perkuat Penanganan Karhutla

Berita Terbaru

Uncategorized

KNMP SUPRAU PERKUAT RANTAI USAHA PERIKANAN DI SORONG PAPUA BARAT DAYA

Minggu, 25 Okt 2026 - 16:42 WIT